Saving Money Idea
"Saving Money Idea". Pisahkan rekening tabungan dengan rekening belanja. Sumber : www.shutterstock.com

Kedua: Menabung Sebelum Kamu Menghabiskan

Secara teoritis, menjadi kaya mungkin tampak cukup sederhana: kumpulkan uang lebih banyak, dan keluarkan lebih sedikit. Dalam prakteknya, itu agak sulit untuk menerapkannya. Meskipun kedua hal itu mungkin tampak berat, kurangi pengeluaran mungkin adalah yang lebih mudah untuk dikendalikan dari kedua hal tersebut.

Ketika berbicara tentang mengendalikan pengeluaran, banyak keberhasilan (baik itu menciptakan kekayaan atau kesuksesan dalam hidup pada umumnya) ditentukan oleh kemampuan untuk menunda kepuasan. Mengetahui dan melakukan hal ini dapat SANGAT berbeda. Kita mungkin menyadari bahwa kita harus menabung untuk uang muka apartemen baru dengan dua kamar tidur, tetapi menolak godaan harga diskon makan di restoran tertentu seharga Rp 250 ribu bisa sulit untuk dilakukan. Sangat sedikit orang yang dapat mengatakan bahwa mereka selalu berpikir tentang hari besok sebelum hari ini, atau bahwa mereka tidak pernah menjadi korban godaan (baik itu terkait dengan uang, makanan, usaha, atau apa pun).

Jangan terburu-buru membuang makanan kedaluwarsa. Pasalnya, beberapa makanan kedaluwarsa terbilang aman untuk dikonsumsi (Foto: Groceryfs)
Foto: Groceryfs

Dalam sebuah percobaan psikologi terkenal yang dilakukan di akhir 1960-an, anak-anak yang diberikan pilihan sederhana antara memiliki satu permen sekarang, atau beberapa permen jika mereka bisa menunggu sedikit lebih lama. Yang menjadi teka-teki di sini adalah “saya mengambil hadiah kecil sekarang, atau menunggu sedikit lagi dan mendapatkan hadiah yang lebih besar?”. Sebagian besar anak-anak tidak dapat menunggu dan mengambil hadiah langsung (mereka memilih untuk kepuasan segera).

Jadi anak-anak mengalami kesulitan menunda kepuasan. Tapi yang lebih menarik terjadi pada penelitian berikutnya. Mereka melakukan pengujian menindaklanjuti anak-anak tersebut bertahun-tahun kemudian (anak-anak sekarang sudah dewasa). Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mampu menunggu lebih lama cenderung memiliki hasil kehidupan yang lebih baik: mereka memiliki skor masuk perguruan tinggi, mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan memiliki indeks massa tubuh lebih rendah (BMI).

Sumber: boldsky.com
Sumber: boldsky.com

Pelajaran di sini adalah bahwa orang-orang yang sabar dan bisa menahan godaan cenderung menang dalam jangka panjang. Melakukan kerja keras sekarang (apakah itu menabung, melakukan usaha, atau hanya menolak sesuatu yang menggoda sesuatu yang buruk untuk kamu) akan dibayar pada akhirnya.

Jelas menyimpan uang adalah penting. Jenis tabungan dibicarakan bukan hanya beberapa ribu rupiah di sini dan beberatus ribu di sana, tapi tentang menyisihkan uang sebelum kamu menghabiskannya. Jelas tidak semua uang kamu, tapi sebagian, disimpan untuk tujuan masa depan dan biaya tak terduga.

Stres keuangan. Foto: Molto.co.id
Foto: Molto.co.id

Bagi sebagian orang ini mungkin tampak menggelikan. Jika kamu hanya punya Rp 50 ribu yang tersisa pada akhir pekan, berapa banyak yang benar-benar dapat kamu hemat? Jika diinvestasikan dengan benar, uang bisa meningkat secara berkali lipat dengan sendirinya dari waktu ke waktu (tanpa kamu melakukan apa-apa).

Mari kita pertimbangkan sekelompok skenario di mana kamu memiliki Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, Rp 500 ribu, atau Rp 1 juta setiap pekannya untuk ditabung. Jumlah rupiah yang sebenarnya masuk ke rekening tabungan kamu setiap pekannya kurang penting dibandingkan kebiasaan melakukan hal itu.

