Mempermasalahkan kekuranagan pasangan dapat berpotensi merusak pernikahan Anda sumber foto: blog.debusana.com

Gulalives.co, SEMARANG – Membina hubungan rumah tangga bersama dengan suami dan istri dalam sebuah keluarga tentu bukan hal yang mudah seperti yang dibayangkan. Meskipun anda merasakan bahwa cinta pasangan teramat besar saat masih berpacaran sehingga membuat anda yakin dan percaya bahwa pasangan adalah pilihan terbaik yang akan senantiasa membuat hubungan rumah tangga yang dijalani terasa begitu indah tanpa masalah.

Pasangan Cuek
Pasangan yang Super Cuek Sumber: www.megaindah.web.id

Namun barulah setelah menikah, anda merasakan jika ternyata cinta dan rasa sayang saja tidak cukup menjamin sebuah hubungan pernikahan untuk jauh dan terhindar dari masalah. Memang benar jika saat pacaran rasa sayang dan cinta yang diberikan oleh pasangan akan terasa begitu dalam sehingga membuat kita percaya bahwa ia akan terus mencintai dan membuat hari-hari yang dijalani bersama senantiasa penuh cinta dan kebahagiaan.

Tidak boleh membalas cuek lagi kepada pasanganmu
Jangan Membalas Dengan Sikap Cuek Dengan Pasanganmu Sumber: orangemagz.com

Akan tetapi setelah menikah dan seiring berjalannya waktu, akan ada begitu banyak tugas dan tanggung jawab yang menanti masing-masing pasangan untuk bisa memainkan perannya dengan sebaik-baiknya. Sehingga sebuah cintanya saja tidak cukup memberikan kebahagiaan dan kesehjateraan yang bisa menunjang sebuah keluarga berjalan dengan harmonis dan indah seperti pada saat awal-awal pernikahan.

Pasangan yang membosankan
Bersikap Membosankan Sumber: www.kosovarja-ks.com

Ancaman adalah hal yang seringkali dilontarkan seseorang sewaktu amarahnya membelenggu. Termasuk ketika suami dan istri bertengkar, banyak pasangan yang meremehkan ancaman sewaktu merek bertengkar, yang ada dalam benak mereka adalah bagaimana melampiaskan amarahnya hingga semuanya tercurahkan dan seolah mereka tak mempedulikan perasaan dan hati pasangannya.

Namun tahukah anda, ancaman hanya akan semakin menyulut amarah pasangan an membuat masalah semakin memanjang. Kalaupun ancaman tersebut bisa meredakan masalah, sifatnya hanya semantara dan membuat pasangan kita merasa tertekan dengan bayang-banyang ancaman yang kita berikan.

Via bisikan.com
Via bisikan.com

Bahkan, para ahli telah menemukan kata-kata apa yang sebaiknya tidak diungkapkan ketika pasangan bertengkar atau adu argumen dengan pasangan. Kata-kata ini, bukan kalimat kasar yang melukai hati, seperti yang Anda bayangkan. Seperti dilansir Gulalives.co dari Goodhousekeeping.co.uk, Jumat (29/7/2016), kata yang dimaksud adalah, “seharusnya”.

Sementara, terapis pasangan bernama Jeffrey Bernstein mengatakan, orang cenderung mengharuskan banyak hal kepada pasangannya. Bahkan ketika Anda hanya melakukannya di dalam pikiran, kata-kata tersebut tercermin dari nada dan cara berbicara saat adu argumen. “Mengharuskan sesuatu terhadap orang yang dicintai menyiptakan energi negatif, dan dengan berjalan waktu, hal tersebut bisa meracuni hubungan Anda” Jelas Jeffrey.

Kurang menghargai pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: seyshella.wordpress.com
Kurang menghargai pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: seyshella.wordpress.com

Contohnya, jika dalam pertengkaran Anda ingin mengatakan “Kamu seharusnya tahu bagaimana perasaan saya” sebaiknya ganti kalimat menjadi “Saya mohon kamu mendengarkan apa yang saya rasakan”.

Memang terkadang susah untuk mengubah cara seseorang berkomunikasi, apalagi ketika hubungan asmara telah berjalan bertahun-tahun. Namun, cobalah untuk mulai mengurangi kata “seharusnya” tiap berada dalam sebuah argumen.

Itulah dia beberapa kata yang sebaiknya tidak dilontarkan suami atau istri sewaktu bertengkar. Memang terkadang sulit sekali mengontrol amarah yang sedang memuncak sewaktu bertengkar, namun sebisa mungkin menghindari mengucapkan beberapa kata diatas akan membuat hubungan anda bersama dengan pasangan tetap terjaga. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY