Gulalives.co, BERLIN – Pebalap F1 Rio Haryanto, menyatakan alasan dirinya kehilangan banyak waktu di GP Jerman, Minggu (31/7), adalah karena mobilnya sempat mengalami kerusakan akibat bersentuhan dengan mobil Pascal Wehrlein.

Rio finish di posisi paling terakhir dari 20 pebalap yang menyelesaikan balapan di Sirkuit Hockenheim. Ia sempat bersaing dengan Wehrlein dan para pebalap Sauber di putaran-putaran awal, tapi pada akhirnya tercecer dan berjarak hingga dua putaran dari Lewis Hamilton yang keluar sebagai pemenang.

F1 Jerman“Di awal balapan, saya melihat kesempatan untuk melewati rekan setim saya ketika selisih kami memendek. Sayang sekali hal itu gagal, dan (mobil) kami pada akhirnya bersentuhan sehingga sayap depan rusak,” kata Rio seperti dikutip dari laman resmi Manor.

Insiden itu tak membuat Rio menanggalkan strateginya untuk buru-buru masuk pitstop pertama. Dengan kerusakan pada bagian depan mobil, Rio tetap bersaing dengan Marcus Ericsson dan Wehrlein. Pebalap kelahiran Surakarta itu baru masuk pit pada putaran ke-13 dan kemudian kehilangan banyak waktu ketika mengganti bagian sayap depan.

F1 jerman2016“Kami tahu kami memiliki sedikit kerusakan, tapi kami terus melaju hingga rencana pitstop pertama kami dan sekaligus melakukan pergantian hidung. Prosesnya sempat berjalan sedikit lama sehingga saya kehilangan beberapa waktu. tapi setelahnya saya bisa mengejar Ericsson dan bertukar tempat dengan Felipe (Nasr) seiring dengan berjalannya strategi kami,”jelasnya.

Formula 1 kini memasuki jeda liburan paruh musim. Balapan selanjutnya digelar di GP Belgia pada Minggu (28/8). Rio sendiri menyatakan dirinya tidak akan memiliki waktu liburan yang terlalu banyak karena masih harus memastikan kelanjutan kariernya di Formula 1 dengan memenuhi kewajiban finansial.

Pembalap Tim Manor Racing Rio Haryanto berpose di mobilnya usai jumpa pers di Jakarta, Senin (14/3). Rio Haryanto akan menuju Melbourne untuk mengikuti lomba balap mobil Formula 1 Australia Grand Prix pada 17-20 Maret 2016 di sirkuit Albert Park, Australia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.
Pembalap Tim Manor Racing Rio Haryanto berpose di mobilnya usai jumpa pers di Jakarta, Senin (14/3). Rio Haryanto akan menuju Melbourne untuk mengikuti lomba balap mobil Formula 1 Australia Grand Prix pada 17-20 Maret 2016 di sirkuit Albert Park, Australia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.

Manajemen Rio baru menyetor sebesar 7,5 juta euro dari total dana sponsor yang harus dibawa pihaknya senilai 15 juta euro. Hal inilah yang bisa menjadi batu sandungan untuk pebalap kelahiran Surakarta tersebut. “Kami sibuk untuk memastikan saya lanjut di paruh musim kedua. Tapi saya mengharapkan tim saya mendapatkan istirahat yang cukup karena ini adalah 12 balapan yang panjang dan semua orang bekerja sangat keras,” kata pebalap 23 tahun itu.

via www.republika.co.id
via www.republika.co.id

Sementara, direktur Balapan tim Manor Racing, Dave Ryan, mengingatkan agar insiden yang terjadi di GP Jerman, tak terjadi lagi pada balapan-balapan selanjutnya. Di balapan yang berlangsung di Sirkuit Hockenheim itu, mobil Rio sempat bersentuhan dengan mobil Wehrlein ketika pebalap Indonesia tersebut berupaya untuk menyalip.

Rio gagal mengambil alih posisi Wehrlein dan kemudian kehilangan waktu di pitstop pertama karena harus mengganti hidung mobil. Setelahnya, Rio masih sempat berkompetisi dengan pebalap Sauber, Felipe Nasr, tapi pada akhirnya berada di urutan paling terakhir dari 20 pebalap yang melintasi garis finis. Wehrlein finis di urutan ke-17.

rio haryantoRyan menyatakan dirinya tetap senang dengan hasil balapan tapi berharap hal insiden itu takkan terulang.  “Strategi kami berjalan dengan baik dan performa kami sangat kuat dibandingkan dengan mobil-mobil lain di sekitaran kami, sehingga kami bisa menggantikan Sauber dan Renault,” kata Ryan seperti dikutip dari situs resmi Manor Racing.

“Kami memang sempat mengalami kerusakan di kedua mobil kami ketika kedua pebalap kami bersentuhan, dan hal itu memang tidak ideal. Untungnya hal tersebut tidak menyebabkan kegagalan besar pada balapan kami. Tentu saja kami harus menghindari hal itu di masa depan dan fokus pada persaingan dengan lawan-lawan kami.”

Ryan mengatakan kerja keras Manor pada putaran pertama telah membuahkan hasil. Ia berharap masa-masa liburan bisa membuat timnya segar sehingga bisa meneruskan raihan tersebut di paruh musim kedua.

“Ini telah menjadi tantangan besar dan juga kerja keras yang sangat besar. Tapi kami menuju masa jeda dengan poin pertama kami dan juga unggul atas Sauber di kejuaraan, saya menantikan saatnya melihat setiap pihak kembali segar dalam empat pekan ke depan sehingga kami bisa mempertahankan raihan itu,”pungkasnya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY