Gambar via: www.isabellwedding.com

Gulalives.com, YOGYAKARTA – Segera menghalalkan hubunganmu dengan orang yang kamu cintai memang menjadi idaman setiap pasangan. Tapi, nikah itu bukan sekedar ijab sah dan pesta pernikahan. Justru kehidupan sesungguhnya baru dimulai setelahnya.

Pernah nggak sih kamu mikirin bagaimana kehidupan setelah menikah? Kamu akan menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang sama. Pasanganmu akan berubah seiring waktu. Kamu akan memiliki anak-anak yang juga perlu bekal untuk menjalani semuanya itu.  Sebelum kamu memutuskan untuk menikah, kamu perlu persiapkan hal-hal penting berikut ini.

Benarkah, kalau ijab qabul itu harus satu tarikan nafas? (foto: weddingku.com)
Benarkah, kalau ijab qabul itu harus satu tarikan nafas? (foto: weddingku.com)

Niat dan Kriteria Calon Pasangan

Niat kamu nikah buat apa? Apakah sekedar untuk menghilangkan status jomblo, agar tidak jadi omongan masyarakat lagi? Atau ingin menggenapkan setengah agamamu? Nah, kalau niatmu untuk menggenapkan setengah agamamu, maka insya Allah, Allah akan memudahkan semua urusan pernikahanmu, karena niat yang begini sesuai dengan maunya Allah.

Kamu juga tidak akan memasang kriteria yang banyak dan aneh-aneh. Kalau memang niat kamu menikah niatnya untuk ibadah, maka kamu akan mengutamakan kriteria sholih/sholehah daripada lainnya. Apakah boleh memasang kriteria lainnya? Boleh. Boleh banget. Asalkan kriteria itu memang penting dan masuk akal.

Kamu mengharapkan cowok ganteng. Boleh. Tapi itu kriteria berikutnya setelah sholeh  ya. Karena ingat ketampanan itu akan luntur dengan bertambahnya usia si cowok. Kriteria pria dengan penghasilan sekian puluh juta perbulan. Boleh. Karena untuk berumah tangga itu tentu saja perlu materi, apalagi jika sudah punya anak. Tapi kriteria ini setelah sholeh ya. Karena bisa saja dia bangkrut atau dipecat sehari setelah akad nikah.

Gambar via: www.hamilton.edu
Gambar via: www.hamilton.edu

Kenapa sih kriteria sholeh/sholehah yang diutamakan? Dalam sebuah hadits dijelaskan, kalau seorang pria yang baik agamanya, dia tidak akan menyakiti atau menghina istrinya ketika dia marah. Tentu tidak ada seorang wanitapun yang mau mengalami KDRT kan ya?

Kalau cewek bagaimana? Cewek yang sholihah akan memiliki sikap qona’ah atau ridho dengan berapapun pemberian suaminya. Dan yang penting lagi, dia akan mengajarkan kebaikan-kebaikan kepada anak-anaknya kelak.

Persiapan Ilmu

Benar bahwa tidak akan ada habisnya belajar tentang pernikahan yang sebenarnya belajar tentang manusia yang selalu berubah. Tapi setidaknya kamu perlu ilmu dasar terlebih dahulu tentang pernikahan.

  1. Sebelum menikah, kamu perlu tahu tentang hukum menikah, kriteria calon, mahar, dan walimah (pestar pernikahan), dan lain-lain.
  2. Setelah menikah, kamu perlu bekal ilmu tentang cara berhubungan intim, cara mandi wajib (janabat),  hak dan kewajiban suami/istri, mengelola keuangan keluarga, dan sebagainya.
  3. Setelah hamil punya anak, kamu perlu pengetahuan tentang menjaga kehamilan dan melahirkan, najis-najis dan cara membersihkannya, makanan sehat buat anak, dan seterusnya.
  4. Kamu juga perlu membaca buku-buku psikologi terkait kepribadian karena orang akan berubah sikap dan karakternya seiring usianya bertambah dan faktor-faktor lainnya seperti berubah status menjadi seorang ibu/anak.
Wanita Kutu Buku
Sumber: pinterest.com

Wow, banyak juga ya. Tapi semua itu tidak akan sia-sia kok. Tentu akan beda pernikahan antara pasangan yang punya ilmu dengan yang tidak. Coba deh kamu perhatikan pasangan sudah menikah yang ada di sekitarmu.

Kamu bisa baca-baca artikel terkait di internet. Tinggal buka HP, selesai deh. Beli buku kalau memang kamu tidak menemukannya di internet. Irit dan mudah kan? Jadi nggak ada alasan nggak bisa ya.

Persiapan Fisik

Terutama buat cewek. Kamu nanti akan mengandung dan melahirkan anak-anak. Apalagi saat anak-anak masih balita. Perlu kekuatan fisik yang dipersiapan sejak belum menikah. Jangan bilang nanti ya, karena pada bulan kedua pernikah, istrinya mulai hamil. Jadi, saat kamu memutuskan untuk menikah, saat itu juga kamu sudah harus siap untuk hamil segera.

Mulailah miliki pola hidup sehat. Perhatikan makanan yang kamu konsumsi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

olahraga di bulan ramadhan
www.mausehat.com

Persiapan Materi

Jangan bilang cewek matre ya kalau dia ingin tahu penghasilanmu sebelum menikah. Karena tidak akan kenyang perut yang lapar dengan kata-kata cinta.  Perlu uang untuk membeli sembako, rumah, biaya sekolah anak-anak, dan sebagainya. Walau beberapa orang yang benar-benar sudah mempersiapkan diri untuk nikah sudah memiliki rumah sendiri sebelum menikah dan keuangan yang stabil.

Cowok perlu menyiapkan uang setidaknya untuk 3 tahun pertama pernikahan mereka di luar biaya pernikahan dan mahar. Uang untuk makan sehari-hari dan mengontrak rumah. Setelahnya kamu harus berusaha keras memiliki keuangan yang stabil untuk keluargamu. Ingat lho ya, memberi nafkah keluarga adalah kewajiban suami, bukan istri. Artinya dosa kalau kamu tidak menafkahi keluarga. Sementara istri dihitung sedekah jika dia membantu keuangan keluarga.

Via banco.az
Via banco.az

Buat kamu para cewek, urusan materi cowok boleh jadi pertimbanganmu untuk menerima pinangannya atau tidak, setelah kriteria agamanya. Tapi yang perlu kamu lihat bukan nominal penghasilannya tapi mental si cowok. Apakah dia termasuk orang yang tetap bekerja atau bekerja tetap. Cowok yang tetap bekerja itu adalah cowok mau melakukan pekerjaan halal manapun yang menghasilkan uang, tanpa memikirkan gengsi. Sementara cowok yang bekerja tetap adalah cowok yang  memiliki pekerjaan yang stabil seperti PNS.

Cewek juga perlu menyiapkan uang. Karena di awal pernikahan tentu keuangan keluarga kalian belum stabil. Sehingga kamu bisa membantu meringankan beban keuangan rumah tangga.

loading...

LEAVE A REPLY