Biografi Tri Rismaharini

Gulalives.co, Depok– Sosok Risma Tri Raharini sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Risma yang merupakan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkenal ketika ia menjabat sebagai walikota Kota Surabaya, Jawa Timur.

Risma ternyata tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia. Kepemimpinan Risma yang sangat berbeda dengan gaya kepemimpinan kepala daerah lainnya di Indonesia. Risma merupakan walikota terbaik di Indonesia dan juga dunia.

Penghargaan sebagai walikota terbaik di dapatkan Risma karena ia dapat membangun Kota Surabaya menjadi kota yang lebih rapih, dan juga saat ini menjadi kota yang cukup ramah lingkungan. Saat ini Kota Surabaya dibawah kepemimpinan Risma menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia. Kota Surabaya juga menjadi kota yang cukup rapih di tangan Risma.

#1. Pendidikan

Risma bukanlah terlahir di Surabaya, beliau lahir di Kota Kediri. Ia besar di Kota Kediri dan menempuh pendidikan di salah satu SD Negeri di Kota Tahu ini. Risma lulus SD pada tahun 1973. Lalu, ketika SMP Risma melanjutkan pendidikan di SMP 10 Surabaya, dan lulus pada tahun 1976. Kemudian ia melanjutkan SMAN 5 Surabaya dan lulus pada 1980.

Ketika kuliah Risma mengambil pendidikan sarjana di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengambil jurusan arsitektur, dan Risma menyelasaikan pendidikan S1 pada 1987. Lalu, Risma kembali melanjutkan pendidikan S2 mengambil jurusan pascasarjana Manajemen Pembangunan Kota di kampus yang sama. Risma menyelesaikan S2 pada tahun 2002.

#2. Karir

Wanita kelahiran 20 November 1961 ini mengawali karir di birokrasi dengan memulai karir sebagai Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya pada tahun 1997-2000, lalu Risma diemban tugas sebagai Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang di 2001, lalu Kepala Cabang Dinas Pertamanan pada 2001.

Risma melanjutkan sebagai Kepala Bagian Bina Bangunan pada 2002, dan menjadi Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan di 2005, serta menjadi kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan 2010. Sejak 2010 Risma pun di amanatkan oleh masyarakat Surabaya untuk menjadi walikota di kota Pahlawan tersebut.

#3. Penghargaan

Di tangan dingin Ibu dua anak ini, kota Surabaya sudah cukup banyak mendapatkan penghargaan nasional dan internasional. Prestasi Risma memang tidak hanya diakui oleh Indonesia, tetapi juga dunia.

Di tingkat internasional Risma telah membawa Surabaya untuk mendapatkan penghargaan sebagai Kota Terbaik Se- Asia Pasifik versi Citynet di tahun 2012. Masih di tahun yang sama Risma mendapatkan penghargaan Kota Berkelanjutan ASEAN, Enviromentally Award 2012.

Di tahun berikutnya Risma menjadi 10 wanita paling inspiratif  versi Majalah Forbes, dan meraih dua penghargaan tingkat Asia Pasifik di ajang FutureGov Award 2013, yakni Data Center dan Data Inclusion melalui Broadband Learning Center (BLC), penghargaan ini di dapatkan Risma dengan bersaing terhadap 800 kota lainnya di Asia Pasifik.

Masih di tahun 2013, Taman Bungkul mendapatkan pengharagaan “The 2013 Asian Townscape Award” (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari PBB.

Di tahun 2014, istri dari Djoko Saptoadji ini mendapatkan penghargaan sebaga walikota terbaik dan masih di tahun 2014, Risma mendapatkan penghargaan Socrates Award kategori Future City dari European Business Assembly (EBA).

#4. Pemimpin Perempuan Penuh Ketegasan

Risma memang sangat terkenal sebagai walikota yang cukup ramah terhadap rakyatnya. Terbukti bahwa Risma selalu melakukan blusukan untuk mengetahui apa yang menjadi masalah oleh masyarakat. Risma mengaku, bahwa dirinya bukanlah sosok pemimpin yang hanya duduk di ruang kerja. Karena menurutnya masalah tidak ada di ruang kerja tetapi ada d lapangan.

Dibalik ketegasannya, Risma juga sebagai walikota yang sangat peduli terhadap rakyat kecil. Ia selalu berusaha menciptakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat miskin di Surabaya. Risma selalu belajar dari rakyatnya. Dari hasil blusukannya lah Risma bisa mendapatkan program yang harus diterapkan di Kota Surabaya.

#5. Walikota Perempuan yang Sangat Berani

Selain tegas, Risma juga dikenal sebagai sosok pemimpin pemberani. Risma selalu tak gentar menghadapi siapapun, jika ia merasa benar. Risma dikenal sebagai pemimpin bermental baja. Hal itu terbukti, bahwa dirnya tidak pernah menggunakan penggawal pribadi, dan ia tidak takut dengan siapapun.

Risma pernah berkata bahwa ia tidak takut mati. Sebab, semuanya telah diatur oleh Tuhan. Meskipun beberapa kali Risma diminta mundur sebagai walikota, ia pun siap untuk mundur. Tetapi masih banyak warga Surabaya yang membutuhkan Risma, sehingga ia membatalkan niatnya untuk mundur.

#6. Isu Menjadi Gubernur DKI

Isu Tri Rismaharini menjadi orang nomor 1 di Ibukota memang sudah santer terdengar. Apa lagi Risma menjadi Calon Gubernur DKI untuk menandingi Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Banyak kelompok-kelompok yang menginginkan Risma menjadi DKI 1. Tetapi Risma selalu menolak untuk menjadi orang nomor satu di Ibukota. Risma menganggap jika ia mencalonkan diri sebagai gubernur DKI, ia menganggap bahwa hal itu sama saja memainkan warga Surabaya. Sebab, warga Surabaya telah mengamanahkan ia untuk memegan jabatan sebagai walikota Surabaya. Bahkan Risma telah menemui Ketua Umum PDIP agar dirinya tidak di calonkan menjadi Gubernur DKI.

Sebenarnya sejak, Ahok memimpin Jakarta untuk menggantikan Joko Widodo yang maju sebagai Presiden, Risma telah digadang-gadangkan untuk membantu Ahok menjadi wakilnya di Jakarta. Tetapi hal itu tidak terbukti, PDIP sebagai partai yang menaungi Jokowi dan Risma akhirnya memilih Djarot Saiful Hidayat. Djarot yang juga sebagai kader PDIP merupakan mantan Walikota Blitar.

LEAVE A REPLY