Pokemon Go.Foto: shutterstock

Gulalives.co, JAKARTA – Game Pokemon Go tampaknya sedang meniti masa kejayaan. Permainan yang melibatkan teknologi augmented reality ini akan segera membuka fitur yang memungkinkan toko atau perusahaan mensponsori titik lokasi dengan tujuan mendatangkan para pemain Pokemon Go ke tempat usaha itu.

Langkah ini membuat Pokemon Go dinilai jadi “pengganggu” bagi perusahaan Internet yang sebelumnya memberi promosi serupa.

Nantinya, toko atau restoran yang terlibat dalam promosi mungkin bisa membuat lokasi mereka sebagai Pokestop, sebuah tempat di mana para pemain bisa mengambil Pokeball atau bola untuk menangkap monster sampai telur Pokemon.

Ini menjadikan sebuah toko atau restoran sebagai lokasi yang disponsori, kata CEO Niantic Labs, John Hanke, selaku salah satu pihak yang mengembangkan Pokemon Go bersama Nintendo dan Pokemon Company.

Manfaat mainkan Pokemon Go bagi kesehatan. Foto: shutterstock
Manfaat mainkan Pokemon Go bagi kesehatan. Foto: shutterstock

Hanke telah memberi isyarat fitur iklan macam ini akan segera hadir di Pokemon Go. “Pihak ketiga bisa membayar ke kami untuk membuat sesuatu yang virtual pada lokasi pasti mereka. Ini adalah bujukan untuk mendorong pemain datang ke lokasi tersebut,” kata Hanke seperti dikutip Financial Times.

Nantinya, toko atau restora nakan dibebankan ‘biaya per kunjungan’ atau mirip dengan ‘pay per click’ pada iklan digital Google.

Menurut Hanke, langkah ini akan memberikan aliran pendapatan baru, selain pendapatan dari pembelian konten digital atau kekuatan untuk para monster imut Pokemon Go.

Cara yang dijelaskan Hanke ini tampaknya akan mengancam perusahaan Internet macam Groupon, LivingSocial,dan Foursquare, yang selama ini menyebarluaskan promosi berupa potongan harga atau kupon agar konsumen mendatangi sebuah toko atau restoran.

Foursquare mengatakan kepada Reuters terlalu dini untuk mengatakan dampak Pokemon Go.

Pakar pemasaran mengatakan pelaku usaha kecil mungkin akan beralih ke Pokemon Go dan mengarahkan beberapa biaya pemasaran ke game untuk perangkat mobile tersebut, namun pengeluaran terbesar mungkin masih dialokasikan ke Facebook.

Menurut Christophe Jammet, direktur perusahaan konsultan media sosial dan mobile DDG di New York, selama ini belum ada platform sosial geolokasi yang dapat memikat begitu banyak orang sekaligus untuk datang ke lokasi.

Dengan permainan Pokemon Go ini, Jammet berkata perusahaan konvensional yang selama ini melewati begitu saja strategi pemasaran digital, bisa jadi tertarik untuk memakai Pokemon Go, mengingat permainan ini juga sedang ramai dibicarakan di segala penjuru.

Perusahaan analis pasar SimilarWeb melaporkan, saat ini banyak pengguna menghabiskan lebih banyak waktu memainkan Pokemon Go ketimbang membuka jejaring sosial Facebook, WhatsApp, dan Snapchat.

Popularitas Pokemon Go saat ini nampaknya merupakan hasil dari nostalgia para penggemar Pikachu yang hadir 20 tahun lalu. Para pemain berlomba menjadi pelatih dengan menangkap sebanyak mungkin monster-monster imut.

Kesuksesan Pokemon Go tak lepas dari cara bermain yang menawarkan interaksi baru antara manusia dengan permainan ponsel, karena ia melibatkan pencarian objek monster-monster virtual di dunia nyata.

Game ini memanfaatkan teknologi GPS, augmented reality, dan kamera ponsel. (VW)

LEAVE A REPLY