Gulalives.co,STOCKHOLM – Pemerintah Swedia akan melakukan penelitian tentang kehidupan seks warganya setelah mencuatnya laporan warga Swedia makin jarang bercinta. Menteri Kesehatan Publik Gabriel Wikstrom mengatakan penelitian terakhir tentang kehidupan seks Swedia dilakukan 20 tahun lalu.

Hasil penelitian yang dipublikasikan tahun 2000 menunjukkan baik pria maupun wanita mempunyai pasangan seksual tiga kali lebih banyak dibandingkan hasil penelitian tahun 1967. Menurut penelitian tahun 1996, pria Swedia rata-rata mempunyai 7,1 pasangan dan wanita mempunyai 4,6.

Alasan pria palsukan orgasme bertujuan agar aktivitas seks cepat selesai tanpa menyakiti hati pasangan
Alasan pria palsukan orgasme bertujuan agar aktivitas seks cepat selesai tanpa menyakiti hati pasangan

Sebuah laporan dari tabloid Aftonbladet menyatakan kalau penduduk Swedia semakin jarang melakukan aktifitas seks. Berdasarkan laporan tabloid tersebut, Kementerian Kesehatan Swedia berencana untuk melakukan penelitian, demi mencegah dampak buruk yang dapat mengancam peradaban negaranya.

Dikutip Gulalives.co dari Time pada Minggu (31/7), saat ini penelitian sedang berlangsung, dan baru akan selesai pada 2019. Pada 2013, sebuah survei yang dilakukan tabloid menyatakan kalau sebanyak 3000 orang penduduk Swedia sangat jarang melakukan aktifitas seks.

Ilustrasi gairah seks. (Foto: thinkstock)
Ilustrasi gairah seks. (Foto: thinkstock)

Melalui tulisan opininya dalam surat kabar Dagens Nyheter, Menteri Kesehatan Swedia Gabriel Wikstrom mengatakan kalau kondisi itu terjadi karena banyak penduduknya yang stres, tidak hanya karena masalah pekerjaan tapi juga karena masalah politik.

Dalam tulisan opini yang dimuat di situs pemerintah, Wikstrom juga mengatakan, kalau saat ini pemerintah Swedia sedang mengumpulkan sebanyak mungkin bukti di lapangan, yang akan dijadikan masukan untuk membuat kebijakan demi menanggulangi kondisi yang sedang terjadi.

Ilustrasi gairah seks. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi gairah seks. (Foto: Shutterstock)

Wikstrom menduga stres dan masalah kesehatan yang mempengaruhi kehidupan seks orang Swedia namun tidak menutup kemungkinan masalah politik yang membuat orang Swedia malas bercinta. “Seks tidak dan tidak pernah menjadi masalah pribadi. Seks juga menjadi masalah kesehatan manusia dan dari sudut pandang tersebut, juga menjadi masalah politik,” demikian tulis Wikstrom.

Padahal, pada 1975, parlemen Swedia dengan suara bulat memutuskan mengubah Swedia; dari sebuah negara homogen menjadi negara multi-budaya. Empat puluhn tahun kemudian, konsekwensi dramatis menyusul penerapan eksperimen itu pun muncul: kejahatan dengan aksi kekerasan meningkat hingga 300%.

Beberapa Hal yang Seharusnya Diketahui Sebelum Bercinta
Ilustrasi pasangan hendak berhubungan seks. (Foto: Google Images)

Bagaimanapun, jika orang meninjau angka perkosaan, perkembangannya bahkan jauh lebih parah lagi. Pada 1975, terjadi 421 pemerkosaan yang dilaporkan kepada kepolisian. Pada 2014, angka perkosaan menjadi 6,620 kasus. Jadi ada peningkatan 1.472%

Swedia menjadi negara nomor dua dalam daftar global negara-negara dengan kasus perkosaan tertinggi. Menurut sebuah survei dari 2010, Swedia mengalami 53,2 perkosaan per 100.000 penduduk. Angka itu hanya diungguli oleh negara kecil Lesotho di Afrika Selatan; di sana terjadi 91,6 perkosaan per 100.000 penduduk.

Alasan Ilmiah Mengapa Pasangan Harus Sering 'Gituan'
Ilustrasi hubungan seks. (Foto: Shutterstock)

Salah satu kasus paling keji terjadi pada 2012. Ketika itu, seorang wanita berusia 30 tahun diperkosa oleh delapan laki-laki di sebuah proyek perumahan para pencari suaka, di kota kecil Mariannelund. Wanita malang itu mengenal seorang pria Afghanistan yang sudah berdiam di Swedia selama beberapa tahun. Dia mengajak sang wanita pergi. Dia pun turut. Lelaki Afghanistan itu membawanya ke proyek perumahan pengungsi dan membiarkannya tanpa pertahanan sama sekali.

Sepanjang malam, sang wanita diperkosa berulang-ulang oleh para pencari suaka. Dan ketika teman lelakinya pulang, dia bahkan turut memperkosa wanita itu. Pagi keesokannya, dia berusaha menelepon polisi. Jaksa penuntut umum Swedia menyebutkan insiden itu kejahatan perkosaan paling keji dalam sejarah kriminal Swedia. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY