ilustrasi (rockingmama.id)

Gulalives.co, SEMARANG – Dear ayah bunda, saat ini kita dihadapkan pada banyaknya orangtua yang tidak membiasakan anaknya untuk berjuang menghadapi masalahnya sendiri. Bahkan, beberapa diantaranya juga selalu memberikan fasilitas agar anaknya tidak pernah mengalami kesulitan.

Namun demikian, kita perlu pahami, bahwa sebenarnya anak-anak bisa bertahan sendiri jika dia sudah mengalami penderitaan yang bisa mereka atasi.

Nah, bukan bermaksud jahat, tetapi biarkan setidaknya anak memiliki pengalaman untuk mengatasi masalahnya sediri. Sebab, hal ini akan membantu anak belajar menjadi orang yang lebih kuat.

Menurut keterangan Eileen Kennedy Moore, Ph.D., seorang psikologis dari Princeton, Amerika Serikat, memberikan beberapa contoh masalah yang sebaiknya diatasi sendiri oleh anak-anak. Berikut rinciannya, sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman Psychology Today, Rabu (20/7/2016).

 

1. Biarkan anak membuat pilihan sendiri

lagu anak (ilegalclick)Untuk para orang tua, silahkan membiarkan anak memilih dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan keinginannya, misalnya mengikuti les balet atau les piano. Ketika mereka salah pilih dan meminta berhenti, mereka harus bisa mentolerir pilihan mereka sendiri.

2. Anak mengatasi kebosanan

Tipe Anak Kecil Sensitif (pinkkorset.com)
Tipe Anak Kecil Sensitif (pinkkorset.com)

Yang kedua adalah kebosanan. nah, ketika anak merasa kebosanan, sebaiknya Anda diamkan saja agar mereka bisa menemukan solusi terhadap kebosanan yang dialaminya.

 

3. Hasil tugas di sekolah yang kurang memuaskan

Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: okezone
Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: okezone

Salah mengerjakan tugas di sekolah atau nilai ujian yang kurang memuaskan bisa menjadi pelajaran bagi anak. Mereka bisa belajar menerima bahwa hasil pekerjaan mereka tidak akan selalu sempurna dan membuat rencana untuk mencegah kesalahan yang sama di masa depan. Kesalahan tersebut lumrah dilakukan, yang terpenting terus melakukan percobaan-percobaan untuk buah hati Anda.

4. Anak Anda sedang berdebat dengan teman

Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: ibbpointer.blogspot
Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: ibbpointer.blogspot

Beberapa kasus, dalam berargumen dengan teman adalah hal yang normal dalam persahabatan. Biarkan buah hati Anda dan temannya, mereka belajar menyelesaikan masalah perselisihan melalui persuasi, kompromi, atau memaafkan dan melupakan masalah tersebut. Hal ini penting untuk mengasah mental buah hati Anda.

5. Kekalahan yang dialami anak

Orangtua harus berhenti memanjakan anak karena hal ini membuatnya bermental lemah
Orangtua harus berhenti memanjakan anak karena hal ini membuatnya bermental lemah

Saat buah hati Anda mengalami kondisi ini, perlu diketahui bahwa hal ini adalah salah satu pelajaran penting. Perlu diketahui oleh ayah dan bunda, saat menerima kekalahan bukanlah hal mudah. Namun ketika mereka mendapatkan kekalahan maka mereka memiliki kesempatan belajar lagi, dan bisa memperbaikinya. Anak Anda harus terbiasa dengan hal ini, tentu untuk mengasah mental juara buah hati Anda. (DP)

LEAVE A REPLY