http://mediasi.me/

Gulalives.co, DEPOK – Pernah ga sih sobat merasa kalau selama ini belum bisa menjadi yang terbaik bagi kedua orang tua sobat? Orang tua yang semakin hari semakin tua dan kita yang belum bisa membalas semua jasa-jasanya. Mereka yang telah mati-matian memperjuangkan pendidikan kita dari taman kanak-kanak hingga ke jenjang pendidikan yang tertinggi.

emaze.com
emaze.com

Bukannya membalas semua kebaikan-kebaikanannya, malah semkin besar kita, semakin menyusahkan orang tua. Sangat susah rasanya berbuat kebaikan kepada orang tua, tetapi sangat mudah rasanya membuat teman atau pacar senang.

Inilah yang merupakan bukti kalau sampai saat ini kita belum bisa menjadi yang terbaik untuk ibu dan ayah kita.

1. Penghasilanmu Hanya Cukup Untuk Diri Sendiri

liveinternet.ru
liveinternet.ru

Terkadang kita suka ingin sekali membelikan sesuatu untuk kedua orang tua kita. Atau minamal untuk kebutuhan keluarga selama sebulan kita yang tanggung. Tapi apalah daya gaji kecil kita tidaklah cukup untuk membelikan atau mencukupi kebutuhan keluarga.

Penghasilan kita sering kali habis untuk diri kita sendiri. Sedih rasanya jika harus membandingkan gaji kedua orang tua kita yang lebih kecil dari tapi tapi dia lebih mampu menghidupi keluarga, dibanding kita yang mempunyai gaji di atas orang tua, namun tetap saja walaupun kita sisihkan sedikit demi sedikit itu hanya cukup untuk diri kita sendiri.

Meskipun ada rasa ingin memberi dari sisihan uang tabungan kita walau hanya sedikit. Rasanya sangatlah malu, memberi orang yang tersayang dan terkasih nilai yang sedikit, yang tak sebanding dengan pengorbanannya ia dari kita kecil sampai kita sebesar ini.

2. Hanya Bisa Berjanji Untuk Membuat Mereka Tersenyum

kaskus.id
kaskus.id

Sudah berapa kali kita berjanji kepada diri kita sendiri, bahwa pada suatu saat nanti akan membahagiakan kedua orang kita. Rasanya berjuta-juta janji pun telah kita ucapkan. Tak apalah daya usaha yang kita lakukan selama ini bukannya membuat mereka tersenyum, tapi malah kita lebih sering membuat hati mereka menangis.

Ibu, Ayah. Kadang kita ini tak tega melihatmu bekerja banting tulang. Berangkat pagi dan pulang di malam hari. Walaupun wajahmu tersenyum  sehabis pulang kerja, tetapi kita semua tahu hatimu lelah dan menjerit. Hanya janji-janji yang sering kita ucapkan untuk membuatmu tersenyum oh Ayah, oh Ibu.

3. Kadang Lebih Mendahulukan Teman Dibanding Orang Tua

fiksimen.files.wordpress.com
fiksimen.files.wordpress.com

Suatu kali saat kita diajak untuk makan malam bersama keluarga, namun tepat saat itu juga teman-teman kita mengajak kita untuk berkumpul bersama teman-teman yang lainnya. Dipastikan kita akan lebih memilih ajakan dari temen kita dibanding makan malam bersama keluarga. Ya, jelas memang, dibanding keluarga, teman lebih asyik untuk diajak untuk ngobrol dan bercanda.

Tapi tahukah sobat, pada saat kita menolak  ajakan dari orang tua kita dan lebih memilih untuk pergi bersama teman-teman kita, pada saat itulah kehadiran kita sangat dibutuhkan orang tua kita. Orang tua kita mengharapkan mereka bisa makan malam bersama anak-anaknya, walaupun hanya sekedar ngorbrol biasa. Dengan meluangkan waktu kita sedikit saja untuk bersama dengannya, senyuman tipis dibibirnya akan tergambar dalam benak diri kita, yang tak pernah melihat pemandangan seperti ini.

4. Malu Untuk Bilang Terima Kasih Kepada Orang Tua

http://mediasi.me/
http://mediasi.me/

Atas semua jasa-jasanya, atas semua kasih sayangnya, atas semua pengorbanan yang diberikannya kepada kita. Seharusnya kita bisa untuk bisa terima kasih kepada orang tua kita atas yang dilakukannya selama ini kepada kita. Hanya dua kata, namun begitu sulit rasanya lidah ini ingin mengucapkannya.

Tapi giliran mengungkapkan rasa cinta kepada kekasih hati, lidah ini sangat fasih untuk mengucapnya. Tak pernah rasanya kita bilang bahwa kita sayang kepada orang tua kita dan berterima kasih kepadanya. Padahal dia  lah yang mengajarkan kita bahasa-bahasa seperti terima kasih, I Love You. Namun, yang diajarkannya seperti tidak tahu diri. Sehingga, kata terima kasih yang  orang tua ajarkan ke kita, justru kita sendiri tidak pernah mengucapkannya kepadanya.

Itulah dia sobat, bukti-bukti kalau kamu belum bisa menjadi yang terbaik untuk ayah dan ibumu. Mumpung kita masih punya tenaga untuk mereka, buatlah mereka menangis. Bukan karena kenakalanmu, melainkan karena kesalehanmu dan prestasimu.

loading...

LEAVE A REPLY