Pemberian susu firmula pada bayi.
Pemberian susu firmula pada bayi. Sumber : www.shutterstock.com

GULALIVES.co, Depok- Memilih susu formula untuk si kecil butuh ketelitian Bunda. Hal ini dikarenakan organ tubuh bayi masih sangat sensitif sehingga dibutuhkan perhatian lebih dari Bunda. Apalagi tak ada yang lebih membahagiakan orangtua dari pada melihat buah hatinya tumbuh dengan sehat. Namun, salah-salah memilih susu formula, kesehatan si kecil bisa jadi ancaman. Maka dari itu, sebelum Bunda memilih susu formula untuk bayi, yuk perhatikan hal-hal berikut!

  1. Sesuaikan dengan umur

Bayi_www.youtube.com
Bayi_www.youtube.com

Beda umur, beda pula nutrisi yang dibutuhkan buah hati. Untuk itu, hal pertama yang perlu diperhatikan saat memilih susu formula untuk bayi adalah memilih sesuai dengan umur si kecil. Telah banyak produse susu formula di pasaran yang menggolongkan susu formula sesuai dengan umur anak, ada golongan 0-6 bulan, 6-12 bulan, Bawah Umur Tiga Tahun (Batita) hingga Bawah Umur Lima Tahun (Balita). Selain digolongkan sesuai nutrisi yang dibutuhkan, susu formula sengaja digolongkan melihat sistem pencernaan anak. Contohnya pada susu formula golongan 0-6 bulan, bayi masih belum memiliki pencernaan yang belum sempurna, sedangkan bayi yang berusia 6-12 bulan telah memiliki sistem pencernaan yang baik dan dapat diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

  1. Perhatikan komposisi susu formula

susu-formula-untuk-bayi-suckhoehoanmy.com_

Iklan dibuat untuk mempromosikan barang, tentunya hanya menampilkan keunggulan suatu produk termasuk iklan susu formula. Sebaiknya, Bunda jangan langsung percaya dengan iklan. Terkadang susu formula justru menawarkan zat-zat yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh si kecil. Susu formula yang baik adalah susu formula dengan komposisi yang mendekati ASI. ASI dipercaya sebagai air susu yang kaya akan manfaat untuk si kecil. Di dalam setiap tetes ASI, terdapat semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Salah satu kandungan yang harus terdapat di dalam susu formula adalah zat besi. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk pembentukan Hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh dan otak. Zat lain yang harus ada di dalam susu formula adalah AHA, DHA, LA, Gos, Kolin, Beta Karoten, Omega 3 dan 6, vitamin A, vitamin D, vitamin C yang membantu tubuh kembang bayi.

  1. Lihat kebutuhan si kecil

susu formula untuk bayi
Gambar via: mombaby.tw

Beberapa ibu mengalami kemalangan yakni tidak dapat mengeluarkan ASI secara lancar sehingga bayi harus bergantung dengan susu formula. Namun ada pula ibu yang ASInya lancar sehingga susu formula hanya dijadikan MPASI. Maka dari itu, sebelum membeli susu formula, Bunda wajib mengecek kebutuhan si kecil, dimulai dengan kondisi ASI yang dikeluarkan setiap harinya. Apakah sudah cukup memenuhi kebutuhan anak atau belum. Tentunya, bayi yang bergantung dengan susu formula membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dibandingan bayi yang hanya menjadikan susu formula sebagai MPASI saja.

  1. Apakah anak mengalami alergi susu formula?

Gambar via: gayahidup.republika.co.id
Gambar via: gayahidup.republika.co.id

Jika bayi menunjukan gejala seperti diare, sering menangis atau rewel, berat badan tidak naik hingga tampak kemerahan di badan setelah pemberian susu formula maka bayi mengalami alergi susu formula. Hal ini bisa saja dikarenakan anak memiliki intolerasi terhadap kandungan lemak di dalam susu sapi. Resiko ini terjadi karena salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi mengkonsumsi susu sapi. Beberapa orangtua langsung memilih susu formula yang berbahan dasar kacang kedelai. Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan karena beberapa bayi yang mengalami alergi susu sapi juga mengalami alergi pada susu kedelai. Konsultasikan kepada dokter anak terlebih dahulu untuk memilih susu formula yang aman untuk anak. Selain susu kedelai dan susu sapi, terdapat susu formula bebas laktosa untuk bayi yang tidak mampu mencerna laktosa akibat kadar gula dalam darah tidak memiliki enzim untuk mengolah laktosa.

  1. Jeli terhadap kualitas susu formula

Seorang bayi yang sedang meminum susu formula dengan botol
Gambar via : www.shutterstock.com

Selain komposisi dan kandungan gizi dalam susu formula, kualitas juga tidak boleh luput dari perhatian Bunda. Produk susu formula yang aman dikonsumsi adalah susu formula yang diproduksi dengan mengikuti standar Good Manufacturing Product (GMP) dan di bawah pengawasan sesuai standar yang European Union (EU), the United States Food and Drug Administration (U.S FDA) dan peraturan perundang-udangan yang berlaku di Indonesia tak lupa memiliki ijin dari BPOM.

  1. Harga mahal dan merk terkenal bukan acuan susu formula

susu formula untuk bayi
Gambar via: www.twwtn.com

Kebanyakan orangtua membeli susu formula untuk anaknya mengikuti rekomendasi dari orang sekitar. Semakin terkenal merk dan mahal harganya kadang juga menjebak orangtua untuk memutuskan susu formula tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Padahal, hal yang harus diperhatikan orangtua adalah kondisi dan kebutuhan anak yang berbeda antara satu dan lainnya. Lebih baik konsultasi kepada dokter anak untuk memutuskan susu formula mana yang cocok untuk buah hati.

Selain hal-hal  di atas, Bunda harus selalu menanamkan bahwa ASI merupakan makanan utama untuk buah hati sehingga susu formula hanya dijadikan MPASI saja. Jika produksi ASI Bunda tidak dapat memenuhi kebutuhan si kecil, segeralah konsultasi kepada dokter untuk mencari tahu bagaimana memperlancar produksi ASI. Jika memang satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan gizi buah hati dengan susu formula maka selalu jadikan ASI sebagai patokan nutrisi yang diberikan untuk bayi. Semoga terinspirasi!(AH)

loading...

LEAVE A REPLY