Gulalives.co, JAKARTA – Pemerintah negara Teluk Arab seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab memperingatkan bahaya keamanan nasional jika pengguna memainkan Pokemon Go.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait, mengatakan, pengguna harus menahan diri untuk mengarahkan kamera ponsel saat menangkap Pokemon di lokasi penting seperti depan istana, masjid, fasilitas minyak, dan pangkalan militer.

Wakil Menteri Dalam Negeri Kuwait Suleiman al-Fahd menegaskan, permainan ini berbahaya karena melibatkan pemanfaatan kamera dalam jarak yang dekat pada sebuah objek. Ponsel pintar pengguna disebutnya mentransfer gambar pada situs milik pihak ketiga.

“Kementerian Dalam Negeri telah menginformasikan petugas keamanan untuk tidak mentoleransi kepada siapa saja pemain yang mendekati tempat terlarang, sengaja atau tidak,” kata Fahd seperti dikutip Reuters.

Waspadai bahaya Pokemon Go. Foto: Shutterstock
Waspadai bahaya Pokemon Go. Foto: Shutterstock

Secara umum, Pokemon Go memang memanfaatkan teknologi peta digital dan GPS untuk menandai sebuah tempat sebagai Pokestop (tempat untuk mendapat peralatan menangkap dan melatih monster) juga Pokemon Gym (tempat untuk monster bertarung).

Nah, dengan teknologi yang sama inilah permainan ini bisa mengetahui lokasi penggunanya.

Sementara itu, fitur kamera ponsel bisa diaktifkan dalam modus Augmented Reality ketika sedang menangkap monster. Tapi, fitur ini masih mungkin untuk dimatikan sehingga pengguna tak memakai fitur kamera saat menangkap monster.

Saat ini Pokemon Go yang dikembangkan Niantic Labs, Pokemon Company, dan Nintendo, baru hadir secara resmi di lima negara yaitu Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jerman, dan Inggris.

Waspadai bahaya Pokemon Go. Foto: Shutetrstock.
Waspadai bahaya Pokemon Go. Foto: Shutetrstock.

Pokemon Go dijanjikan hadir dalam waktu dekat di kawasan Asia.

Kendati belum hadir di kawasan Timur Tengah, Reuters melaporkan sudah ada warga di sana yang memainkan Pokemon Go dengan usaha mengunduh aplikasi dari sumber lain.

Regulator telekomunikasi Uni Emirat Arab, Telecommunications Regulatory Authority (TRA), menyarankan para warga untuk menunggu peluncuran resminya di negara itu agar terhindar dari tindakan “pelanggaran privasi pengguna.”

Dalam pernyataan resminya TRA menulis penjahat siber bisa menyebar program jahat yang menyamar sebagai aplikasi ini. “Memakainya sebelum rilis di toko aplikasi, bisa merusak sistem operasi atau bisa juga memata-matai pemiliknya,” tulis pernyataan resmi TRA.

Juru bicara kabinet Mesir telah mengatakan akan menyelidiki Pokemon Go dan berusaha untuk “meminimalkan bahaya dari permainan ini.”

Para pejabat negara di dalam dan luar negeri telah mengingatkan agar Pokemon Go tidak dimainkan di wilayah-wilayah tertentu yang penting secara kenegaraan, termasuk untuk para prajurit yang sedang menjalankan dinas. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY