Memandikan Bayi yang Baru Lahir (sumber : shutterstock.com)

GULALIVES.co, Depok- Kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kepada siapa saja. Tidak sedikit kasus anak tenggelam di kolam renang karena tidak diawasi orangtua atau orang dewasa. Salah satu kasus tenggelam yang terjadi adalah dua anak yang tewas di kolam renang Hotel Novotel di Ngagel, Surabaya. Kedua korban sedang asyik berenang di kolam renang hotel sedangkan ibunya yang bertugas mengawasi menunggu sambil memainkan telepon genggamnya sehingga perhatiannya tidak terfokus kepada anak dan ponakannya. Malang menimpa, kedua anak terlanjur tenggelam dan nyawanya tak sempat tertolong.

Berenang mungkin terlihat menyenangkan, namun jika tidak diawasi dengan seksama berenang justru bisa menjadi boomerang yang bisa saja merenggut nyawa. Maka dari itu orangtua harus membekali anak-anak mereka untuk dapat menyelamatkan diri ketika terjebak dalam situasi genting seperti tenggelam. Banyak orangtua yang mengenalkan dunia air sejak dini, bahkan sejak anak masih usia hitungan bulan. Hal ini dilakukan agar bayi dapat beradaptasi di dalam air.

Jika orangtua menjaga ketat anak khususnya mereka yang masih bayi ketika berada di daerah kolam renang, tidak dengan Keri Morrison asal Amerika Serikat. Ibu satu anak ini justru sempat menggemparkan dunia maya dengan meng-upload video anaknya yang tenggelam di kolam renang. Video berdurasi satu menit itu mempertontonkan, bayi perempuan yang baru menginjak usia enam bulan duduk di pinggiran kolam renang bersama ibunya. Josie, bayi perempuan itu lalu mengejar sandalnya yang mengambang di air.

Saking semangat mengejar sandalnya, Josie sampai tercebur ke dalam kolam renang. Keri bukannya langsung menolong anaknya yang tercebur namun malah memuji Josie dengan kerap kali berkata “good girl” . Josie yang tercebur langsung merubah posisinya menjadi telentang sehingga ia berhasil mengambang.

Netizen langsung melayangkan kritik pedas pada Keri, bagaimana seorang ibu membiarkan anaknya mengambang di atas air. Apalagi melihat Josie yang hampir menangis dan panik saat air mulai memasuki telinga, hidung dan matanya. Melihat cibiran dari netizen, Keri malah mengerutkan dahi. Menurutnya, membiarkan anaknya mengambang di atas air bukanlah sesuatu yang salah.

Perilaku Keri membiarkan anak perempuannya mengambang di kolam renang bukanlah tanpa sebab. Pada tahun 2013 silam, Keri kehilangan puteranya yang berumur dua setengah tahun bernama Jake yang tenggelam di dalam kolam renang. Maka dari itu, ia ingin membekali Josie dengan pengetahuan bagaimana harus bertahan saat ia tercebur ke dalam air. Keri bahkan berharap ia dapat mengulang waktu dan mengajarkan Jake bagaimana caranya menyelamatkan diri ketika tercebur ke dalam air.

Teknik berenang yang membiarkan anak mengambang di air disebut Infant Swimming Rescources (IRS). IRS mengajarkan anak-anak bahkan dimulai sejak mereka berumur enam bulan untuk melakukan penyelamatan diri saat tercebur ke dalam air. Kelasnya diadakan setiap lima hari dalam satu minggu yang dilakukan sampai memasuki minggu ke enam.

Anak yang telah menginjak umur satu tahun ke atas memang memiliki kemungkinan lebih rendah tenggelam jika telah diajar cara berenang yang baik, namun tidak ada bukti yang menunjukan adanya upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari bayi tenggelam menurut Asosiasi Dokter Anak Amerika. Maka dari itu penting bagi orangtua untuk mengenalkan anak pada air dan membekali mereka dengan pengetahuan penyelamatan diri saat tercebur  ke dalam air.

Teknik ISR dikatakan salah satu cara alami mengenalkan anak kepada air dan juga membuat anak bereaksi bagaimana caranya agar tetap bisa mengambang di atas air. Dalam video yang diunggah Keri, Josie terlihat menggerakan kaki dan tangannya secara alami untuk tetap bergerak dan mengambang.

Memang ngeri melihat bayi kecil mungil seperti Josie mengambang di atas air. Namun jika hal tersebut mengajarkan anak untuk menyelamatkan nyawanya saat genting, mengapa tidak? Dibutuhkan kesabaran dan keberanian dari orangtua untuk mengajarkan anak teknik ISR ini. Bagaimana dengan Anda, cukup berani mengajarkan si kecil teknik ISR?(AH)

loading...

LEAVE A REPLY