Misalnya, jika kamu secara konsisten menyisihkan hanya Rp 100 ribu setiap pekan, saldo kamu setelah 10 tahun akan menjadi hampir Rp 12 juta. Namun, jika kamu menabung Rp 1 juta per pekan, maka dalam waktu 20 tahun saldo kamu akan menjadi lebih dari Rp 240 juta.

Stres keuangan. Foto: Loop.co.id
Foto: Loop.co.id

Bunga Bagi Hasil yang Menggiurkan

Biar uangnya bekah, kamu sebaiknya membuka tabungan di bank syari’ah yang menggunakan sistem pembagian keuntungan bukan bunga. Bedanya jika menggunakan sistem bagi hasil adalah untung-rugi akan ditanggung bersama oleh bank dan nasabah. Berbeda dengan bank konvensional yang menetapkan jumlah bunga sekian persen pertahun. Jika untung besar, kita cuma akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan ketetapan bunga tersebut, padahal seharusnya bisa lebih besar yang kita dapatkan.

Mulailah berpikir nilai uang di masa datang. Dengan meletakkan uang di bank, jumlah uang kamu akan bertambah seiring berjalannya waktu. Misalnya saat ini uang yang kamu tabung senilai Rp 100 ribu, dengan penambahan bagi hasil, maka uang kamu tahun depan bisa senilai Rp 110 ribu. Mungkin tidak terlalu besar perubahan nominalnya. Tapi perlu kamu ingat bahwa ini adalah pertumbuhan pasif dimana kamu tidak perlu melakukan sesuatu sedikitpun untuk meningkatkan nilai uang tersebut.

pohon uang

Otomatisasi Sebanyak Mungkin

Sekarang bukan eranya pergi ke bank dan ngantri untuk sekedar memasukkan uang ke rekening tabungan atau membuka deposito. Semua bisa dilakukan secara otomatis melalui internet banking atau mobile banking. Kamu bisa mengatur pada rekening kamu untuk menabung otomatis. Misalnya uang gaji kamu Rp 10 juta per bulan dikirim kantor ke tabungan kamu, kamu bisa menabung otomatis dengan mentransfer otomatis Rp 500 ribu perbulan dari rekening tabungan kamu ke rekening lain yang khusus untuk menabung alias uang yang tidak akan diganggu.

Ini akan mempermudah kamu karena secara psikologis ada kalanya muncul rasa ‘sayang’ atau digoa untuk membeli sesuatu seharga Rp 500 ribu. Uang kamu akan terus berkembang tanpa merasa kamu mengeluarkan uang.

Kemudian saat kamu melihat sesuatu yang ingin kamu membeli (tapi tahu itu tidak harus), bayangkan seorang asing menawarkan pilihan antara memberikan kamu sesuatu yang akan kamu beli, dengan uang yang diperlukan untuk membelinya. Jika kamu lebih suka menerima uang maka kamu mungkin juga tidak membelinya dan akan menyimpan uang itu.

Gambar via: www.shutterstock.com
Gambar via: www.shutterstock.com

Investasi

Jika ada yang menawari kamu untuk investasi dengan prospek yang menarik, ada baiknya kamu pertimbangkan. Yang perlu kamu perhatikan adalah pertama, jumlah uang yang akan kamu investasikan tidak mengganggu anggaran lain misalnya untuk asuransi kesehatan, uang sekolah anak-anak, dan makan harian. Kedua, resiko yang dari investasi bisa kamu tanggung. Misalnya kemungkinan terburuk adalah usaha gagal hingga uang kamu tidak kembali, kehidupan kamu masih bisa berjalan normal tanpa perlu meratapi nasib.

Ketiga, perjanjian yang jelas antara kamu dengan pemilik usaha. Pastikan kamu tidak dirugikan dan jaminan uang kamu kembali jika usaha tidak berjalan sebagaimana yang dia katakan. Harus ada perjanjian tertulis ya walaupun itu dengan saudara atau keluarga sendiri. Kecuali kamu niatnya untuk membantu atau sedekah. Keempat, jangan tergiur dengan janji perolehan keuntungan yang fantastis, berkali lipat dari jumlah investasi, dan dalam waktu singkat. Karena tidak ada usaha yang langsung berhasil dalam waktu singkat.

loading...

LEAVE A REPLY