(Foto: Hngn)

Gulalives.co, Depok – Pernah terpikir sebelumnya untuk membuat roti sendiri di rumah? Mungkin tidak sama sekali ya. Padahal dengan membuat roti sendiri di rumah, Anda bisa menambah keterampilan Anda, selain itu, Anda bisa menyajikannya kepada keluarga. Apalagi Anda pasti tahu betul bahwa bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang aman.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk membuat roti yang empuk dan juga enak. Yuk dicoba.

1. Kenali bahan dan fungsinya

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memahami fungsi dari bahan-bahan yang akan Anda gunakan. Yang paling utama untuk membuat roti, adalah tepung terigu. Sebaiknya pilih tepung terigu yang memiliki kandungan protein tinggi (12-14%). Hal ini disebabkan, tepung terigu tersebut akan menyerap air dalam jumlah banyak dan juga lebih elastis, sehingga akan diperoleh roti dengan tekstur empuk dan volume yang besar.

Bahan penting lainnya adalah lemak atau minyak yang berfungsi untuk menahan air, yang nantinya akan membantu melunakkan kulit roti. Lalu, penambahan cairan, yang berfungsi melarutkan bahan dan membantu membentuk massa gluten. Dalam jumlah yang tepat, cairan berpengaruh terhadap keempukan roti.

Untuk menambah kualitas tekstur roti, terkadang juga perlu ditambahkan sedikit bread improver. Dalam bread improver ini terkandung penguat gluten, pelunak gluten, emulsifier, makanan bagi ragi dan enzim.

2. Komposisi yang pas

Ikutilah petunjuk yang ada pada resep dengan baik. Apalagi mengenai ukuran atau takaran dari tiap bahan. Jangan sampai ada bahan yang berlebihan atau kekurangan. Contohnya seperti kelebihan tepung dan kurang cairan, nantinya akan membuat roti keras. Atau kebanyakan cairan dan lemak menyebabkan adonan terlalu lengket, tidak kalis, tidak elastis, sulit dibentuk dan mengembang ketika fermentasi. Dan juga jika terlalu banyak gula yang ditambahkan akan menurunkan kinerja ragi.

3. Adonan utama harus kalis dan elastis

Dalam membuat adonan roti, pengulenannya bisa dilakukan secara manual atau dengan menggunakan tangan, bisa juga dengan menggunakan mixer khusus. Roti yang tidak mengembang umumnya disebabkan oleh adonan yang kurang kalis elastis. Ciri dari adonan yang kalis elastis adalah adonan yang terasa tidak lengket di tangan dan lebih mulus.

Cara untuk mengetahui apakah adonan sudah kalis atau belum, adalah dengan mengambil sedikit adonan lalu ditipiskan dan direntangkan. Jika adonan sudah tidak mudah putus dan membentuk lapisan tipis transparan, berarti adonan sudah siap untuk fermentasi berikutnya.

4. Fermentasi yang terkendali

Aktivitas ragi akan berpengaruh terhadap proses fermentasi pada roti. Perhatikan takaran ragi yang akan di gunakan, kualitas ragi, suhu, waktu, serta kelembapan fermentasi. Suhu ideal untuk fermentasi adonan adalah 35 C hingga 40 C. Dibawah 28 C dan diatas 43 C, fermentasi akan menurun, artinya waktu yang diperlukan akan lama.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kelembapan adonan. Caranya dengan melakukan penempatan adonan di lemari khusu fermentasi atau dengan kelembapan 80%, atau secara sederhana Anda bisa dengan menutup rapat adonan dengan plastic. Karena jika adonan dibiarkan terbuka, akan menyebabkan adonan roti menjadi kering.

Tidak mengembangnya roti juga bisa disebabkan kurang lamanya fermentasi, namun sudah langsung dipanggang. Di sisi lain juga, terlalu lama fermentasi juga akan membuat pori-pori terlalu besar dan kasar, aroma asam berlebihan, dan adonan cenderung akan kering.

Fermentasi umumnya akan dibagi 2 tahap, tahap pertama setelah pengulenan biasanya berlangsung 30-45 menit (volume adonan akan menjadi 2 kali lipat) dan tahap kedua setelah adonan dibentuk sekitar 45 menit sampai 1 jam.

5. Suhu dan waktu pemanggangan yang sesuai

Jika bahan sudah pas, adonan sudah kalis elastis dan mengembang sempurna, namun roti tetap keras dan kering, berarti masih ada yang salah dari cara pembuatan Anda. Mungkin salah dari segi suhu dan juga waktu pemanggangannya.

Suhu yang terlalu rendah akan menyebabkan lama pemanggangan yang membuat kulit roti menjadi keras dan teksturnya kering. Suhu yang ideal biasanya adalah 175-180 C selama 15 sampai 20 menit. Beda-beda suhu dan waktu tergantung panas oven Anda masing-masing. Perhatikan juga jumlah roti dan jarak antara satu adonan dengan adonan lain ketika memanggang. Jika terlalu banyak dan dekat jaraknya, bisa jadi roti tidak memperoleh panas yang merata, jadi roti tidak mengembang dengan maksimal.

6. Penyimpanan

Setelah roti matang, jangan dibiarkan terlalu lama di udara terbuka. Segera kemas roti dalam wadah tertutup atau kemasan plastic. Dengan demikian dapat mencegah penguapan air dari roti. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY