Panorama kota Los Angeles di Amerika Serikat.

GULALIVES.co, Depok- Benua Amerika yang ditemukan oleh pelayar Christopher Colombus ternyata ada unsur keterlibatan orang Indonesia. Berdasarkan laporan pelayarannya yang pertama (Agustus 1942- Maret 1943) kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella di Catalonia, Spanyol dan merujuk catatan Miguel Pericas of Cadiz yang merupakan penulis yang turut serta petualangan Colombus, diketahui telah ada masyarakat di sana.

Dikatakan mereka bertemu dengan masyarakat yang ketuanya disebut Keucik dan Kuasanagari.

“Desa itu terletak di pedalaman. Lebih kurang satu mil dari laut. Sebuah jalan di antara ladang-ladang telah dikerjakan dengan sangat baik. Ada tanah lapang yang besar di depan rumah Keucik. Di tanah lapang itu lah beberapa malam belakangan berlangsung pesta hingga fajar. Kami dijamu layaknya raja-raja. Makanan yang paling pokok ialah ikan yang dibubuhi bumbu,” tulis Pericas dalam catatan perjalanannya.

Berikut cuplikan harian Miquel Pericas tentang kedatangan Kuasanagari,

“Kuasanagari diangkut dalam sebuah tandu yang dipikul delapan orang. Dikelilingi para pembesarnya. Barisan paling depan, rombongan genderang dan para penari.

Mereka punya beberapa hukum dan bersikap memelihara seluruhnya. Kebanyakan hak milik, dimiliki bersama. Dan apapun yang mereka lakukan, mereka lakukan secara bersama-sama.”

Berdasarkan catatan harian Pericas, Joesoef Sou’yb dalam Pelaut Indonesia Menemukan Benua Amerika Sebelum CH menafsirkan ciri-ciri yang disampaikan Pericas sama dengan adat-istiadat orang Sumatera.

Joesoef melanjutkan, “segalanya milik bersama dan dikerjakan bersama untuk kepentingan bersama memang merupakan ciri hak milik sepanjang adat Minangkabau”. Barisan genderang yang dituliskan Pericas juga menambah keyakinan bahwa orang Sumatera telah ada terlebih dahulu sebelum Colombus.

Cara jamuan yang dilakukan di rumah Keucik juga jadi sorotan. Dituliskan Colombus duduk di samping Kuasanagari yang diperlakukan dengan penuh hormat. Tradisi jamuan itu mirip seperti jamuan pemuka adat di daerah Minang dan Aceh. Di dunia ini pimpinan kaum dengan istilah Keucik hanya ada di Aceh dan Kuasanagri hanya ada di Minang.

Pertanyaannya, bagaimana bisa orang Aceh dan Minang bisa sampai di tanah Amerika?

Lewat tulisan Pericas, ia mengisahkan bahwa mereka berlabuh di ujung tanjung Cuba sebelah timur pada 5 Desember 1492. Penduduk setempat langsung melarikan diri saat melihat kapal besar berlabuh sampai akhirnya suatu rombongan yang besar jumlahnya datang ke pantai dengan seorang tokoh di atas tandu. Ialah pemuka mereka, yakni Cacique (Kecucik).

Pericas lalu menceritakan kedatangan Colombus justru disambut baik, ia dianugrahi berbagai cinderamata dan pakaian. Sifat penduduk dan Keucik yang ramah semakin menguatkan bahwa mereka memang orang Aceh dan Minang yang menyambut Colombus saat berlabuh di benua Amerika.(AH)

loading...

LEAVE A REPLY