Perempuan yang bekerja menafkahi keluarga akan mendapatkan ganjaran amal setimpal.

Gulalives.co, JAKARTA – Ada fakta mengejutkan mengenai perempuan yang lulus dari perguruan tinggi dan siap kerja. Mereka ini – sebagian besar ternyata memiliki rasa kurang percaya diri menjelang usia masuk dunia kerja.

Hal yang cukup mengagetkan ini merupakan temuan badan amal Girlguiding usai melakoni jajak pendapat terhadap 1.627 remaja perempuan dan wanita muda. Dari peserta perempuan usia 17-21 tahun yang ditanyai, hanya sepertiga dari mereka yang yakin bisa bersaing dengan pria.

Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan 90 persen anak-anak perempuan umur 9 sampai 10 tahun yang yakin bisa melakukan pekerjaan sama dengan kaum laki-laki. “Ini adalah tanggung jawab kita untuk mengubah hal ini,” kata pimpinan eksekutif badan amal Girlguiding, Julie Bentley seperti dikutip laman BBC.

Dalam survei tersebut, hanya 25% dari kelompok perempuan berusia 17-21 tahun yang mengatakan bahwa mereka merasa “kuat”. Di kelompok para gadis yang berumur 11 sampai 16 tahun, jumlah yang mengaku “kuat” mencapai sepertiganya.

Perempuan yang bekerja menafkahi keluarga akan mendapatkan ganjaran amal setimpal.
Perempuan yang bekerja menafkahi keluarga akan mendapatkan ganjaran amal setimpal.

Penyebab Rasa Percaya Diri Merosot

Badan amal Girlguiding menyebutkan temuan survei tersebut menunjukkan sikap anak-anak perempuan berubah seiring dengan kesadaran mereka akan hambatan yang dihadapi para wanita di dunia kerja.

“Penelitian terbaru ini menunjukkan anak-anak perempuan didera rasa kurang percaya diri pada sebuah tahap penting dalam kehidupan mereka, ketika mereka mulai berpikir tentang masa depan, memasuki kerja atau mulai belajar di universitas,” kata Bentley.

Menurut Bentley, telah menjadi tanggung jawab lembaga yang dipimpinnya untuk membangun kepercayaan diri anak-anak perempuan dan memberdayakan mereka untuk mengambil peran kepemimpinan di usia yang sangat dini.

Lembaga Girlguiding telah meminta para eksekutif wanita terkemuka untuk membimbing para anak perempuan berusia 14 hingga 17 tahun dari seluruh Inggris di sebuah kamp khusus di Bedfordshire.

Direktur komersial perusahaan kereta api cepat HS2, Beth Barat, mengatakan bahwa dengan mengambil bagian dalam pelatihan itu, dia berharap bisa menginspirasi dan mendorong para perempuan muda agar mereka tidak merasa ada hambatan dalam mencapai tujuan mereka.

Sevasti Wong, direktur manajer di sebuah perusahaan konsultan Accenture, mengatakan hal itu penting “untuk menghilangkan mitos bahwa mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan terlalu sukar bagi anak-anak perempuan”.

Salah seorang peserta asal Cambridge, Sophie, 16 tahun, mengatakan dirinya berharap bisa mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan kepemimpinan dan ketahanan di kamp pelatihan tersebut.

Apakah kamu juga merasakan hal yang sama, Ladies? (VW)

loading...

LEAVE A REPLY