Pijat Telinga Bisa Kembalikan Kondisi Kesehatan, Kok Bisa?
Pijat Telinga Bisa Kembalikan Kondisi Kesehatan, Kok Bisa?

Gulalives.co, JAKARTA – Pelukis terkenal dan legendaris Vincent Van Gogh memberikan potongan telinganya kepada seorang wanita muda bernama Gabrielle Berlatier. Fakta ini terungkap dalam sebuah temuan yang dipublikasikan di jurnal The Art Newspaper.

Nama lengkap perempuan itu sebelumnya tidak disebutkan penulis Bernadette Murphy dalam buku terbaru tentang pelukis Van Gogh berjudul “Van Gogh’s Ear: The True Story” yang diterbitkan pekan lalu. Pasalnya, Murphy mengaku sudah berjanji kepada keturunan perempuan yang dimaksud untuk menjaga kerahasiaan namanya.

Akan tetapi, setelah buku itu dipublikasikan, The Art Newspaper menindaklanjuti rincian dalam buku itu dan menemukan nama lengkap putri seorang petani yang dikisahkan, dalam catatan Institut Pasteur di Paris, tempat ia dirawat akibat rabies setelah digigit anjing.

Martin Bailey, yang menulis kisahnya dalam The Art Newspaper, mengatakan penemuan nama wanita yang akhirnya terpecahkan itu sebagai “salah satu misteri yang melibatkan Van Gogh”.

Buku “Van Gogh’s Ear: The True Story” mengungkap fakta bahwa Van Gogh mengiris seluruh bagian telinganya, bukan hanya memotong bagian cupingnya atau sebagian telinganya saja.

Van Gogh disebutkan ‘menghadiahi’ potongan telinga itu kepada Gabrielle dengan tulisan, “Jaga benda ini dengan hati-hati.”

Berdasarkan penelitian terbaru, Gabrielle bekerja sebagai pembantu di rumah-rumah bordil saat dia ‘dihadiahi’ potongan telinga Van Gogh.

The Art Newspaper juga menunjukkan bahwa Gabrielle juga mungkin bekerja sebagai tukang bersih-bersih di Cafe de la Gare, yang dijalankan oleh dua teman Van Gogh. Sang pelukis juga diketahui telah tinggal di tempat itu selama beberapa bulan.

Hal ini, sebut artikel itu, “kemungkinan membangkitkan rasa ingin tahu bahwa wanita itu adalah seseorang yang sering Van Gogh temui”.

Nama Gabrielle telah terungkap pada 1936 dalam sebuah artikel yang mengutip keterangan ketika polisi dipanggil ke rumah bordil di Arles, tempat Van Gogh memotong telinganya pada 1888.

Namun sejumlah laporan dalam surat kabar saat itu menyebut nama Rachel, yang kemungkinan merupakan nama julukan.

Pelukis itu mengiris telinganya karena menderita depresi berat dan sehari kemudian dibawa polisi ke rumah sakit. Setelah peristiwa itu, pelukis terkenal ini bunuh diri pada 1890, demikian dilaporkan BBC. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY