Gambar via: bicarabicara.wordpress.com

Gulalives.co, Depok – Uang merupakan alat tukar yang sudah dipakai setelah masa barter berakhir. Uang sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu uang kertas dan uang logam. Uang logam adalah uang yang terbuat dari bahan logam seperti nikel, kuningan atau alumunium. Berbeda lagi ya kalau uang logam jaman dahulu. Karena biasanya jaman dahulu uang logam terbaut dari bahan emas.

Uang logam sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Terdiri dari dua sisi yaitu sisi bertuliskan nominal dan sisi yang beruba gambar. Uang logam atau biasa disebut uang koin ini dicetak oleh pemerintah dengan nominal yang kecil. Bagaimanakah uang logam di Indonesia dari masa ke masa?

1. 1 sen

1 sen adalah pecahan uang logam yang paling kecil yang pernah dibuat oleh pemerintah. Terbuat dari bahan alumunium dan dibuat pada tahun 1952. Uang logam pada jaman dahulu memang memiliki bentuk bulat dengan lubang di tengahnya. Untuk pecahan 1 sen ini, sisinya bergambar bunga dengan disertai nominal 1 sen, dan sisi lainnya terdapat tulisan huruf arab yang berbunyi Indonesia.

2. 5 sen

Hampir sama dengan pecahan 1 sen, namun bedanya hanya pada tulisan nominalnya. Tahun keluar dari uang logam pecahan 5 sen ini adalah 1951 dan 1954. Dan juga terbuat dari alumunium.

3. 10 sen

Jika pecahan 1 sen dan 5 sen memiliki lubang di tengahnya, berbeda dengan pecahan 10 sen yang sudah tidak memiliki lubang, jadi seperti uang logam yang sering kita lihat sekarang ini. Uang logam pecahan 10 sen ada 3, yaitu yang dibuat pada tahun 1951 yang masih terdapat tulisan Arab, dan tahun 1954 dan 1957 yang sudah mulai menggunakan huruf latin untuk menuliskan “Indonesia”. Bagian sisi dari 10 sen ini adalah gambar burung garuda, dan sisi satunya bertuliskan nominal 10 sen. Bahannya masih sama yaitu terbuat dari alumunium.

4. 25 sen

Hampir sama dengan 10 sen, hanya berbeda di nominal dan tahun dibuat. Tahun dibuat 25 sen ini yaitu 1952, 1955, dan 1957.

5. 50 sen

Ada 2 jenis uang logam pecahan 50 sen, yaitu 50 sen seri Diponegoro yang terdiri dari tahun 1952, 1954, 1955, dan 1957 yang gambarnya adalah pahlawan Diponegoro, dan sisi satunya tidak berbeda dari pecahan lainnya, serta pecahan 50 sen yang terbuat dari alumunium yang terdiri dari tahun 1958, 1959, dan 1961.

6. 1 rupiah

Uang logam pecahan 1 rupiah dibuat pada tahun 1970. Pada sisinya tidak ada gambar burung garuda, namun ada gambar burung lain. Kemudian ada tulisan nominal 1 rupiah, dan sisi lainnya juga ada tulisan nominal 1 rupiah dan dikelilingi tulisan BANK INDONESIA beserta tahun dibuatnya.

7. 2 rupiah

Sama seperti 1 rupiah, dibuat pada tahun 1970. Bahannya terbuat dari alumunium dengan gambar bunga dan padi di satu sisinya. Hampir sama dengan pecahan 1 rupiah, hanya berbeda gambar dan nominal saja.

8. 5 rupiah

Pecahan 5 rupiah ada 2 jenis, yaitu pecahan 5 rupiah burung yang terbuat dari alumunium bergambarkan seekor burung dan dibuat tahun 1970, serta pecahan 5 rupiah keluarga berencana yang memiliki gambar keluarga berencana dengan ayah dan ibu beserta 2 anak. Pecahan 5 rupiah keluarga berencana ini dibuat tahun 1974 dengan ukuran besar, dan tahun 1995, 1996 yang dicetak dengan ukuran kecil.

9. 10 rupiah

Terdiri dari 3 jenis, yang dibedakan dari bahan pembuatannya yaitu, 10 rupiah nickel, kuningan dan alumunium.

10. 25 rupiah

Pecahan 25 rupiah terdiri dari 2 jenis yaitu yang berbahan nickel, dan alumunium. Masing-masing tahun pembuatannya adalah tahun 1971 untuk yang berbahan nickel, dan tahun 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, dan 1996 untuk yang berbahan alumunium.

11. 50 rupiah

Terdiri dari nickel, kuningan dan alumunium. 50 rupiah berbahan nickel dibuat pada tahun 1971 dengan gambar burung cendrawasih. 50 rupiah dengan bahan kuningan bergambar komodo dan dibuat tahun 1991, 19912, 1993, 1994, 1995, 1996, 1997 dan 1998. Sedangkan 50 rupiah berbahan alumunium dibuat tahun 1999, 2001, dan 2002, gambarnya juga berbeda, yaitu bergambar burung Kepodang.

12. 100 rupiah

Uang logam pecahan 100 rupiah ini ada 4 jenis, yaitu 100 rupiah nickel yang tebal, tipis, 100 rupiah kuningan dan 100 rupiah yang terbuat dari alumunium yang sudah jarang ditemukan sekarang ini.

13. 200 rupiah

Ini adalah pecahan uang logam yang baru keluar pada tahun 2003. Gambar dari uang logam 200 rupiah ini adalah burung Jalak Bali dan di baliknya adalah burung garuda.

14. 500 rupiah

Ada 2 jenis uang logam pecahan 500 rupiah yaitu yang kuningan, dan alumunium yang masih banyak digunakan sampai sekarang.

15. 1000 rupiah

Uang logam dengan pecahan tertinggi ini terdiri dari 2 jenis, yaitu 1000 rupiah bimetal yang memiliki 2 bahan metal yaitu tembaga-nikel dan kuningan yang bergambar pohon kelapa sawit. Dan satunya lagi adalah yang baru dikeluarkan yaitu 1000 yang bergambar angklung dan berbahan nikel yang dikeluarkan pada tahun 2010. (MD)

loading...

LEAVE A REPLY