Gaya belajar analitik sumber foto: www.visitchislehurst.org.uk

GULALIVES.co, Depok- Jika Indonesia punya Joey Alexander sebagai child prodigy dalam bidang musik, Inggris puny Alma Elizabeth Deutscher. Ia adalah bocah perempuan kelahiran 2005 yang disebut-sebut sebagai “Mozart kecil”. Lahir di Dorking, Inggris, Alma kecil sudah mempunyai kebiasaan merangkai suara-suara di dalam pikirannya. Tak menyangka, suara-suara ini adalah melodi yang mengantarkannya mengkomposisi sonata piano pertamanya di umur enam tahun. Pada usia ke tujuh Alma berhasil menyelesaikan komposisi musik besar pertamanya yang diberi judul “The Sweeper Dream”.

Anak-anak seumurannya yang baru menginjak umur 10 tahun mungkin sedang asyik bermain boneka bersama teman-temannya. Ada juga yang asyik menonton kartun di televisi. Namun di umurnya yang baru memasuki angka 10, Alma justru telah menyelesaikan konser okestra pertamanya. Desember 2016 nanti Alma akan memamerkan kebolehannya di Wina di bawah konduktok Zubin Mehta. Konser okestra pertama Alma diberi nama Cinderella, sesuai dengan dongeng kesukaan Alma.

Untuk mencari, Alma punya cara sendiri. Ia segera mengeluarkan tali skippingnya dan memulai melakukan skipping. Alma berkata, ia mendengar banyak suara yang menginspirasinya saat melakukan skipping. Usai skipping Alma akan berlari ke arah piano, mengambil lembaran note musik kosong dan pensil. Ia lalu menulis melodi-melodi yang ia dengar saat melakukan skipping.

Selain bermain piano, Alma juga bisa bernyanyi. Saat Natal tahun 2013 silam, tepatnya saat Alma masih berumur 8 tahun, ia mengkomposisi musik berjudul “The Night Before Christmas” dimana ia memusikalisasi tulisan karangan Clement Clarke Moore. Alma mengajak adiknya Helen untuk melengkapi musikalisasi yang ia ciptakan.

Alma sering kali dikait-kaitkan dengan musisi kelas dunia Mozart. Banyak yang berkata ia adalah penerus Mozart karena sama-sama child prodigy di bidang musik. Saat diwawancara oleh radio BBC, Alma ditanya bagaimana perasaannya dibanding-bandingkan dengan Mozart. Dipenuhi dengan senyuman, Alma lantas menjawab,

“Aku bangga dibanding-bandingkan dengan musisi kelas dunia seperti Mozart, tapi aku tidak mau menjadi anak yang memainkan karya-karya ciptaan Mozart. Aku ingin membuatnya sendiri, maka aku lebih suka dipanggil dengan sebutan little Alma (Alma kecil)”.

Alma adalah satu dari segelintir anak yang memiliki kecerdasan tinggi di suatu bidang, contohnya musik. Namun dibalik nama besarnya, Alma hanyalah seorang anak-anak yang masih mau bermain seperti anak seumurannya. Semoga Alma tumbuh menjadi sosok yang dicontoh generasi muda lainnya dan ia tak berhenti berkarya di bidang musik.

Untuk melihat kecerdasan Alma di bidang musik, kunjungi channel youtube-nya di sini. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY