manfaat buah blueberry
mencegah dari penyakit kanker. Via : www.ugandacancersociety.org

Gulalives.co, YOGYAKARTA – Kanker termasuk penyakit yang berbahaya. Jika sudah menderita penyakit ini, maka kamu harus menjalani proses pengobatan yang melelahkan dan menghabiskan uang. Berikut 5 jenis kanker yang sering menimpa wanita dan cara mengatasinya menurut Women’s Health.

5. Kanker Usus Besar

Kamu mungkin akan terkejut saat mengetahui bahwa jumlah penderita kanker usus besar antara laki-laki dan perempuan berkembang sama setiap tahunnya, menurut American Cancer Society. “Kabar baiknya adalah bahwa itu hampir seluruhnya bisa dicegah,” kata David Greenwald, M.D., direktur gastroenterologi klinis dan endoskopi di Mount Sinai School of Medicine.

Lindungi diri kamu dengan: lakukan skrining secara teratur. Standar terbaik saat ini adalah kolonoskopi, dimulai pada usia 50 dan diulang setiap 10 tahun. Selama tes-dengan memasukkan tabung tipis dan fleksibel ke rektum-dokter akan bisa melihat dengan lebih baik dari sesuatu  yang mungkin salah. “Kolonoskopi tidak hanya mampu mendiagnosa kanker usus besar, juga memungkinkan dokter untuk mendeteksi dan mengangkat polip sebelum mereka bisa menjadi kanker,” kata Greenwald.

Pilihan skrining lainnya adalah tes darah okultisme di mana dokter memeriksa darah dalam kotoran (feses) kamu yang bisa mengindikasikan kanker, atau tes DNA tinja dikenal sebagai Cologuard berguna untuk melihat perubahan gen yang berpotensi kanker. Kelemahan dari keduanya, kata Greenwald, adalah mereka dapat memiliki positif palsu (false positive) yaitu kamu dianggap menderita suatu penyakit padahal tidak. Ini artinya kamu perlu untuk menjalani kolonoskopi pula.

Kanker-Usus-Besar
Kanker usus besar

4. Kanker Tiroid

Kemungkinan didiagnosa menderita kanker tiroid menjadi lebih dari dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir, menurut American Cancer Society. Tapi ada tidak perlu panik. “Kami tidak berpikir jumlah sebenarnya meningkat, melainkan kita mendapatkan kasus yang kebetulan ketika melakukan MRI atau CT scan untuk alasan lain, seperti untuk menyelidiki migrain berulang atau nyeri leher,” kata Edmund Pribitkin, MD , spesialis kanker tiroid di Thomas Jefferson University di Philadelphia. Bukti lain: Meskipun tingkat insiden telah meroket, tingkat kematian untuk kanker ini tetap stabil.

Lindungi diri kamu dengan: tidak buru-buru melakukan pengobatan berlebihan. Jika dokter kamu mendeteksi adanya nodul kecil, selanjutnya adalah memantaunya terlebih dahulu dan tidak terburu-buru melakukan operasi, kata Pribitkin. Dan jika akhirnya kamu membutuhkan operasi, usahakan minta pada dokter untuk mengangkat hanya setengah dari tiroid kamu mungkan mengangkat seluruh kelenjar.

Dalam hal ini, kamu bahkan tidak perlu mengambil hormon pengganti tiroid, kata Pribitkin. Jika dokter memaksa kamu untuk mengambil seluruh tiroid daripada hanya mengangkat sebuah nodul berukuran kurang dari satu sentimeter, sebaiknya kamu pergi ke dokter spesialis lainnya memperoleh pendapat kedua. Operasi memang memiliki risiko (termasuk merusak pita suara) dan mengharuskan kamu untuk mengkonsumsi hormon tiroid selama sisa hidup kamu.

ilustrasi-kanker-tiroid

3. Kanker Endometrium

Kanker jenis ini, juga disebut kanker rahim, terutama mempengaruhi wanita pascamenopause (rata-rata usia mulai kena adalah 60). Sayangnya, saat ini belum ada tes skrining yang baik untuk menemukan kanker ini lebih awal, kata Cynthia Thomson, Ph.D., R.D., direktur program Pencegahan dan Pengendalian Kanker di University of Arizona Cancer Center.

