(Foto: Venerologiya)

Gulalives.co, SEMARANG – Para ibu menyusui kini seolah tak punya tempat. Keindahan dan hubungan personal yang didapat dari menyusui harus ‘disembunyikan’ di ruang tertutup. Banyak ibu yang menyusui bayi mereka di toilet karena orang-orang yang merasa tersinggung dan jengah menyaksikan hal tersebut. Padahal, menyusui seharusnya bisa dilakukan dimana saja, ketika bayi membutuhkan air susu ibu.

tempat menyusui posko mudik
http://prenagen.com

Menyusui merupakan hak setiap ibu, termasuk untuk para ibu yang bekerja di kantor. Dalam Konvensi Organisasi Pekerja Internasional ada peraturan tentang cuti melahirkan selama 14 minggu. Ketika cuti selesai dan si ibu kembali beraktifitas di tempatnya bekerja, perusahaan wajib menyediakan sarana pendukung berupa fasilitas ruangan untuk ibu menyusui.

 Seorang ibu baru melahirkan akan sangat bahagia saat mampu menyusui hingga kelak usia anak cukup untuk disapih. Namun, beberapa hal menjadi penyebab ASI keluar sedikit (Foto: Time)
Seorang ibu baru melahirkan akan sangat bahagia saat mampu menyusui hingga kelak usia anak cukup untuk disapih. Namun, beberapa hal menjadi penyebab ASI keluar sedikit (Foto: Time)

Hal ini dikuatkan Undang-Undang Perburuhan di Indonesia No. 1 tahun 1951 tentang pemberian cuti melahirkan selama 12 minggu dan kesempatan menyusui 2 x 30 menit dalam jam kerja. Di negara-negara industri, 45-60% tenaga kerja adalah wanita usia produktif. Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 merinci 57% tenaga kerja di Indonesia adalah wanita. Ironisnya, banyak faktor penghambat keberhasilan menyusui pada ibu bekerja. Sebutlah pendeknya waktu cuti kerja, singkatnya waktu istirahat, minimnya ruangan untuk memerah ASI.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

Oleh karena itu, UNICEF, melalui gerakan ‘brelfie’ atau breastfeeding selfie, berharap stigma buruk tentang ibu menyusui bisa dihapuskan.  “Ini adalah tentang dukungan dan memberi semangat agar ibu-ibu tidak lagi harus sembunyi-sembunyi menyusui bayi mereka,” kata juru bicara Badan Kesehatan Dunia (WHO) Fadela Chaib, dilansir Reuters.

(Foto: Medela)
(Foto: Medela)

Sementara, Christophe Boulierac, juru bicara UNICEF mengatakan di Hari ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Agustus, UNICEF dan PBB ingin menekankan pentingnya ASI dan menyusui bagi kesehatan anak-anak di seluruh dunia.  “Semua yang bisa kita lakukan untuk menjamin kesehatan anak harus dilakukan, termasuk juga memberi ASI pada bayi,” kata Boulierac.

UNICEF menyebut 77 juta bayi yang baru lahir, atau setengah dari seluruh bayi yang dilahirkan di dunia, tidak diberikan ASI di kurun 1 jam sejak mereka lahir. Itu, berpengaruh terhadap pembentukan kekebalan tubuh serta asupan nutrisi esensial yang bisa melindungi mereka dari penyakit dan kematian.

(Foto: Torrancememorial)
(Foto: Torrancememorial)

Penelitian UNICEF mengisyaratkan bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu, tujuh kali lebih berkemungkinan meninggal karena infeksi dibandingkan anak-anak yang paling tidak menerima ASI pada enam bulan pertama kehidupan.

“ASI adalah vaksin pertama bayi, perlindungan pertama dan terbaik yang mereka dapatkan untuk melawan penyakit,” kata France Bégin, penasehat senior UNICEF terkait masalah nutrien seperti dikutip kantor berita Reuters.

Besarnya manfaat ASI pun dikampanyekan oleh UNICEF melalui World Breastfeeding Week. Kampanye itu mengajak kaum ibu di seluruh dunia untuk memberikan manfaat ASI kepada bayi. Program peningkatan penggunaan ASI juga dikuatkan oleh Deklarasi Innocenti (Italia) tahun 1990 tentang perlindungan, promosi, dan dukungan terhadap penggunaan ASI. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY