Makanan Lebaran.
Ketupat. Sumber: id.wikipedia.org

Gulalives.co, SEMARANG – Meskipun arus balik sudah ramai dilakukan oleh para pemudik, ternyata suasana lebaran Idul Fitri masih terasa  bagi masyarakat di Tanah air khususnya Jawa Tengah. Pada masyarakat jawa dikenal peringatan syawalan yang merupakan tradisi selamatan yang dilakukan dengan doa dan makan bersama bertepatan tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri atau tepatnya pada 7 Syawal tahun Hijriah.

Aktifitas masyarakat di berbagai daerah pun bermacam-macam. Ada yang melakukan kirab keliling kota kemudian membagi makanan khas tertentu yang selanjutnya dimakan bersama. Selain itu, ada juga yang hanya melakukan selamatan di masjid-masjid kemudian melakukan makan bersama dengan menu utama ketupat serta lontong dengan berbagai macam sajian sayuran khas daerah.

Berbagai kelompok masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah mempunyai ciri dan caranya masing-masing dalam memaknai Lebaran Ketupat. Simak ulasan gulalives berikut ini.

1. Bakdha Kupatan / Lebaran Ketupat

masukkan kedalam kulkas. gambar via: meismya.com
masukkan kedalam kulkas. gambar via: meismya.com

Bakdha Kupatan atau lebaran ketupat biasa dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Jawa Tengah. Biasanya warga masyarakat melakukan ritual doa bersama di tempat ibadah kemudian melanjutkannya dengan makan bersama.

Seperti pantauan gulalives di kota Semarang, sejumlah masjid pada pagi hari selepas subuh sudah dipenuhi warga untuk melakukan Bakdha kupatan. Warga berkumpul di teras masjid secara berkelompok. Setelah berdoa yang dipimpin oleh sang imam masjid  mereka bersama-sama menikmati sajian ketupat dan lontong dicampur dengan sambal tumpang atau sayuran dengan opor yang sudah disediakan warga.

2. Lopis Raksasa Pekalongan

Soto Tauto Khas Pekalongan
crysthy.blogspot.com

Tradisi lopis raksasa ini merupakan tradisi Syawalan yang unik di Kelurahan Krapyak Kidul dan Krapyak Lor, Pekalongan. Lopis sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dimasak kukus dalam waktu yang lama. Dalam penyajiannya, lopis biasanya ditaburi dengan parutan kelapa. lopis merupakan simbol persatuan dan kesatuan masyaraka.

Sedangkan daun pisang merupakan simbol perjuangan yang tidak pernah berhentiyang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesamanya serta hubungan manusia dengan Allah SWT. Pada pembuatan lopis raksasa tahun ini warga pekalongan menghabiskan bahan baku beras ketan mencapai 1,7 ton dan dimasak terus menerus selama 5 hari 5 malam dengan biaya hampir mencapai 14 juta rupiah.

3. Ziarah Makam di Kendal

Makam-Makam terlihat rapih dan bersih menjelang Bulan Ramadhan
Makam-Makam terlihat rapih dan bersih menjelang Bulan Ramadhan

Masyarakat Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengahh biasanya melaksanakan tradisi Syawalan. dengan berziarah ke makam para wali, ulama, serta kiai. Penziarah yang datang tidak hanya dari masyarakat lokal Kendal, tapi juga dari luar kota seperti Semarang, Batang dan Ungaran.

Ziarah biasanya dilakukan ke makam kiai Asy’ari yang merupakan pendiri masjid Al Muttaqin Kaliwungu. Kemudian ziarah dilanjutkan ke makam Sunan Katong yang terletak di Desa Protomulyo Kendal. Untuk melakukan ziarah masyarakat harus mendaki sejauh lima kilometer di bukit Jabal Protomulyo.

4. Sedekah Laut

Sejumlah perahu milik nelayan bersandar di muara perairan Belawan Medan, Sumut, Selasa (29/10). Beberapa hari terakhir, nelayan yang menggunakan perahu kecil di daerah tersebut tidak berani melaut akibat tingginya gelombang yang disertai angin kencang. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/Rei/Spt/14.
Sejumlah perahu milik nelayan bersandar di muara perairan Belawan Medan, Sumut, Selasa (29/10). Beberapa hari terakhir, nelayan yang menggunakan perahu kecil di daerah tersebut tidak berani melaut akibat tingginya gelombang yang disertai angin kencang. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/Rei/Spt/14.

Tradisi Syawalan sedekah laut biasa dilakukan oleh warga masyarakat pesisir di sekitar Pantura Timur seperti Demak, Jepara, Pati dan Rembang. Sedekah laut dilakukan dengan melarung sesaji berupa pucuk tumpeng yang telah dipotong. Pemotongan tumpeng dilakukan di atas perahu.

Di Demak Sedekah laut dilakukan di Pantai Moroseneng Demak, sedangkan di Jepara sedekah laut dilakukan pesisir ujung batu Jepara. Hampir setiap perahu nelayan dipenuhi warga. Bahkan ada yang duduk hingga atap perahu. Sesaji berupa nasi, sayur, buah, dan kepala kerbau, oleh nelayan ditempatkan dalam replika perahu. Tradisi syawalan tersebut biasanya dimeriahkan dengan pesta rakyat dan berbagai kegiatan hiburan. (YK/DP)

loading...

LEAVE A REPLY