trauma kekerasan_www.bodyability.co.uk

Gulalives.co, JAKARTA – Kabar duka kembali menyelimuti anak-anak Indonesia. Seorang anak perempuan bernama Nesya yang berusia 5 tahun, dibunuh secara keji di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Anggota DPR RI Jazuli Juwaini mengecam keras perilaku keji dan tidak beradab ini. Dia meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan menghukum seberat-beratnya.

“Sungguh biadab dan keji anak kecil polos dan tidak berdaya dibunuh dengan sadis begitu. Kami meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan menghukum seberat-beratnya,” ungkap Jazuli.

Ia mengatakan meninggalnya Nesya ini sekaligus menjadi duka tersendiri bagi keluarga besar PKS. Hal itu dikarenakan Nesya merupakan putri dari Faturrahman yang menjabat Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur.

Anggota Komisi I DPR ini memastikan akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaku segera ditangkap dan diadili dengan hukuman yang setimpal. “Kami berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar kejadian pembunuhan keji dengan kekerasan ini harus serius ditangani. Pelakunya dapat ditangkap segera dan dihukum berat,” pungkas Jazuli.

Dia pun berharap agar kejadian ini menjadi peristiwa terakhir yang menimpa anak-anak kita sambari berharap agar pemerintah serius membangun dan membenahi sistem perlindungan bagi anak-anak dari tindak kekerasan.

Sementara, anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah meminta kepada kepolisian untuk menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap Azla.”Seluruh jajaran aparat penyidik segera mengusut tuntas kasus yang menciderai harapan masyarakat dan orang tua,” kata Ledia di Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Menurut dia, kegesitan dan profesionalisme aparat penegak hukum dibutuhkan untuk mengembalikan ketenteraman hati para orang tua dan masyarakat umum.

Sebab, kejahatan tidak akan dibiarkan berkembang dan keadilan hukum harus ditegakkan.”Keluarga-keluarga Indonesia semakin dibayangi kekhawatiran dalam membesarkan dan mendidik anak,” ujarnya.

Ia menambahkan apabila kepolisian telah berhasil menangkap pelakunya, maka diharap pelakunya ditindak tegas dengan memberikan sanksi seberat-beratnya supaya ada efek jera. Karena, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.

“Dalam upaya memenuhi komitmen perlindungan anak Indonesia ini, penyidik harus memberikan hukum maksimal sesuai UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 atau Perppu No. 1 Tahun 2016 bila terbukti ada unsur kejahatan seksual di dalam kasus NNA pun kasus-kasus kekerasan pada anak lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Andika Dharma Sena menuturkan telah menemukan jasad seorang anak perempuan pada Minggu pagi 10 Juli 2016, sekitar pukul 10.00 Wita. Jasad itu ditemukan di semak-semak dan tertutup dahan pohon kelapa. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY