Gulalives.co, JAKARTA – Apakah Yahoo benar-benar ‘sudah habis’? Perusahaan yang dulu pernah menjadi raksasa internet ini harus rela diakuisisi oleh Verizon, perusahaan telekomunikasi asal Amerika Serikat.

Pada 25 Juli 2016, kedua perusahaan tersebut mengumumkan kesepakatan akuisisi senilai US$4,83 miliar (sekitar Rp63 triliun) dalam bentuk uang tunai, yang diharapkan bisa selesai pada tahun 2017.

Sebelumnya, sejumlah pihak seperti firma keuangan TPG dan pebisnis Dan Gilbert juga menyampaikan minatnya untuk membeli Yahoo.  Perlu diketahui bila akuisisi ini hanya mencakup layanan-layanan digital yang dimiliki oleh Yahoo, seperti Yahoo Search, Yahoo Mail, dan berbagai media online Yahoo.

Sementara untuk aset-aset lain seperti beberapa paten yang mereka miliki, serta kepemilikan saham di Alibaba dan Yahoo Japan, akan tetap dikelola oleh Yahoo dengan nama perusahaan yang berbeda.

Saat ini, Yahoo masih mempunyai sekitar 1 miliar pengguna yang aktif menggunakan berbagai layanan digital mereka setiap bulannya. Sebanyak 600 juta di antaranya mengakses layanan tersebut melalui perangkat mobile. Layanan email mereka pun masih mempunyai sekitar 225 juta pengguna aktif.

Verizon nantinya akan mengintegrasikan Yahoo dengan AOL, perusahaan media yang juga telah mereka beli dengan harga US$4,4 miliar (sekitar Rp57,9 triliun) pada tahun 2015 silam. AOL merupakan pemilik dari beberapa situs ternama seperti TechCrunch, Engadget, dan The Huffington Post.

A combination photo shows Yahoo logo in Rolle, Switzerland (top) in 2012 and a Verizon sign at a retail store in San Diego, California, U.S. In 2016. REUTERS/File Photos

“Akuisisi terhadap Yahoo bisa membawa Verizon pada posisi yang kompetitif sebagai perusahaan media mobile terdepan, dan membantu meningkatkan pendapatan kami di bidang iklan digital,” ujar Lowell McAdam, CEO Verizon.

Melihat perkembangan Yahoo yang kian menurun saat ini, harga US$4,83 miliar yang dibayarkan Verizon dinilai sudah cukup wajar. Harga tersebut memang sangat jauh dari valuasi mereka di tahun 2000 yang mencapai US$125 miliar (sekitar Rp1.645 triliun).

Pada 2008, Yahoo sempat menolak tawaran akuisisi sebesar US$45 miliar (sekitar Rp592 triliun) dari Microsoft.

“Kami mempunyai tim yang hebat, setia, berkualitas, dan berpengalaman. Saya bangga akan prestasi-prestasi kami hingga saat ini, termasuk pembuatan berbagai bisnis baru dan pendapatan yang mencapai US$1,6 miliar (sekitar Rp21 triliun) pada tahun 2015,” ujar Marissa Mayer, CEO Yahoo, masih berusaha untuk optimis menjelang akuisisi ini seperti dilansir Techinasia.

Sejauh ini, belum ada informasi apa posisi yang akan ditempati Marissa selepas akuisisi. Di awal 2016, Yahoo mengumumkan rencana pemecatan ribuan karyawannya

Dalam beberapa waktu terakhir, Yahoo terus menerus melaporkan kerugian dalam neraca keuangan mereka. Menarik untuk ditunggu apakah Verizon bisa mengubah keadaan tersebut dan menjadikan Yahoo sebagai bisnis yang menguntungkan di masa depan. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY