Manfaat mainkan Pokemon Go bagi kesehatan. Foto: shutterstock

Gulalives.co, JAKARTA – Demam Pokemon Go makin menjadi-jadi. Banyak orang tergila-gila dan tak bisa melepaskan diri dari permainan yang bisa diakses melalui ponsel pintar.

Simak penuturan Jon Norris, kepala bagian konten di perusahaan yang bergerak di bidang digital di Brighton, Inggris selatan ini. “Saya mengunduhnya karena banyak orang dewasa di Amerika Serikat bermain game ini dan sepertinya mereka tergila-gila,” kata Jon Norris.

Norris sedang membicarakan permainan Pokemon Go yang tengah populer saat ini. Prinsip dasar game Pokemon Go yang memanfaatkan teknologi augmented reality ini adalah melacak dan menemukan Pokemon virtual di sekitar kita. Game ini telah diunduh jutaan kali di seluruh dunia.

Lantas, mengapa banyak orang jatuh cinta dan tergila-gila dengan Pokemon Go?

Salah satu faktor kesuksesan Pokemon Go yang begitu fenonemal adalah kemudahan memainkan game ini, kata Andrew Przybylski, psikolog di Institut Internet Oxford yang banyak melakukan kajian tentang game.

Bagi banyak orang, ponsel pintar, dan GPS (sistem pemosisi global) bukan barang asing. Siapa yang tak punya ponsel pintar dan siapa pula yang tak menggunakan aplikasi peta?

Faktor lain adalah nostalgia. Banyak penggemar Pokemon Go yang memang sudah jatuh cinta dengan karakter ini ketika seri pertama Pokemon diluncurkan pada 1996.

Tapi nyatanya nostalgia saja tidak cukup. Przybylski mengatakan permainan yang menjual nostalgia masa lalu juga harus punya unsur ‘kebaruan’ dan ‘keasyikan’ agar mendapat sambutan hangat.

“Agar bisa asyik, pemain harus merasa percaya diri, game harus memberi mereka keleluasaan untuk melakukan eksplorasi, dan terhubung dengan para pemain lain. Jika tiga faktor ini terpenuhi, besar kemungkinan game tersebut akan sukses besar,” papar Przybylski.

Tiga syarat ini dipenuhi Pokemon Go, seperti dikatakan Norris yang kini lebih aktif menjelajahi daerah Brighton dengan Pokemon Go.

“Ada banyak jalan di Brighton yang tidak saya ketahui sebelumnya,” kata Norris.

Karena begitu asyiknya mencari Pokemon dunia maya, ada yang sampai berada di luar rumah hingga tengah malam atau bahkan ketika menunggu istri yang tengah melahirkan.

Terlihat aneh memang, tapi sejatinya keanehan ini juga mendorong munculnya faktor lain yang juga membuat Pokemon Go sukses besar: perbincangan di media sosial.

Pada 2013, wartawan Inggris Charlie Brooker menyebut Twitter sebagai salah satu permainan yang mengubah dunia.

Mungkin Anda bertanya apakah Twitter bisa dikategorikan sebagai game? Jawabannya ya, menurut Brooker. Pada Twitter terdapat beberapa unsur yang membuat layanan media sosial ini tak ubahnya game. Misalnya ada kompetisi yang berbasis sistem poin (yang ditandai dengan jumlah pengikut).

Jadi, media sosial adalah permainan atau setidaknya bisa dimainkan seperti layaknya aplikasi game. Nah, Pokemon Go punya potensi besar untuk di-meme-kan di media sosial. Lihat saja berapa meme Pokemon Go yang sudah beredar di Twitter, Facebook, Snapchat, atau di layanan pesan WhatsApp.

Dan bisa diperkirakan, meme yang lucu sudah hampir pasti mendapat hujan komentar dan akan langsung disebar ke yang lain.

Jadi, Pokemon Go tidak hanya game tapi juga media sosial. Dalam konteks kesuksesan Pokemon Go, faktor media sosial dan interaksi sosial tak bisa diremehkan.

Banyak pemain yang mengaku sekarang lebih interaksi dengan orang di dunia nyata gara-gara Pokemon Go, jadi harus diakui game ini mendorong interaksi dengan orang lain, baik online maupun secara langsung.

Menurut Przybylski Pokemon Go adalah game era media sosial. “Era media sosial secara tidak langsung telah melatih kita untuk siap memainkan Pokemon Go,” kata Przybylski.

Nah, pertanyaannya sekarang, apakah kesuksesan yang luar biasa ini akan bertahan lama atau akan bernasib seperti game-game lain, yang menghilang dalam hitungan pekan atau bulan.

Tentu belum bisa dijawab sekarang. Tapi yang pasti di balik itu semua, ada faktor-faktor psikologis yang membuat orang tergila-gila dengan Pokemon Go, demikian seperti dipaparkan BBC. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY