Gambar via: www.huffingtonpost.ca

Gulalives.co, JAKARTA – Setelah Jepang, kini giliran Hongkong dan Perancis ‘disambangi’ Pokemon Go.

Dengan rilisnya permainan yang menggunakan teknologi augmented reality (AR) di Jepang dan Hongkong, bolehlah kita sedikit berharap Pokemon Go akan segera resmi rilis di pasar Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Kabar Niantic Labs – pengembang yang membesut Pokemon Go – bakal merilis Pokemon Go untuk pasar Asia sudah beredar sejak dua minggu lalu. Namun Pokemon Go baru rilis secara resmi di Jepang beberapa hari lalu, dan sempat ditunda karena adanya ‘kebocoran’ yang dierkirakan bisa membebani server jika dipaksa untuk diluncurkan di negeri Matahari Terbit.

Meski belum ada sinyal untuk Indonesia, namun beberapa waktu lalu Niantic sudah install server khusus Pokemon Go untuk melayani pengguna di Indonesia, demikian menurut informasi yang dhimpun laman gopego.

Dengan perilisannya di Perancis dan Hong Kong, kini Pokemon Go sudah dirilis secara resmi di 38 negara. Hal menarik dari Pokemon GO adalah jumlah download atau pengunduhan.

Menurut analisa Sensor Tower, Pokemon Go adalah game mobile pertama yang bisa melebihi 10 juta download. Diperkirakan saat ini Pokemon Go sudah mencapai 30 juta download, baik di iOS dan Android. Tampaknya jumlah ini masih akan meningkat tak terbendung.

Pokemon Go.Foto: shutterstock
Pokemon Go.Foto: shutterstock

Pokemon Go Telan Korban Jiwa

Remaja Guatemala bernama Jerson Lopez de Leon (18) tewas tertembak ketika asyik berburu monster dalam permainan augmented reality tersebut.

Insiden tragis tersebut terjadi di Kota Chiquimula. Leon sedang bermain Pokemon Go bersama sepupunya, Daniel Moises Picen (17). Saat asyik mencari monster di dekat rel kereta tak terpakai, tiba-tiba saja penumpang sebuah mobil van memberondong keduanya dengan tembakan membabi buta.

Dari olah TKP, polisi mengatakan setidaknya 20 peluru menghujani Leon dan sepupunya. Leon tewas saat dibawa ke RS, sedangkan Picen terluka di bagian kaki.

Motif penembakan itu masih terus didalami oleh polisi setempat. Ada dugaan mobil van ini berisi perampok yang mengincar ponsel. Motif lainnya, Leon sejak awal sudah diincar oleh geng setempat untuk dihabisi. Karena memainkan Pokemon Go, lokasinya akhirnya bisa diketahui dari GPS.

Ibu Leon, Rosalinda, terpukul saat tahu anaknya tewas ketika memainkan Pokemon Go. Sebelum kejadian nahas itu, Leon sebetulnya sudah akan tidur. “Dia tiba-tiba keluar rumah karena diajak sepupunya main game,” kata sang ibu.

Tak terhitung lagi insiden-insiden pemain Pokemon Go celaka karena abai pada situasi sekitar ketika berburu monster virtual. Namun baru di Guatemala ini ada pemain sampai meninggal.

Kasus terkait Pokemon Go yang banyak diliput misalnya terbaliknya perahu ditumpangi 20 remaja di danau kawasan New Brighton, Inggris, saat berburu monster.

Ada lagi kasus lain dua remaja di Florida, AS, ditembaki seorang pemilik rumah karena masuk halaman tanpa izin dengan dalih ingin mencari Pokemon. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY