Gulalives.co, Depok – Ide memutar roda kuliner sedang marak, jajanan zaman dulu diproduksi ulang dan diberi inovasi. Sebut saja lidi-lidian, dan mie remas. Mengkonsumsi mie kering merupakan hal yang biasa bagi anak-anak, khususnya yang berada di lingkungan sekolah. Namun, bila kemasan mie tersebut tidak layak, seperti bentuk dan kalimat yang mengandung unsur pornografi, maka pemerintah, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus mengambil tindakan cepat.

WhatsApp Image 2016-08-03 at 12.57.47 PM

Selain BPOM, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus mengambil tindakan karena berdasarkan pengaduan yang diadukan oleh masyarakat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan mie kering tersebut dijual di situs jual beli internet. Merek Mie tersebut diberi nama Bikini yang merupakan singkatan dari Bihun Kekinian.

“Selain mereknya yang tidak layak untuk anak, gambar di kemasan juga berupa tubuh wanita yang mengenakan pakaian Bikini. Selain itu, ditemukan juga ada tulisannya remas aku. Ini sudah pelanggaran terhadap undang-undang,” kata Komisioner KPAI bidang pornografi dan cyber crime, Maria Advianti, kepada wartawan di kantor KPAI, Jl Teuku Umar No 10 Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/8).

Lebih lanjut, dikatakannya, undang-undang yang dilanggar adalah UU Perlindungan Anak, UU Pornografi dan UU ITE. Oleh karena itu, KPAI mendesak Pemerintah menarik peredaran mie tersebut demi melindungi anak-anak Indonesia.

“Dalam UU Perlindungan Anak, disebutkan hak anak mendapatkan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi. Kalau anak-anak diberi jajanan seperti mie porno, apa yang akan terjadi kepada anak-anak di masa depan,” kata Komisioner yang biasa disapa Vivi ini.

KPAI telah menyampaikan hal ini ke BPOM dan Kominfo untuk ditindaklanjuti secara proporsional sesuai ketentuan undang-undang. Menurut Vivi, anak-anak harus dilindungi dari bahaya penyebaran konten berbau pornografi mengingat Indonesia saat ini telah menyandang status darurat pornografi.

snack

Sampai berita ini diturunkan, penjualan produk Bikini masih dijual bebas di jejaring sosial Instagram, jelas ini merupakan sebuah pelanggaran UU ITE dan Pornografi. Boleh saja membuat media promosi yang anti mainstream ya guys, tapi jangan sampai terlalu aneh dan kontroversi.

loading...

LEAVE A REPLY