Gulalives.co, ANKARA – Pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta oleh militer telah gagal. Situasi yang sempat memanas sebagian besarnya telah bisa dikendalikan. Para petinggi militer angkat bicara, mengaku tidak merestui kudeta tersebut.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim seperti dikutip Reuters mengatakan upaya kudeta itu dilakukan oleh anggota militer pengikut ulama Turki yang berada di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Sebelumnya, militer Turki pada Jumat mengklaim telah mengambil alih kekuasaan, namun di sisi lain Presiden Tapyyip Erdogan masih yakin bahwa upaya kudeta akan digagalkan.

Yildirim mengatakan aksi kudeta itu adalah tindak terorisme. Dia menegaskan pemerintah Erdogan masih berkuasa. Pasukan pro pemerintah dilaporkan telah kembali menguasai beberapa lokasi penting di Istanbul dan Ankara, termasuk gedung parlemen dan stasiun televisi.

Dalam akun Twitter diplomat Turki di perwakilan Washington, AS, terdapat foto beberapa tentara Turki yang dibekuk saat mencoba mengambil alih istana kepresidenan. Mereka terlihat digiring oleh polisi dengan tangan terikat dan kepala tertunduk.

Juru bicara badan intelijen nasional Turki juga mengatakan upaya kudeta “digagalkan”. Menurut mereka, tindakan kudeta dilakukan hanya oleh faksi kecil dari militer dan tidak mendapat restu dari para jenderal.

Sementara itu Jenderal Zekai Aksakalli, komandan pasukan khusus militer Turki, mengatakan “mereka yang mencoba kudeta tidak akan berhasil.”Rakyat harus tahu bahwa kita akan melalui peristiwa ini. Kami telah mengendalikan situasi,” kata Aksakalli.

Dilaporkan ada beberapa korban luka dan tewas dalam upaya kudeta kali ini, namun belum diketahui jumlahnya. Sebelumnya di Istanbul dan Ankara terdengar beberapa kali ledakan dan tembakan saat ribuan warga turun ke jalan menentang kudeta.

Kendati telah dinyatakan gagal, namun situasi masih sangat cair di Istanbul dan Ankara. Warga masih berada di jalan, di tengah alat berat militer. Tentara juga dilaporkan telah memasuki studio CNN Turk.

Walau pemerintah Turki menyatakan kudeta militer telah gagal, namun situasi di Istanbul dan Ankara masih genting. Tentara dilaporkan menyerbu masuk ke kantor media.

Diberitakan CNN, penyiar berita stasiun televisi CNN Turk di gedung Dogan Media Center mengatakan tentara telah memasuki bangunan tersebut. “Kami tidak tahu kapan masih bisa meneruskan siara, sekitar lima atau 10 menit lalu mereka masuk,” ujar penyiar.

Bangunan Dogan Media Center juga merupakan kantor dari beberapa media lainnya, seperti koran Hurriyet Daily News dan stasiun Kanal D. Di awal upaya kudeta, tentara menguasai stasiun televisi pemerintah, TRT, dan mengumumkan jam malam serta darurat militer. Dalam siaran tersebut, militer mengatakan pemerintah Erdogan telah mengikis demokrasi dan hukum sekuler di Turki. Tidak lama setelah itu, siaran TRT terhenti dan baru menyala pada dini hari Sabtu (16/7).

Sementara itu Reuters memberitakan, dua ledakan kembali terdengar di dekat gedung parlemen Ankara. Anggota parlemen yang berhasil dihubungi lewat telepon mengatakan mereka bersembunyi di ruang perlindungan gedung. Saat awal kudeta, bandara ditutup, akses ke sosial media terhenti dan tentara menutup akses jembatan di atas selat Bosphorus, Istanbul. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY