Penelitian menunjukkan, anak sulung dalam keluarga ternyata lebih cenderung lebih gemuk dibanding adiknya.

GULALIVES.co, Depok- Melihat anak tumbuh sehat adalah impian dari setiap orangtua. Hingga tak heran mereka ingin memberikan buah hati mereka asupan nutrisi yang baik. Namun, tak sedikit orangtua yang kelewat “excited”memberi asupan kepada anak-anak mereka sehingga berkesan berlebihan. Karena berlebihan ini, tak sedikit anak-anak yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Memang, banyak yang beranggapan bahwa obesitas pada anak-anak akan hilang dengan sendiri seiring dengan datangnya pubertas. Namun sebenarnya berat badan anak bisa saja tidak berubah jika orangtua masih memberlakukan pola makan yang salah. Apalagi, menurut laporan US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anak yang terserang obesias cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung hingga kanker. Nah, kira-kira bagaimana cara menghindari obesitas pada anak? Berikut tipsnya!

  1. Terapkan pola makan yang sehat

Pola makan yang tidak seimbang menjadi kunci utama penyebab anak mengalami obesitas. Berawal dari menyiasati anak yang susah makan, orangtua lalu menuruti anak ingin makan apa saja. Tak jarang makanan olahan, makanan siap saji hingga minuman bersoda diketahui memiliki banyak kerugian untuk kesehatan keluarga. Jangan biasakan makanan-makanan yang dibilang junk food ini disantap si kecil. Selain berbahaya untuk kesehatan anak, junk food mudah membuat anak obesitas karena mengandung lemak jenuh. Maka dari itu, orangtua wajib menerapkan pola makan sehat dengan asupan gizi yang memadai dan tentunya dengan porsi yang disarankan.

  1. Menerapkan metode 90/10

Dibutuhkan kreatifitas tinggi para orangtua agar anak mau makan makanan sehat. Salah satu caranya adalah menerapkan metode 90/10 yakni 90 persen makanan sehat dan 10 persen makanan enak. Pola makan yang sehat tidak berarti menghilangkan makanan enak yang dinikmati anak secara keseluruhan. Justru jika terlalu dipaksakan anak akan ngumpet-ngumpet makan makanan junk food saat ada celah.

  1. Biasakan olahraga

Bagi orangtua yang bekerja, akhir pekan adalah waktu paling berharga. Mereka bisa beristirahat di rumah terbebas dari pekerjaan di kantor. Maka dari itu, banyak orangtua yang lebih memilih menghabiskan akhir pekan dengan leyeh-leyeh di rumah dibandingkan melakukan kegiatan bersama anak. Padahal, orangtua wajib membiasakan anak-anaknya untuk berolahraga. Selain menghindari resiko obesitas, olahraga tentunya membuat tubuh agar lebih fit dan menyehatkan badan. Anak yang terbiasa berolahraga akan rutin melakukan olahraga hingga mereka sendirilah yang akan mengurangi resiko kelebihan berat badan.

  1. Jangan lupa untuk sarapan

Entah karena masih pagi atau terburu-buru masuk sekolah, banyak anak yang tidak sempat untuk sarapan. Padahal sarapan sangat penting untuk anak-anak. Sarapan yang sehat membantu menyediakan energi untuk anak beraktivitas seharian. Malah, sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas jarang mengkonsumsi sarapan pagi dibandingkan anak-anak yang berat badannya normal.

  1. Konsumsi air putih sesuai dengan yang disarankan

Banyak anak-anak yang tidak suka mengkonsumsi air putih dengan alasan rasanya yang tawar. Ketika makan di restoran saja mereka maunya minum es teh manis atau minuman yang ada rasanya. Padahal, minuman dengan rasa manis ini diketahui mengandung gula buatan yang memicu berat badan naik sampai besarnya resiko anak terjangkit penyakit diabetes. Maka dari itu, anak-anak harus dibisakan mengkonsumsi air putih sesuai yang disarankan yakni dua liter per hari. Menurut konsultan nefrologi anak, minum air putih teratur menghasilkan energi total yang lebih rendah dan terbukti mampu menurunkan berat badan sebanyak 31 persen. Air putih tidak mengandung kalori sementara minuman ringan yang dijual di pasaran setidaknya mengandung 200 kalori per sajian.

  1. Ingat, program hidup sehat ini harus dijalankan oleh seluruh anggota keluarga

Saat menerapkan program hidup sehat untuk buah hati, bukan berarti orangtua dan anggota keluarga lainnya tidak terlibat. Justru partisipasi semua anggota keluarga adalah kunci kesuksesan program hidup sehat ini. Jika ada satu anggota keluarga yang tidak menuruti program hidup sehat ini akan berpengaruh akan keberhasilannya. Bisa-bisa anak akan mencontoh perilaku tidak disiplin tersebut.

Kesehatan anak adalah prioritas orangtua maka orangtua harus menanamkan hal ini pada diri anak-anak. Mereka akan mengerti bahwa upaya yang dijalankan orangtuanya adalah untuk kesehatan mereka. Sehingga mereka dengan sendirinya faham bahwa obesitas itu berbahaya sehingga harus bersama-sama dicegah. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY