acehraya.co.id

Gulalives.co, JAKARTA – Masuknya nama Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Joko Widodo siang ini, Rabu (27/7) rupanya membawa angin segar dan disambut positif.

Perempuan kelahiran Lampung, 54 tahun silam tersebut pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2005 lalu.

Ani, sapaan akrabnya dinilai sukses melakukan reformasi besar-besaran pada lembaga perpajakan sekaligus bea dan cukai selama dirinya memimpin Kementerian Keuangan. Ia juga berhasil menggandakan investasi langsung ke Indonesia di tahun pertamanya menjadi menteri, dari US$4,6 miliar pada 2004 menjadi US$8,9 miliar.

Beragam penghargaan kemudian dikantongi istri dari Tony Sumartono. Pada 2006, Euromoney menganugerahkannya gelar Menteri Keuangan Terbaik. Berlanjut pada 2008, Forbes menyematkan gelar perempuan paling berpengaruh ke-23 di dunia.

Sri Mulyani Indrawati Menkeu RI

Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Menteri Keuangan RI oleh Jokowi. Foto: tribunnews

Kecemerlangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara berlanjut pada periode kedua, SBY memimpin Indonesia pada 2009.

Namun secara mengejutkan, pada 5 Mei 2010, Sri Mulyani menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada SBY. Dengan satu alasan, menerima tawaran Bank Dunia untuk menjadi Direktur Pelaksana mulai 1 Juni 2010. Jabatan tersebut merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Presiden Direktur Bank Dunia.

Namun, banyak pengamat yang menilai keputusan pengunduran diri tersebut terkait dengan pertentangan moral yang melanda Sri Mulyani karena merasa menjadi korban perkawinan kepentingan politik terkait dengan kebijakan bailout Bank Century.

Dikutip dari pidato terakhir yang disampaikannya ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani mengatakan:

“Saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari Anda mengatakan apakah Sri Mulyani kalah, apakah Sri Mulyani lari? Saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Diantara Anda semua yang ada disini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang. Terimakasih.”

Kini, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan kunci brankas negara ke kantongnya dengan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di bidang ekonomi.

Sri Mulyani Menkeu

Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Menteri Keuangan RI oleh Jokowi. Foto: tribunnews

Pasar Sambut Positif, Rupiah Menguat terhadap Dolar AS

Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota baru Kabinet Kerja, menggeser posisi Bambang P.S. Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan. Kabar terpilihnya perempuan yang kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia itu langsung direspon positif oleh pasar.

Chief Economist BCA David Sumual mengatakan respon positif para pelaku pasar tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Tercatat hingga pukul 11.30 WIB, rupiah menguat 0,46 persen menjadi Rp13.114 per dolar sejak sesi awal perdagangan hari ini.

“Saya lihat kabar reshuffle tersebut mempengaruhi penguatan kurs rupiah domestik, padahal secara regional nilai kurs negara-negara lagi tidak bagus,” ujar David saat dihubungi, Rabu (27/7).

David mengatakan indikasi terpilihnya Sri Mulyani Indrawati sebagai komandan fiskal baru telah dirasakan pelaku pasar sejak kemarin.

Wanita yang kerap disapa Ani itu dianggap mampu membawa Indonesia melaju di tengah gejolak perekonomian dunia.

“Kelihatannya dari pidato kemarin bagaimana pandangan beliau terhadap perekonomian, saya prediksi kembalinya Sri Mulyani ke Kementerian Keuangan akan berkebalikan dari menteri sebelumnya dan akan lebih konservatif,” ujar David.

Sri Mulyani dinilai bakal mampu membawa pasar keuangan Indonesia ke arah yang positif. Dari sisi pengalaman, menurut David, pelaku pasar sudah sangat mengenal rekam jejak wanita sebelumnya juga pernah menduduki kursi Menteri Keuangan, sehingga tidak perlu lagi diragukan dalam mengelola APBN, demikian dilaporkan CNNIndonesia. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY