Mong kok
Mong kok. Sumber: www.destination360.com

GULALIVES.co, Depok- Apa yang terlintas di dalam pikiran Anda ketika Anda mendengar kata Hong Kong? Pemandangan malam spektakulernya? Surga belanja? Fashion? Film action? Ya, Hong Kong memang dikenal dengan pemandangan malam yang disebut-sebut “billion dollars view” karena butuh jutaan dollar untuk membiayai biaya gemerlapnya Hong Kong. Hong Kong juga dikenal sebagai surga belanja dimana fashion item yang ditemukan di Hong Kong bisa didapat dengan harga miring. Film action terbaik juga datang dari Hong Kong. Andy Lau, Chow Yun-fat, Leslie Cheung, Aaron Kwok, hingga Brue Lee adalah aktor yang namanya telah mengharumkan layar lebar Hong Kong.

Namun, Hong Kong bukan hanya kota sejuta cahaya. Bukan sebatas surga belanja atau tempat dimana jutaan film action dilahirkan. Kota yang memiliki otonomi tertinggi di Cina ini selalu terkesan sibuk. Orang lalu lalang memadati jalan-jalan kota. Dan tak ketinggalan gedung apartemen Hong Kong yang memiliki berpuluh-puluh lantai. Hong Kong memang dikenal sebagai daerah padat penduduk namun lahannya terbatas. Maka pemerintah dan swasta membangun apartemen yang menjulang tinggi demi menampuk membludaknya jumlah penduduk Hong Kong. Gedung apartemen tinggi ini menjadi pemandangan tersendiri di Hong Kong.

Hong Kong memang punya kesan fancy dibandingkan kota di Cina. Sebagian besar penduduknya berbahasa Kanton dan Inggris. Di telinga orang Indonesia Kanton memang terdengar seperti bahasa Cina biasa, namun Kanton berbeda dari bahasa Cina. Tidak seperti masyarakat Cina pada umumnya yang jarang bisa bahasa Inggris, di Hong Kong bahasa Inggris menjadi bahasa kedua. Hal ini dikarenakan Hong Kong merupakan daerah jajahan Inggris yang pemerintahannya masih dijalankan oleh pemerintah Inggris hingga akhir Juni 1997.

Dibalik suasana mewah yang ditawarkan gedung-gedung tinggi dengan gemerlapnya di malam hari, masyarakat Hong Kong masih memegang teguh budaya mereka. Hong Kong memang disebut sebagai tempat dimana “timur bertemu dengan barat” yang merefleksikan campuran kebudayaan asal Tiongkok dengan dipengaruhi barat ketika menjadi koloni Inggris. Namun di sini konsep feg shui dianggap sangat penting dimana hampir semua kontruksi  bangunan dibangun usai berkonsultasi oleh ahli feng shui .

Barongsai yang merupakan tarian tradisional dari Cina masih sering dimainkan di Hong Kong. Di jalan-jalan kota, hingga pernikahan di hotel berbintang lima sekalipun. Jangan salah, untuk menjadi orang yang memainkan barongsai ini butuh latihan khusus. Mereka harus memiliki keseimbangan dan menguasai ilmu bela diri tradisional yang baik.

Bicara soal ilmu bela diri, bela diri wushu masih dipelajari oleh masyarakat Hong Kong. Di Hong Kong sendiri banyak sanggar bela diri Hong Kong yang diperuntukan untuk anak-anak hingga orang dewasa yang ingin mempelajari bela diri tradisional ini. Di taman-taman kota Hong Kong banyak yang melakukan latihan wushu, berdampingan dengan para lansia yang berlatih taichi yang dipercaya dapat mengusir stress dan baik untuk kesehatan.

Soal agama, masyarakat Hong Kong kebanyakan tidak beragama. Menurut US Department of State, hanya 43 persen masyarakat Hong Kong yang beragama, lainnya atheis maupun agnostic. Hong Kong dikatakan sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama masyarakatnya. Agama yang paling banyak dipeluk adalah Buddha , Taoisme dan Konfusianisme. Tempat ibadah yang terkenal di Hong Kong adalah kuil Wong Tai Sin, yang merupakan tempat ibadah bagi penganut Taoisme. Setiap hari raya Taois, yakni hari dimana Laozi atau Guru Langit Zhang lahir, kuil Wong Tai Sin diserbu penduduk yang ingin berdoa untuk keberuntungan mereka. Saking ramainya,diberlakukan kuota untuk orang yang ingin berdoa saat hari raya datang.

Jika ingin mencicipi kuliner di Hong Kong, dibagi menjadi dua cara. Cara-cara ini dibagi seusai dengan kemampuan kocek Anda. Bila Anda ingin menikmati hidangan mewah, silahkan datang ke restoran-restoran mewah hingga restoran hotel untuk menikmati makanan yang bercita rasa tinggi. Namun jika Anda ingin merasakan makanan yang “Hong Kong banget” maka datanglah ke warung-warung pinggir jalan yang rasanya tak kalah enak dari restoran mahalnya. Bahkan Anda akan mendapatkan bonus berupa rasa kekeluargaan masyarakat Hong Kong yang bersantap di warung pinggir jalan ini.

Penasaran, dinamika kehidupan kota Hong Kong? Simak video berikut!(AH)

LEAVE A REPLY