Gulalives.co, SEMARANG -Tidak selamanya sebagai keluarga akan tinggal di rumah kontrakan yang direpotkan dengan biaya sewa secara berkala. Lama tinggal dikontrakkan sama saja dengan tidak meninggalkan apapun untuk keturunan kelak. Disamping itu, suasana kontrakkan tentu saja berbeda dengan berada di rumah sendiri.

Begitu pun juga, bagi keluarga yang masih tinggal ditempat orang tua atau mertua. Pasti dari lubukk hati yang terdalam setiap orang ingin memiliki rumah sendiri sehingga bisa mengatur kehidupan keluarga secara mandiri. Tapi terkadang, untuk memiliki rumah sendiri gampang-gampang susah. Niat sudah ada tapi terkadang terkendala oleh materi. Atau barangkali materi sudah ada, namun masih terkendala pertimbangan sana sini.

Agar anda tidak kesulitan mencari tempat tinggal, ada beberapa tips yang bisa menjadi panduan anda memiliki rumah.

1. Perhitungkan jumlah dana

Memperhitungkan jumlah dana yang anda miliki merupakan langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum membeli rumah. Semisal Anda memiliki uang Rp. 100 juta, maka disarankan untuk jangan terlampau memaksa membeli rumah dengan harga lebih mahal daripada uang yang anda miliki. Anda dapat memilih rumah di kawasan yang agak pinggiran namun harga dan luas tanah sesuai dengan kebutuhan dan kantong anda.

Atau alternatif lain Anda bisa tanya ke bank atau pegadaian, ada banyak properti termasuk rumah yang di jual lelang karena pemiliknya tidak sangup bayar cicilan kredit. Buat beberapa alternatif rumah yang di lelang karena alternatif karena rumah di jual lelang cukup banyak peminatnya.

2. Menabung

Apabila anda ingin memiliki rumah dengan spesifikasi tertentu namun anggaran anda tidak mencukupi. Maka jangan terburu-buru membeli rumah. Mengapa demikian? Karena jika anda terburu-buru untuk memiliki rumah meskipun sempit, maka ketika ada penambahan anggota keluarga, anda akan mengeluarkan uang lagi untuk biaya renovasi, tentunya sangat tidak efektif dan tidak cerdas.

Anda dapat menyisihkan uang penghasilan anda dengan menetapkan target yang diinginkan tentuny dengan memperhitungkan inflasi yang tiap tahun bertambah. Agar dapat menyesuaikan dengan masa depan anda dapat menabung dalam bentuk koin dinar emas atau emas dalam bentuk koin yang beratnya 4,25 gram. Jika dahulu, di abad ke-7 Masehi, satu koin dinar emas bisa membeli seekor kambing, hari ini dengan jumlah koin dinar emas yang sama masih dapat membeli sekor kambing terbaik.

3. Teliti sebelum membeli

Sebelum membeli anda perlu mendapatkan penilaian indikatif dari Bank melalui survey penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang dimaksud. Nilai aset properti semestinya sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Legalitas dokumen yang diperlukan biasanya seperti Sertifikat Tanah (SHM/SHGB/Sarusun), Sertifikat IMB (izin Mendirikan Bangunan), SPPT PBB, Suart Kuasa Jual, Surat Warisan, dan lain-lain.

Selanjutnya, bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit, seandainya semua dokumen yang diperlukan telah dilengkapi. Jika belum, maka mereka akan memberitahu lebih lanjut tentang dokumen yang diperlukan. Anda perlu berkenalang juga dengan rekan-rekan kerja yang berkecimpung di dunia real estat dan properti. Hal tersebut baik untuk kemudahan urusan dan pengetahuan seputar rumah dan tanah, beserta faktor hukum yang meliputinya.

4. Membeli furniture yang awet

Jangan karena anda sudah banyak mengeluarkan uang dalam menyewa arsitektur dan bahan-bahan lainnya, anda jadi takut dan ingin menghemat dalam membeli furniture. Belilah furniture yang lebih awet dan tahan lama, dengan demikian dalam beberapa tahun kedepan anda juga tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan biaya furniture lagi. (YK/DP)

loading...

LEAVE A REPLY