Lindungi diri kamu dengan: jaga berat badan yang sehat. kanker endometrium menyerang dua kali lebih banyak pada wanita yang kelebihan berat badan, dan lebih dari tiga kali lebih banyak pada wanita obesitas, menurut American Cancer Society. Sel-sel lemak mengeluarkan estrogen, yang pada gilirannya dapat memicu perubahan kanker, jelas Thomson. Jika kamu premenopause dan menggunakan kontrol kelahiran, pertimbangkan untuk mengkonsumsi pil KB, bahkan untuk beberapa tahun. Hanya lima tahun penggunaan pil KB mengurangi risiko kanker endometrium sebesar 25 persen, menurut sebuah penelitian tahun 2015 di Inggris yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Oncology.

Telat Haid Belum Tentu Hamil. Sumber : www.shutterstock.com
Telat Haid Belum Tentu Hamil. Sumber : www.shutterstock.com

2. Kanker Paru-Paru

kasus kanker paru-paru di kalangan wanita telah meningkat 98 persen selama empat dekade terakhir, menurut American Lung Association. Bahkan lebih mengejutkan, lebih dari separuh kasus pada wanita yang tidak pernah perokok. Penyebabnya masih misteri; termasuk teori paru-paru wanita menjadi lebih rentan terhadap asap rokok dan estrogen mungkin memicu sel kanker, kata Therese Bevers, M.D., spesialis pencegahan kanker di MD Anderson Cancer Center di Houston.

Bagaimana melindungi diri: Jangan merokok, dan menjauh dari asap rokok, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker hingga 30 persen. Jika kamu seorang mantan perokok atau sering terkena asap rokok, tanyakan kepada dokter apakah kamu harus mengkonsumsi aspirin 325 mg setiap hari; penelitian telah menunjukkan bahwa itu mungkin menjadi pelindung, kata Bevers.

Apakah Kamu Berisiko Tinggi Kanker Payudara Cek! (pilar)_9
Kanker payudara

1. Kanker Payudara

Satu dari delapan wanita ada kemungkinan memiliki jenis kanker ini dalam hidupnya. Kabar baiknya adalah, setelah naik selama lebih dari dua dekade, jumlah wanita yang didiagnosis dengan kanker payudara mulai menurun pada tahun 2000 dan turun sekitar tujuh persen 2002-2003, mungkin ini akibat dari perempuan lebih sedikit menggunakan terapi hormon untuk gejala menopause. Terlebih lagi, kanker payudara yang diketahui pada tahap awal sekarang memiliki tingkat ketahanan hidup rata-rata 5 tahun hampir 100 persen.

Bagaimana melindungi diri: mammogram secara teratur sangat penting. Tanya dokter kamu kapan kamu harus mulai melakukannya. American Cancer Society merekomendasikan melakukan tes ini setiap tahun dimulai pada usia 45. Sementara itu, amati dari dekat kebiasaan gaya hidup kamu. Jangan mengkonsumsi minuman keras: konsumsi alkohol secara teratur telah jelas berkaitan dengan kanker payudara, dan penelitian menunjukkan bahwa semakin sering dan banyak kamu minum, semakin besar risiko kamu akan menderita kanker payudara.

“Duduk terus-menerus, kelebihan berat badan, dan mengkonsumsi lemak tinggi, terutama makanan yang mengandung lemak hewani tinggi, semua meningkatkan risiko kanker payudara,” kata Jame Abraham, M.D., direktur program onkologi payudara di Cleveland Clinic Cancer Center.

loading...

LEAVE A REPLY