mommywurk.com

Gulalives.co, YOGYAKARTA – Saat ini, sebagian besar dari kita melakukan pekerjaan secara multitask saat menggunakan telepon genggam kita. Kami bermain game, email, media sosial, SMS, dan menggunakan aplikasi dan fungsi lainnya sambil menonton televisi, makan, melakukan pekerjaan, atau saat “terlibat” dalam percakapan dengan orang lain.

Multitasking seperti telah menjadi bagian rutin dari kehidupan kita dimana kebanyakan dari kita percaya bahwa kita melakukannya dengan baik dan sedikit membayangkan itu benar-benar bisa berbahaya. Tapi penelitian baru memperlihatkan bagaimana multitasking benar-benar dapat memberikan resiko yang mengkhawatirkan. Guy Winch, Ph.D., psikiater dan penulis buku Emotional First Aid: Healing Rejection, Guilt, Failure, and Other Everyday Hurts, memberikan daftar 10 resiko multitasking yang bisa membahayakan tidak hanya pikiran tapi juga tubuh kita.

surabaya.proxsisgroup.com
surabaya.proxsisgroup.com

1. Multitasking Dikaitkan dengan Kerusakan pada Otak Kita

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang sering multitaking mengalami pengurangan pada bagian abu-abu otak mereka , khusunya di bagian yang terkait dengan kontrol kognitif dan regulasi motivasi dan emosi.

2. Multitasking Dapat Menyebabkan Masalah Ingatan

Penelitian tahun 2016 menemukan bahwa para pelaku Multitasking ponsel yang kronis menunjukkan kelemahan pada memori kerja (kemampuan untuk menyimpan informasi yang relevan ketika mengerjakan suatu pekerjaan) dan memori jangka panjang (kemampuan untuk menyimpan dan mengingat informasi yang lebih lama).

lastresistance.com
lastresistance.com

3. Multitasking Dapat Menyebabkan Peningkatan Mudah Teralihkan

Para peneliti mempelajari multitasking beberapa orang di rumah selama tujuh hari, dan menemukan bahwa semakin banyak seseorang melakukan multitasking, semakin besar kemungkinan mereka untuk menunjukkan perilaku mudah teralihkan perhatiannya. Asumsi saat ini adalah bahwa dengan menanggapi begitu banyak gangguan seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan antara gangguan penting dan tidak penting.

4. Multitasking Dapat Membuat Kita Kecelakaan Di Jalan Raya

Peneliti mengumpulkan informasi 1.400 pejalan kaki di New York City yang tertabrak mobil, dan menemukan bahwa 20 persen dari remaja dilaporkan sedang menggunakan perangkat mobile ketika mereka ditabrak, dibandingkan dengan hanya 10 persen orang dewasa.

www.sfchronicle.com
www.sfchronicle.com

5. Multitasking Menurunkan Nilai Kamu dan Nilai Dari Orang-Orang di Sekitar Kamu

Sebuah penelitian multitasking di kelas menemukan bahwa siswa yang melakukan multitask menggunakan komputer mereka selama kuliah memiliki nilai ujian lebih rendah, sama seperti teman sekelas yang berada dalam pandangan langsung mereka. Ini adalah mengapa kita benci orang lain membaca atau mengirim SMS di ponsel mereka ketika kita berada di bioskop: ini mengganggu bahkan ketika bukan kita yang melakukan SMS.

6. Multitasking Dapat Menyebabkan Jatuh dan Patah Tulang

Sebuah penelitian pada orang tua ditemukan bahwa multitasking akan mempengaruhi cara berjalan seorang perempuan, menyebabkan sejumlah besar kasus jatuh dan patah tulang.

www.sfchronicle.com
www.sfchronicle.com

7. Multitasking Dapat Membahayakan Hubungan Kamu

Smartphone membuat sejenis ancaman langsung dari multitasking dan mudah teralihkan yang berkaitan dengan masalah hubungan- yang  sekarang para peneliti menyebutnya technoference (gangguan teknologi). Dan para pelaku multitasking menyebabkan pasangan mereka mengalami penuruanan kepuasan hubungan secara signifikan.

8. Multitasking Meningkatkan Stres Kronis

Hasil penelitian pada mahasiswa menunjukkan bahwa semakin banyak melakukan multitasking saat menggunakan komputer, mahasiswa semakin mengalami stres. Pemboman informasi secara terus-menerus yang mereka coba tanggapi meningkatkan respon stres mereka, yang berarti bahwa multitasking kronis dapat menyebabkan stres kronis.

www.thebrunettediaries.com
www.thebrunettediaries.com

9. Multitasking Meningkatkan Depresi dan Kecemasan Sosial

Para peneliti meneliti hubungan antara multitasking, penggunaan media elektronik, dan kesehatan emosional. Walaupun tidak ada hubungan antara penggunaan media dan hasil negatif dalam penelitian khusus ini, tim menemukan bahwa semakin banyak peserta melakukan multitasking, semakin besar kemungkinan mengalami gejala depresi dan kecemasan sosial.

10. Multitasking Membuat Kamu Kurang Produktif dan Kurang Efisien

Para peneliti memeriksa apakah multitasking membuat kita lebih produktif dan efisien. Hasilnya, walaupun tidak mengkhawatirkan pada hakikatnya, itu masih menunjukkan kebalikan dari apa yang dipercaya sebagian para pelaku multitasking, karena mereka mengungkapkan bahwa multitasking benar-benar membuat peserta kurang efisien dan produktif

loading...

LEAVE A REPLY