Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda.

Gulalives.co, Depok – Ayah dan Bunda sobat gulalives, beberapa hari ini sedang ramai pemberitaan tentang seorang netizen yang mempunyai pengalaman menjenguk anak temannya yang sedang sakit. Dalam postingan Andi Teposs tersebut nampaknya membuat sebagian netizen larut dalam suasana haru biru.

ilustrasi (rockingmama.id)
ilustrasi (rockingmama.id)

Dalam akun ini menceritakan seorang anak perempuan yang berumur sekitar enam tahun ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Hal yang menyebabkan ini pun sangat menjadi perhatian dan pelajaran yang berharga bagi para orang tua. Sang ibu dari anak ini memiliki obsesi yang tinggi terhadap anaknya, beliau menginginkan anak perempuannya ini kelak menjadi orang pintar. Selain sekolah, aktifitas diluar sekolah pun diikuti sang anak untuk menunjang keinginan sang ibunda.

Sampai pada akhirnya, anak perempuan ini merasa tekanan akibat kejenuhan hari-harinya karena harus mengikuti obsesi sang bunda tersebut. Diketahui bahwa sang bunda tersebut merupakan wanita karir lulusan S2 dari universitas ternama. Berikut adalah postingan yang menjadi viral di dunia maya.

Pelajaran berharga untuk yg punya cucu atau anak …

Hari ini saya berkunjung ke sebuah rumah sakit, membezuk anak teman saya yang sedang sakit.

Teman saya ini seorang wanita karir lulusan S2 dari sebuah universitas ternama.

Anaknya adalah seorang anak perempuan yang cantik, umurnya baru 6 tahunan. tak lupa saya membawakan sebuah boneka sebagai buah tangan.

-Waktu saya datang dia langsung mengenali saya sbg teman mamanya ..

” bu siti ya?”

“iya” jawab saya, agak terharu karena dia mengenali saya

” Ayoo.. bu siti.. 42: 6 berapa?”

” Kalau do’a masuk kamar mandi?”

-Kemudian dia menirukan gaya mengajar bu gurunya di kelas,
Ada senam bersama, lalu dia menirukan gerakan senam versi dia kemudian menyanyikan lagu 5 x 5 =25, setelah itu dia melafalkan doa sebelum makan.

” bu siti ..ayo..buat kalimat.. saya pergi ke sekolah setelah itu pulangnya ke mall, bisa?”

– Lucu?? Pintar?? Cerdas??..

mungkin itu juga yang ada di benak teman- teman saat mengikuti celoteh anak perempuan teman saya itu.
Namun selama saya hadir disitu sang bunda terus menerus menyeka air matanya.
Ÿä.. saya turut prihatin dg penyakit yg sedang diderita oleh anaknya…

Penyakit apakah itu? Yang pasti bukan sembarang penyakit seperti anak anak biasa, bukan demam, bukan batuk, dan bukan pilek.

Jangan terkejut teman teman… karena saya berkunjung bukan di rumah sakit biasa, saya sedang berada di Rumah Sakit Jiwa…

Ya… sebuah Rumah Sakit Jiwa di kawasan Jakarta Timur.

-Apa yg sebenarnya terjadi??

Minggu2 terakhir ini sang anak sangat suka menangis.

Kalau ditanya apa saja…jawabnya sering ngelantur, “7” “24 : 6 = 4…””how are you” , dan jawaban lain seperti huruf hijaiyah, kemudian menirukan gaya gurunya mengajar.

Yg lebih mengharukan lagi, saat melihat sang bunda menangis, si anak cuma bilang..”bunda jangan nangis..aku kan pinter..tapi aku ga mau tidur sama bunda yaa..aku maunya sama dokter ganteng/cantik aja..”

Dia memang tinggal di kamar VIP… jadi memang ada dokter yg menemani sehari-hari…

Dan ternyata ada 5 anak kecil yg masuk rumah sakit jiwa itu.. tapi dia yg paling kecil…sisanya umur 12 tahunan.. karena broken home..

ilustrasi (penulispro.com)
ilustrasi (penulispro.com)

Dengan adanya kejadian ini tentu Ayah dan Bunda harus lebih mengurangi ambisi nya yaa, jangan memaksakan sang anak untuk menjadi cerminan Ayah dan Bunda, apalagi jika anak tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar. Resiko kejadian ini terulang tak dapat dihindarkan. Biarkan sang anak tumbuh menjadi dirinya sendiri, Ayah dan Bunda cukup menuntunnya agar tidak terjebak dalam pergaulan dan pelajaran yang salah.

loading...

LEAVE A REPLY