Sumber: drharoldkerzner.wordpress.com

GULALIVES.co, Depok- Bekerja tidak harus duduk di balik meja kantor. Banyak pekerjaan yang dilakukan masyarakat dunia untuk menyambung nyawa mereka. Dengan keadaan ekonomi yang naik turun, pekerjaan apa saja dilakukan oleh orang-orang demi mendapatkan uang halal. Bahkan pekerjaan yang dilakukan membuat mereka bertaruh nyawa. Ya, pekerjaan-pekerjaan ini bahkan disebut sebagai pekerjaan yang ekstrim di dunia. Apa saja?

  1. Pembersih kaca gedung tertinggi di dunia, Dubai

Dubai memang disebut-sebut sebagai negara yang “lebay”. Pasalnya semua yang termegah, terbesar, termasuk tertinggi ada di Dubai. Salah satunya gedung tertinggi di dunia yang bernama Burj Khalifa yang menjulang tinggi hingga 829,8 meter. Setidaknya terdapat 24.348 jendela yang harus dibersihkan. Untuk membersihkan di lantai tertentu dipasang gondola yang biasanya digunakan para pembersih kaca untuk membersihkan kaca gedung pencakar langit. Namun di atas lantai 109, hanya pembersih kaca profesional yang dapat membersihkan kacanya. Mereka tidak menaiki gondola, namun bergantungan di atas seutas tali pengaman. Pekerjaan ini dibutuhkan keberanian karena nyawa lah taruhannya. Angin yang berhembus bisa saja melempar tubuh mereka bahkan resiko terjatuh dari ketinggian 800 meter meski telah bergantung pada seutas tali pengaman masih menjadi kemungkinan yang mengerikan.

  1. Pemandu jalan di Gunung Everest, Nepal

Pendaki ini sedang dalam pendakian Gunung Everest

Banyak orang yang bermimpi menaklukan gunung tertinggi di dunia yakni Gunung Everest di Nepal. Namun, gunung ini bukanlah sembarang gunung. Dengan salju abadi dan jalan menuju puncak gunung yang berbahaya, banyak nyawa yang hilang di tengah perjalanan. Untuk itu, para pendaki sering menyewa pemandu jalan di Gunung Everest untuk menunjukan jalan ke puncak. Namanya juga gunung, semuanya serba tidak dapat diprediksi. Bahkan untuk para pemandu yang telah berpengalaman mendaki gunung tertinggi di dunia ini, masih bisa saja lengah. Mereka tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, tetapi kepada kelompok pendaki yang mengandalkan pengetahuan mereka terhadap gunung yang disebut Sagarmatha atau kepala langit oleh penduduk Tibet.

  1. Penambang Timah di Bangka Belitung

Indonesia dikenal sebagai penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dikatakan 80 persen timah di dunia dihasilkan dari Indonesia, khususnya di Bangka Belitung. Pada tahun 2012, tercatat 32 orang meninggal dunia tertimbun dalam lubang tambang inkonvesional di Pulau Bangka. Lubang-lubang tambang timah di darat dikatakan tidak mendapat reklamasi yang benar sehingga menjadi sumber penyakit malaria dan krisis air. Mirisnya, sebagaian besar masyarakat Bangka Belitung tak merasakan imbas positifnya. Mereka masih saja miskin karena sebagian besar penghasilan dari produksi timah masuk ke dalam kantong perusahaan swasta maupun pemerintah.

  1. Psikolog buaya

Memacu adrenalin dengan berenang bersama buaya. Gambar via: www.crocosauruscove.com
Gambar via: www.crocosauruscove.com

Siapa bilang hanya manusia yang butuh psikolog? Ternyata hewan juga butuh psikolog lho! Termasuk hewan-hewan buas seperti buaya. Buaya yang hidup di alam liar dibawa ke tepian sungai atau pantai untuk dipelajari tingkah lakunya oleh para peneliti hewan liar. Buaya diketahui sebagai hewan buas yang mampu membunuh manusia dalam hitungan detik. Bahkan dengan menggerakan ekornya saja, buaya mampu melempar tubuh manusia. Sudah sulit menangkap buaya dari dalam air, psikolog buaya ini harus melepaskannya kembali ke alam liar tempat habitat asli mereka.

