(Foto: Dateforfun)

Gulalives.com, YOGYAKARTA – Urusan menikah, bukan hanya cewek yang diterpa kegalauan. Cowok lebih lagi. Karena setelah menikah dia akan memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan cewek. Dia harus menjaga istri dan anak-anaknya. Gulalives membuat beberapa daftar penyebab cowok takut menikah dan bagaimana solusinya.

Pertama: Belum Siap Secara Materi

Guys, dengerin nih yaaah. Yang namanya materi itu tidak akan pernah cukup, akan selalu kurang. Saat kamu punya motor, ingin punya mobil, lalu punya rumah, dan seterusnya. Kamu ingin menyiapkan sebuah rumah dulu buat calon istrimu baru menikah? Good! Bagus! Tapi jika kamu bukan anak konglomerat dan kamu sendiri belum menjadi orang kaya di usia siap menikah maka kamu harus realistis dan mengukur diri.

Maksudnya gini. Anggap kamu saat ini adalah PNS sehingga bisa dengan mudah mengajukan pendanaan untuk kredit rumah. Setiap bulan gaji kamu akan dipotong selama 15 tahun. Nah, apa kamu mau nikah 15 tahun lagi? Apalagi buat kamu yang beum memungkinkan untuk ambil cicilan rumah, penghasilan pas-pasan. Lebih nggak realistis lagi jika kamu memasang target persiapan yang muluk-muluk sebelum menikah.

Honda Mobilio merupakan salah satu mobil favorit konsumen Indonesia.

Justru solusi dari masalah materimu adalah dengan menikah. Allah SWT janji akan membuat kamu kaya dengan pernikahan.

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur : 32)

Coba deh kamu perhatikan orang-orang di sekelilingmu yang sudah menikah, atau coba ingat-ingat cerita orang tuamu saat baru menikah. Dulu mereka belum punya apa-apa, numpang di rumah orang tua, pekerjaan belum tetap, dan banyak hal lainnya yang belum mapan dan aman. Tapi lambat laun kehidupan mereka meningkat. Di awali dengan pindah ke kontrakan sederhana, lalu secara perlahan mulai membeli tanah dan membangun rumah di atasnya.

rumah minimalis4

Wanita itu menikah bukan untuk mencari materi. Karena wanita saat ini sudah bisa mencari materi sendiri. Yang dia cari adalah imam untuk diri dan anak-anaknya kelak. Tapi bukan berarti juga kamu ngajak cewek untuk hidup sengsara.

Jadi untuk urusan materi, siapakan secukupnya saja. Cukup untuk biaya menikah, cukup untuk biaya hidup dan ngontrak rumah selama 5 tahun ke depan. Karena pada tahun keenam kamu dan istri akan pindah ke rumah baru, walau dibeli dengan mencicil.

Kedua: Belum Menjadi Pribadi Yang Baik

Manusia sempurna di dunia ini hanyalah Rasulullah SAW. Tidak akan nada manusia yang bisa menyamai Beliau tapi bisa untuk memiliki akhlakyang mendekatinya. Beliau adalah sosok yang  selalu tersenyum, saat marah hanya tampak di raut wajahnya yang berubah, baik kepada siapapun, bahkan kepada orang-orang yang membencinya, selalu memberikan apa yang diminta orang lain darinya, dan lain-lain. Naaah, pertanyaannya adalah butuh berapa lama untuk memiliki semua akhlak tersebut?

www.hamilton.edu
www.hamilton.edu

Menikah akan membuat semua itu bisa kamu miliki dengan lebih cepat. Kok bisa? Karena istrimu akan menjadi pengingatmu. Saat ada perilakumu yang salah, dia akan menegurmu. Saat ada sifatmu yang menyimpang, istrimu akan dengan senang hati meluruskanmu.

Ketiga: Masih Ingin Bebas, Melakukan Banyak Hal

Menikah itu menukar kebebasan masa lajangmu dengan kebebasan dalam pernikahan. Ada hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan saat lajang tapi bisa kamu lakukan dengan bebas setelah menikah. Setelah menikah banyak hal yang bernilai ibadah dan pahalanya berlipat yang tidak akan bisa kamu lakukan ketika masih masih sendiri.

carrier (bromotravelindo)
carrier (bromotravelindo)

Saat lajang kamu bebas traveling kemanapun kamu pergi selama berhari-hari, setelah menikah mungkin akan berkurang aktifitas itu. Tapi dengan menikah, kamu bebas menyalurkan kebutuhan biologismu tanpa perlu takut dosa (ssst… malah perpahala lho. Karena melakukan hubungan intim antara suami dan istri itu bernilai sedekah).

Dan siapa tahu, istri kamu ternyata memiliki hobi yang sama denganmu. Suka naik gunung jug, misalnya. Soo, jangan jadikan ini sebagai alasan ya. Karena terlalu banyak hal baru yang tentu saja selalu menarik untuk kita coba di dunia ini.

LEAVE A REPLY