Pengunjung Tengah Mengamati Lukisan Karya Affandi di Museum Affandi, Sleman (beritadaerah.co.id)

GULALIVES.co, Depok- Seiring perkembangan zaman, makin banyak pula seni baru yang ditemukan. Salah satunya seni lukis. Ternyata seni lukis tidak hanya dapat menggunakan media seperti kanvas dan kuas untuk menghasilkan karya seni yang spektakuler. Salah satunya adalah seni melukis pyrography. Yang membuat pyrography berbeda dengan teknik lukis lainnya adalah dari media dan alat melukisnya. Medianya merupakan papan kayu, dan yang lebih uniknya adalah alat lukisnya yang berupa pena api!

Pyrography sendiri merupakan bahasa Yunani yang berarti “writing with fire” atau menulis dengan api. Teknik seni melukis ini pertama kali ditemukan pada abad 17 namun semakin terdengar di telinga masyarakat dunia pada abad 19. Awalnya seni pyrography digunakan para masyarakat Mesir dan suku-suku di Afrika untuk merekam kejadian bersejarah yang terjadi di era mereka hidup. Tercatat pula di Cina tepatnya pada Dinasti Han, masyarakat Cina juga memiliki pyrography yang disebut dengan sulaman jarum api. Pyrography sendiri dikatakan sebagai kesenian rakyat negara Eropa yang meliputi Romania, Hungaria, Argentina dan beberapa daerah di Amerika Selatan.

Seperti arti namanya, pyrography menggunakan alat yang terbuat dari besi yang dipanaskan dengan menggunakan api atau bahkan dengan memanfaatkan panas matahari ditunjang dengan kaca pembesar. Pena api yang panas lalu digunakan di atas papan kayu yang telah dihaluskan permukaannya terlebih dahulu. Warna cokelat yang dihasilkan karena kayu yang terbakar dapat dirangkai menjadi lukisan.

Beberapa seniman pyrography membuat seni melukis kayu ini langsung tanpa menggunakan sketsa terlebih dahulu. Namun ada pula yang membuat pola gambar di atas secarik kertas lalu disalin dengan menggunakan kertas karbon di atas permukaan kayu. Setelah pola digambar maka tugas berikutnya dilanjutkan dengan melukis dengan pena api.

Seiring dengan kemajuan zaman, alat lukis seni pyrography juga mengalami perkembangan khususnya di era modern yang menuntut segalanya menjadi lebih mudah. Pyrography yang bersifat tradisional bisa menggunakan berbagai macam alat besi yang dapat dipanaskan dengan cara dibakar dengan api atau memanfaatkan cahaya matahari dengan menggunakan kaca pembesar. Kini pena api yang digunkana bisa menyerupai tongkat besi berukuran 15 cm yang dipanaskan dengan tenaga listrik yang suhu panasnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu seniman pyrography yang terkemuka adalah Jordan Mang Osan yang berasal dari Filipina. Perjalanannya sebagai seniman dimulai saat Jordan menginjak usia 19 tahun dengan menggunakan potongan-potongan bahan asli mentah di arkilik di atas kanvas. Ia lalu mencoba teknik melukis dengan api atau pyrography karena penasaran. Hebatnya, walau sudah banyak tersedia alat-alat lukis pyrography yang lebih modern dan mudah digunakan, Jordan masih melukis pyrography dengan memanfaatkan cahaya panas matahari. Dengan tangannya yang lincah, Jordan mampu menghasilkan karya seni berkualitas tingga hanya dengan sebuah kaca pembesar di tangannya.

Harga yang dibandrol pada setiap lukisan pyrography terbilang membuat Anda geleng kepala alias mahal. Mengapa? Hal ini dikarenakan pengerjaannya yang cukup lama. Apalagi untuk seniman-seniman pyrography yang masih memanfaatkan sinar matahari sebagai “tinta” untuk melukis. Dengan mengandalkan cahaya matahari tentunya pengerjaan harus dilakukan di setiap siang hari dengan matahari yang sangat terik. Semakin terik pena api akan semakin panas dan membuat lukisan pyrography cepat mudah terselaikan. Belum lagi jika seniman membuat lukisan pyrography, detail gambar tetap harus diperhatikan.

Jika Anda tertarik mempelajari melukis dengan api di atas kayu, Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Perhatikan kayu yang Anda pakai, jangan menaruh pena api sembarangan di atas papan kayu karena bisa saja mengakibatkan kebakaran. Pilihlah kayu yang tidak mudah terbakar. Ada baiknya sebelum mencoba di rumah sendiri, disarankan untuk mengikuti sanggar seni pyrography sehingga Anda dituntun dengan guru yang telah berpengalaman. Nah, untuk mengenal seperti apa melukis kayu dengan api, simak video berikut.

Semoga menginspirasi!(AH)

loading...

LEAVE A REPLY