(Foto: lovethispic)

Gulalives.co YOGYAKARTA – Ada kalanya kita tidak bisa menghindari berakhirnya suatu hubungan yang kita jalani. Orang yang sudah bertunangan, bahkan sudah menentukan tanggal pernikahannya pun, ada yang berujung dengan pembatalan pernikahan. Pasangan yang sudah menikah puluhan tahun, tiba-tiba bercerai. Tentu saja tidak seorangpun dari kita yang membayangkan akan mengalami hal tersebut.

Kita perlu introspeksi, bertanya “mengapa” pada diri sendiri. Jadikan jawabannya sebagai bahan pelajaran hidup. Tapi yang lebih penting dari itu semua adalah segera move on. Kita pasti akan bersedih dan merasa terpuruk. Tapi harus segera bangkit karena hidup harus terus berjalan.

Gambar via: www.davidwolfe.com
Gambar via: www.davidwolfe.com

Jean Kim, M.D. seorang psikiater Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS dan Asisten Profesor Klinis Psikiatri di George Washington University, memberikan tips bagaimana untuk move on setelah berakhirnya hubungan kamu.

1. Luangkan Waktu dan Keluarkan

Ini mungkin yang terbaik untuk tidak menekan atau menahan emosi kamu, terutama segera setelah putus cinta. Namun, emosi dapat begitu kuat membuat itu mungkin tidak patut jika terlihat secara publik. Luangkan untuk waktu keluar, pergi ke suatu tempat yang tidak seorang pun mengenali atau peduli dengan apa yang akan kamu lakukan. Lalu menangislah. Berteriaklah. Menjeritlah. Keluarkan yang menyesakkan dadamu. Itu boleh dilakukan.

Foto ketiha yang indah
buzzfeed.com

2. Dengarkan Musik Sedih

Jangka pendek, mendengarkan lagu-lagu melo mungkin memperkuat atau menyalakan kembali kenangan yang menyakitkan. Tetapi itu juga menormalkan kesedihan yang kamu rasakan, sehingga kamu tahu kamu tidak sendirian.

3. Berbicara dengan Orang-Orang yang Mendukung

Keluarga dan teman-teman bisa membantu, tapi pastikan kamu mengenali batas-batas mereka juga. Kamu bisa juga memutuskan meminta bantuan profesional dari psikiater yang mungkin memberikan masukan dari sudut pandang yang lebih netral dan bisa tahan lama. Mereka juga dapat menunjukkan pola yang lebih dalam dari pikiran atau perilaku bahwa hubungan yang rusak mungkin gejala dari sesuatu, sehingga hubungan masa depan dapat sehat dan bahagia.

Gambar via: www.keyword-suggestions.com
Gambar via: www.keyword-suggestions.com

4. Baca Buku Tentang Putus

Kata-kata tenang di halaman buku yang menjelaskan apa yang akan kamu lalui bisa menenangkan kamu dengan cara sedikit berbeda. Hal ini juga membantu menyetel ulang pusat logika otak kamu yang mungkin keadaan emosi telah mematikan atau membanjirnya.

5. Tidur, Makan, dan Olahraga

Sangat menggoda untuk membuang jadwal kebiasaan kamu sehari-hari ke luar jendela. Tapi sekarang adalah waktu yang paling penting untuk menaatinya. Jaga jadwal tidur dan makan seperti biasa, dan keluarkan energi kemarahan kamu dengan berolahraga. Mungkin sulit dilakukan pada awalnya, tetapi berusaha untuk setidaknya melakukan gerakan akan mempercepat proses penyembuhan.

Mau Otot Kencang, Wajah Sedap Dipandang, dan Lemot Berkurang Ini Caranya

6. Perlakukan Diri Kamu dengan Baik

Sekarang adalah waktu yang baik untuk melakukan ritual perawatan diri di salon, yang mungkin di waktu lain kamu menganggapnya tidak perlu. Pergilah berbelanja membeli pakaian, aksesoris, atau makeup. Dapatkan potongan rambut baru. Gigit beberapa cokelat atau apapun yang meningkatkan rasa pada diri kamu karena seseorang layak untuk memiliki kenyamanan dan kebanggaan diri.

7. Temui Orang-Orang Baru

Melakukan lompatan mungkin beresiko, tapi itu tidak masalah jika kamu benar-benar siap untuk memulai hubungan baru. Rata-rata dibutuhkan tiga sampai enam bulan untuk bisa kembali menjalin hubungan asmara yang baru. Dan sebenarnya, ini mungkin adalah cara tercepat untuk mengembalikan perasaan seseorang bahwa ia adalah seorang pasangan yang layak dimiliki seseorang. Kuncinya adalah lakukan secara perlahan dan mantap.

(Foto: Datetricks)
(Foto: Datetricks)

8. Buat Batasan-Batasan Tegas

Salah satu hasil terburuk dari putus cinta adalah putus lagi, nyambung lagi, hubungan yang tidak jelas, yang hampir selalu mengarah ke sakit hati yang semakin memburuk. Ini bukan mengatakan bahwa kamu tidak harus mengakhiri hubungan yang tidak jelas atau mendiskusikan masalah-masalah dan pertanyaan penting yang belum terselesaikan, atau perdamaian yang tidak pernah terjadi dengan mantan. Tapi sebisa mungkin, setelah putus cinta terjadi, kamu harus membatasi kontak dengan orang itu. Itu adalah satu-satunya cara untuk bergerak maju dan sembuh.

Mari Luruskan Salah Kaprah tentang Depresi

Jika sewaktu-waktu, kamu merasa begitu kewalahan menghadapi kenyataan tentang hancurnya hubungan kamu dengan pasangan hingga membuat kamu menjalani hidup dengan alkohol atau obat-obatan, dan/atau tidak dapat menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya, dan jatuh ke dalam depresi dan/atau kecemasan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Putus adalah peristiwa biasa, tetapi tetap dahsyat dalam pengalaman hidup kita, dan mereka perlu diberi perhatian lebih. Kabar baiknya adalah bahwa dalam banyak kasus, setelah hujan deras, awan berlalu. Pada akhirnya, putus dapat menyebabkan pertumbuhan positif dan kedewasaan diri seseorang, lebih dalam mengenali diri, dan hari-hari yang lebih baik ke depannya.

loading...

LEAVE A REPLY