Gambar via: elshinta.com

Gulalives.co, SEMARANG – Agenda budaya festival Baruklinting di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai digelar Kamis (14/7/2016) siang, ditandai dengan sedekah rawa para nelayan di dermaga Bukit Cinta, Banyubiru. Dalam kesempatan itu, Bupati Semarang Mundjirin mengatakan bahwa danau Rawapening memiliki kemanfaatan yang besar bagi masyarakat Kabupaten Semarang.

Selain potensi di bidang kepariwisataan, danau alam ini juga memiliki potensi perikanan yang besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Namun sayang, sejauh ini persoalan lingkungan yang terjadi di Rawapening sudah sangat kompleks mulai dari ancaman sedimentasi, populasi enceng gondok yang tak terkendali hingga pencemaran air. “Jika kita kurang peduli dengan kondisi Rawapening ini, maka potensi dan nilai kemanfaatan rawa ini akan semakin berkurang,” kata Mundjirin di sela-sela pembukaan Festival Baruklinting, Kamis kemarin.

Ia berharap, festival ini menjadi titik awal langkah dan upaya bersama untuk segera menyelamatkan Rawapening dari ancaman kerusakan lingkungan.”Jika kondisi seperti ini dibiarkan, bukan tidak mungkin dalam 50 tahun lagi, Rawapening bakal berubah menjadi daratan,” kata dia.

Dalam rekomendasi Konferensi Nasional Danau Indonesia II tahun 2009, Rawapening termasuk salah satu dari 15 danau di Tanah Air yang mendapat prioritas perbaikan ekosistem. Namun, hingga saat ini belum juga ada realisasi penanganan Rawapening.”Makanya kita menunggu (pusat) sebab kabupaten tidak memiliki kemampuan untuk menangani sendiri,” ujarnya.

Salah satu nelayan warga Desa Rowoboni Banyubiru, Sugeng (43), mengatakan, terjadi perubahan lingkungan Rawapening selama beberapa tahun terakhir. Ia membandingkan hasil tangkapan ikan pada era tahun 1990-an, di mana ia bisa memperoleh ikan sebanyak 23 kilogram per hari. “Sekarang berkurang lebih dari separuhnya,” kata Sugeng.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Semarang Partono menjelaskan, Festival Baruklinthing diselenggarakan sebagai salah satu upaya promosi potensi pariwisata Kabupaten Semarang.”Masyarakat sekitar obyek wisata kita libatkan untuk meningkatkan mutu usaha ekonomi kreatif yang berkaitan dengan pariwisata,” kata dia.

Sejumlah agenda yang telah dipersiapkan dalam festival ini antara lain lomba perahu hias, lomba kesenian tradisional, pameran potensi ekonomi kreatif dan kepariwisataan terlihat kurang tersosialisasi dengan baik. Banyak wisatawan yang kecewa lantaran sejumlah agenda yang disiapkan dalam festival kali ini belum terprogram rapi.

Aditya Pradana, salah seorang pengunjung asal Kota Semarang, mengaku mengetahui kegiatan ini dari baliho di pinggir jalan. Karena kurangnya informasi, dirinya lantas mencoba menggali informasi melalui media massa, tetapi tidak dijumpai. “Satu-satunya informai tersaji disebuah akun Facebook, itu pun bukan akun resmi milik Pemkab Semarang,” katanya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY