Anak cenderung cuek saat dipanggil khususnya jika sedang bermain games/gawai. Foto: mumbub.

Gulalives.co, JAKARTA – Pemandangan paling umum yang bisa ditemui saat ini adalah, keadaan di mana saat sebuah keluarga berkumpul, bahkan duduk dalam satu meja makan di mana pun itu, mereka sibuk dengan gadget mereka masing-masing.

Tidak hanya keluarga, bahkan pasangan kekasih, hingga teman, mereka lebih senang mengintip kehidupan orang lain lewat media sosial, dibandingkan harus bercengkerama dengan rekan di sampingnya.

Anak cenderung cuek saat dipanggil khususnya jika sedang bermain games/gawai. Foto: Dailymail.
Anak cenderung cuek saat dipanggil khususnya jika sedang bermain games/gawai. Foto: Dailymail.

Sebuah buku berjudul Screen Time, seolah menjadi cermin kehidupan banyak orang saat ini. Dan, lewat buku ini juga, orangtua, pasangan kekasih, atau siapa pun itu bisa disadarkan betapa pentingnya untuk mulai menghentikan kebiasaan screen time, atau lamanya waktu seseorang melihat layar, baik video game, komputer, tablet PC, ponsel.

Nah, sudah banyak ulasan mengenai bahaya screen time, yaitu aktivitas menggunakan beragam gadget seperti menonton TV, main game, melihat video di ponsel, hingga membuka media sosial di gadget. Sayangnya, masih saja orangtua mengabaikannya.

kurangi pemakaian gadget di rumah untuk orang tua maupun untuk anak sumber foto: www.aktualpost.com
kurangi pemakaian gadget di rumah untuk orang tua maupun untuk anak sumber foto: www.aktualpost.com

Padahal, menurut dokter spesialis anak Catharina Mayung Sambo mengatakan, jika tidak dibatasi,screen time bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang anak. Mayung mengungkapkan, screen time berlebihan pada anak di bawah usia 2-3 tahun, bisa menimbulkan gangguan bicara dan bahasa.

“Masih banyak dampak lain yang sedang diteliti kalau anak terlalu banyak screen time. Ada juga pengaruhscreen time terhadap pola tidur anak,” kata Mayung dalam diskusi memeringati Hari Anak Nasional di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (27/7/2016).

mencegah anak dari kecanduan gadget
i0.wp.com

Sekretaris Hubungan Masyarakat Ikatan Dokter Anak Indonesia ini menjelaskan, pola tidur yang terganggu bisa memengaruhi tumbuh kembang anak. Ia mengungkapkan, kurang tidur bisa membuat anak lebih rewel, penurunan memori otak, dan kurang konsentrasi di sekolah.

Selain itu, anak-anak yang sangat aktif di media sosial rentan terkena cyber bullying. Pada akhirnya, anak yang terkena cyber bullying pun bisa mengalami gangguan tumbuh kembang. Mayung mengatakan, screen time berlebihan pada anak bisa berdampak luas. Untuk itu, lanjut Mayung, orangtua harus membatasi penggunaan gadget pada anak.

Bunda, Waspadai Hal Negatif Gadget untuk Anak
Bunda, Waspadai Hal Negatif Gadget untuk Anak

Menurutnya, screen time dibolehkan maksimal selama dua jam. Orangtua pun perlu mendampingi anak saat screen time.”Usia anak diijinkan punya akun media sosial sendiri juga dibatasi. Beberapa sumber menyebutkan, setidaknya usia 13 tahun ke atas baru boleh punya akun medsos sendiri,” kata Mayung.

Ada beberapa cara untuk mensiasati, agar anak tetap bisa Screen Time, namun tidak berlebihan. Orangtua untuk juga memberi contoh tidak melakukan Screen Time, saat bersama anak-anak mereka. Telah banyak penelitian yang memaparkan efek buruk dari Screen Time terhadap tumbuh kembang anak. Mulai dari potensi obesitas, ketidakpedulian pada lingkungan, hingga agresivitas. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY