Biografi Tri Rismaharini

Gulalives.co, Depok– Nama Tri Rismaharini kembali terdengar gaungnya sebagai kandidat Cagub DKI 1. Partai Risma bernaung yakni PDIP memang sedang mempersiapkan calon-calon terkuat untuk bertarung melawan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Nama Risma memang mencuat, sebab dari beberapa lembaga survei mengatakan bahwa elektabilitas Risma cukup tinggi menyaingi para calon gubernur DKI lainnya. Risma juga menjadi salah satu calon yang sangat diidam-idamkan oleh para elit PDIP.

Saat ini , DPP PDIP sudah memiliki 34 nama yang bakal menjadi calon Gubernur DKI. Dari 34 nama tersebut akan kembali dikerucutkan menjadi lima nama calon gubernur.

PDIP masih melakukan monitor untuk memilih siapa saja kader yang namanya berkembang di masyarakat.

Risma memang menjadi calon terkuat yang bakal diusung oleh PDIP. Sebab, Risma merupakan salah satu kepala daerah yang cukup sukses dalam memimpin daerahnya. Hal itu bisa dilihat dari kemajuan kota Surabaya yang cukup signifikan ketika dipimpin oleh RIsma.

Alasan tersebutlah yang membuat banyak pihak ingin mendorong Risma untuk naik menjadi gubernur DKI di pilkada 2017. Tetapi Risma sendiri secara pribadi belum mengatakan kesiapannya untuk bersaing dengan Ahok di Pilkada.

Tetapi, pada Kamis, (21/07/2016) walikota Surabaya tersebut bertemu dengan ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Jakarta. Entah apa yang dibicarakan dari pertemuan keduanya. Diduga keduanya sedang membicarakan kesiapan Risma untuk naik menjadi Cagub DKI dari PDIP.

Meskipun Risma selalu menjawab ia tidak akan maju menjadi cagub di DKI kepada awak media, saat ditanyakan kesiapannya untuk maju menyaingi mantan Bupati Belitung Timur.

Di DKI Jakarta sendiri PDIP memiliki jumlah kursi terbanyak di DPRD, sehingga PDIP dierbolehkan untuk mengusung calon meskipun tanppa berkoalisi dengan partai manapun.

Apa lagi banyak pengamat yang mengira bahwa Risma tentunya akan menjadi pesaing Ahok terberat. Banyak pengamat mengira bahwa Risma bisa menggulangi kesuksesan Joko Widodo ketika maju sebagai cagub Jakarta.

Padahal saat itu, Jokowi hanya bermodalkan sebagai walikota Solo. Namun Jokowi bisa memenangkan pertarungan pemilihan gubernur DKI dan mendapatkan kursi DKI 1 dengan didampingi Ahok.

Bahkan para pengamat juga menganggap bahwa istri dari Djoko Saptoadji dianggap sebagai sosok yang humanis, dan sosok seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta. Beberapa pengamat mencontohkan hal tersebut dengan membandingkan cara kerja Risma dan Ahok dalam hal penggusuran.

Dalam penggusuran tempat prostitusi di gang Doly Surabaya, Risma dianggap dengan cara kekeluargaan. Berbeda dengan Ahok yang melakukan penggusuran dengan cara kekerasan di pasar ikan. Harusnya Ahok melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan para warga yang akan digusur, seperti di Pasar Ikan, Jakarta Utara.

PDIP sebagai partai pemegang kursi terbanyak di DKI memang menjadi partai yang ditunggu oleh partai-partai lain. Termasuk Ahok sebagai calon yang akan naik sebagai gubernur melalui jalur independen sedang menunggu keputusan dari PDIP.

Meskipun maju sebagai calon independetn, Ahok sudah mendapatkan dukungan dari tiga parpol. Yakni Golkar, Hanura, dan Nasdem.

Jika Risma naik sebagai cagub DKI, maka tiga partai lain juga akan siap memberi dukungannya. Kedua partai tersebut yakni PAN, PKS dan juga PPP.

Cukup banyak kelompok-kelompok yang bersedia untuk mengusung Risma. Seperti halnya JakLovers. Gerakan ini merupakan gerakan yang didirikan oleh Neno Warisman. Pada pertemuan yang berlangsung pada 21 Juli 2016 dibilangan Jakarta Selatan. Mereka meminta Risma untuk kesediannya untuk mencalonkan dirinya untuk maju sebagai gubernur DKI.

Gerakan ini menganggap bahwa Risma merupakan sosok yang dirindukan oleh masyarakat Jakarta. “Memimpin dengan hati tapi diwujudkan dalam kinerja yang profesional berkelas internasional,” kata Neno Warisman.

Tri Rismaharini telah menjabat sebagai walikota Surabaya sejak 2010. Selama menjabat sebagai walikota Surabaya, Risma selalu mendapatkan penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Bahkan Risma sudah mendapatkan penghargaan sebagai walikota terbaik.

Kinerja Risma membangun kota Surabaya juga dilirik oleh lembaga-lembaga internasional. Sehingga Risma dianggap mampu untuk maju sebagai gubernur DKI Jakarta.

Risma juga berpesan kepada para perempuan Indonesia agar tidak takut untuk terjun ke dunia politik. Banyak perempuan yang menganggap bahwa politik lebih terlihat maskulin. Padahal berpolitik adalah jalan untuk menjadi pemimpin.

 

loading...

LEAVE A REPLY