  1. Penyelam gua laut

Gambar via: thematahariku.com
Gambar via: thematahariku.com

Olahraga diving merupakan olahraga yang berbahaya. Jika tidak diiringi dengan latihan yang baik, siap-siap saja nyawa melayang. Namun, olahraga diving ini hanya dilakukan sebagai hobi. Berbeda dengan mereka yang bekerja sebagai cave diver alias penyelam gua di laut. Mereka membantu Oceanlogist untuk menemukan organisme-organisme baru di laut dalam untuk memperkaya ilmu biologi kelautan. Resiko yang didapat para penyelam gua laut ini bermacam. Mulai dari tenggelam karena kurangnya oksigen, bernafas gas beracun dimana oksigen murni dapat beracun di bawah ke dalam enam meter dan training yang tak dijalani dengan sungguh-sungguh dapat membahayakan nyawa penyelam juga anggota tim lainnya.

  1. Storm chaser

Di negara lain khususnya negara-negara di Amerika Serikat selalu mengalamai bencana alam yang dikarenakan badai. Dikatakan setidaknya 48 orang meninggal dunia akibat badai musim dingin Jonas awal tahun 2016 silam. Ketika semua orang bersiap-siap menghadapi badai hingga membuat ruang bawah tanah untuk berlindung, ada sekelompok orang yang justru keluar ketika badai. Mereka disebut storm chaser atau sekelompok orang yang mengejar badai untuk memasang sensor di pusat badai sedekat mungkin untuk laporan ramalan cuaca. Badai sering tidak dapat diprediksi, mereka bisa datang dengan begitu cepat dan besar dari yang telah diramalkan. Strom chaser juga bisa terkena sambaran petir bahkan bagi mereka yang kurang berpengalaman sering tidak sadar mereka sedang berada di situasi berbahaya dan terlambat menyelamatkan diri mereka.

  1. Pemerah racun hewan berbisa

5. Ular terbesar
Gambar via: aganjar.com

Awal tahun 2016, Indonesia sempat digegerkan dengan tewasnya Irma Bule yang dipatuk ular berbisa. Racun ular bisa langsung melumpuhkan manusia hingga menghilangkan nyawa. Namun, ada orang-orang yang justru mengumpulkan racun hewan berbisa ini. Mereka memijit ular hingga ular merasa terancam hingga mengeluarkan racunnya. Racun lalu dikumpulkan dalam tabung-tabung kecil untuk diteliti. Insting ular yang merasa dirinya terancam tentunya berupaya melindungi diri mereka. Tidak sedikit pemerah racun ini digigit di tengah-tengah pengambilan racun.

  1. Pemandu safari

Melihat hewan di habitat aslinya merupakan pengalaman yang tidak terbayarkan. Maka tanah Afrika yang menjadi rumah bagi hewan liar banyak terdapat safari yang menjadi daya tarik para turis. Namun bukan pekerjaan yang gampang menjadi pemandu safari. Mereka harus bertanggung jawab pada penumpang di mobil mereka apalagi ketika hewan liar berlaku di luar kendali. Safari yang luas dengan berratus-ratus hewan liar yang dapat tiba-tiba menerkam mereka tentunya mengancam nyawa. Belum lagi fasilitas kesehatan di safari dikatakan masih kurang memadai.

Pekerjaan-pekerjaan ini memang terdengar mengerikan. Mungkin ketika Anda membacanya Anda akan timbul pertanyaan “kok mau sih, orang-orang ini bekerja bertaruh nyawa begini?”. Namun semua akan dilakukan orang untuk dapat menyediakan makanan di atas meja untuk keluarga mereka meski memang belum tentu mereka pulang setiap pergi berangkat kerja. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY