GULALIVES.co, Depok- Indonesia memang menawarkan pemandangan alam yang spektakuler maka tak heran masyarakat khususnya anak-anak muda ingin menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan “bukan anak muda kalau belum naik gunungBelum lagi film yang dirilis pada tahun 2012 berjudul “5 Cm”  yang menceritakan kisah lima sahabat yang bersama-sama mendaki gunung tertinggi di pulau Jawa yakni gunung Semeru. Dengan ditampilkannya pemandangan alam gunung yang spektakuler, baik pendaki berpengalaman hingga pendaki pemula pun ingin segera melihat sendiri pemandangan gunung yang indah. Jika Anda merupakan pendaki pemula, sebaiknya ikuti tips berikut sebelum mendaki gunung!

  1. Membuat perencanaan

Perencanaan merupakan hal yang wajib dilakukan saat mendaki gunung. Mulailah denan menentukan gunung mana yang Anda hendak didaki. Untuk pemula, lebih baik pendakian dilakukan bersama sekelompok teman yang kalau bisa sudah ada yang berpengalaman untuk menunjukan jalur pendakian dan memberi tahu hal-hal apa yang harus dilakukan, dibawa, dan dihindari selama melakukan pendakian. Soal anggaran biaya, Anda bisa merumuskan dengan teman satu kelompok pendakian untuk menghindari biaya yang keluar tidak terlalu banyak. Beberapa gunung banyak yang menuntut pendakinya untuk menyewa mobil jeep khusus untuk sampai di garis start pendakian. Jika dirumuskan dengan baik maka biaya yang keluar tidak akan timpang dan adil.

  1. Memilih tanggal yang tepat untuk pergi

Jika Anda masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, memang paling enak pergi di saat liburan. Namun jika Anda sudah bekerja maka Anda harus jeli memilih tanggal pendakian. Saat bekerja, Anda sudah tidak bisa main mengepak tas lalu pergi mendaki. Anda harus memperhitungkan sisa cuti yang Anda miliki, berapa hari cuti yang akan diambil untuk pendakian termasuk waktu istirahat usai pendakian. Pastikan tidak ada jadwal tertentu di tanggal sebelum ataupun sesudah pendakian. Jika sudah diputuskan tanggal berapa Anda melakukan pendakian, jangan lupa untuk melihat ramalan cuaca di daerah sekitar gunung. Beberapa gunung ditutup untuk pendakian di saat waktu-waktu tertentu karena cuaca buruk yang tidak memungkinkan.

  1. Persiapan fisik

Tentunya bagi Anda yang baru pertama kali mendaki gunung, melakukan persiapan persiapan fisik harus dilakukan bahkan dari jauh-jauh hari. Banyak pendaki pemula yang merasa dirinya sanggup menaklukan perjalanan berjam-jam untuk mendaki gunung, namun saat sampai di gunung banyak yang angkat tangan. Lakukan olahraga secara rutin setidaknya sebulan sebelum pendakian. Hal ini dilakukan supaya fisik terbiasa saat mendaki gunung nanti. Olahraga yang dapat dilakukan adalah jogging, berjalan santai, dan berenang. Berenang dilakukan untuk menyiapkan paru-paru Anda menghadapi udara yang semakin tipis semakin Anda mencapai puncak gunung nanti.

  1. Surat izin pendakian

Sebagian besar gunung di Indonesia telah masuk ke dalam kawasan konservasi yang dipelihara baik oleh pemerintah dan bagi siapa saja yang memasukinya wajib memiliki surat izin. Surat izin pendakian di gunung yang merupakan kawasan konservasi bernama Suat Izin Masuk Kawasan Konservasi atau SIMAKSI. Setiap gunung memiliki peraturan yang berbeda-beda untuk mendapatkan SIMAKSI. Beberapa gunung ada yang mengharuskan Anda untuk membuat SIMAKSI dari jauh-jauh hari sebelum pendakian. Sebagian gunung di Indonesia kini menetapkan kuota pendakinya seperti gunung Gede, Semeru, Raung , Kerinci dan sebagainya.Hal ini dimaksudkan agar kelestarian alam gunung tetap terjaga dan juga menghindari kecelakaan akibat iklim gunung yang tak menentu.

  1. Membuat itinerary yang disepakati bersama

Walaupun sama-sama perencanaan, itinerary dikatakan lebih detail. Itinerary berisi dimana lokasi berkumpul sebelum pendakian, kapan waktu berkumpul sampai jam berapa pendakian dimulai dan kapan pendakian diakhiri. Buatlah itinerary dengan kesepakatan bersama agar setiap anggota regu perjalanan dapat mematuhinya.

  1. Logistik

Jika Anda berpergian secara berkelompok, ada baiknya untuk membagi tugas membawa makanan. Hal ini diperuntukan agar Anda tidak terlalu banyak membawa bahan makanan di tas dan memberatkan beban yang harus Anda pikul hingga ke puncak gunung. Membagi tugas membawa bahan makanan juga berfungsi agar bahan makanan semua terbawa secara lengkap. Bawalah makanan yang kering seperti kering kentang yang awet. Makanan kemasan seperti mie instan, kornet, dan sosis bisa dibawa. Anda juga bisa membeli sayur mayur yang banyak dijual oleh pedagang yang dijajahkan di kaki gunung. Namun jangan lupa untuk membawa sampah makanan saat usai pendakian.

  1. Jangan lupa membawa P3K

Kemanapun Anda pergi, Anda wajib menyediakan kit P3K. Kit ini berisi obat-obatan sangat dibutuhkan mengetahui medan perjalanan di gunung tidak ada yang mudah. Bahkan pendaki berpengalaman pun tidak bisa menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi di gunung. Mengingat medan yang berat, isi kit P3K Anda juga harus lengkap. Jika biasanya kit P3K hanya diisi dengan obat-obatan ringan seperti obat pusing, obat luka, dan sakit perut, untuk pendakian Anda harus menambahkan obat-obatan seperti obat alergi, obat pribadi untuk Anda yang memiliki penyakit terentu dan tabung oksigen kecil karena tidak menutup kemungkinan ada anggota kelompok sesak nafas karena tidak terbiasa dengan oksigen yang tipis di gunung.

  1. Aklimtasiasi

Tahu kah Anda bahwa hipotermia tidak hanya terjadi di kutub saja, namun juga bisa terjadi di gunung-gunung di negara tropis seperti Indonesia. Hipotermia sendiri adalah keadaan dimana suhu tubuh berada di bawah panas rata-rata tubuh atau kedinginan hebat. Keadaan ini bisa terjadi ketika tubuh mengalami penurunan suhu di bawah 35 derajat celcius.  Dengan suhu di gunung yang bahkan bisa mencapai suhu 0 derajat celcius, tidak menutup kemungkinan pendaki mengalami hipotermia. Maka dari itu Anda harus melakukan aklimtasiasi yakni menyesuaikan kondisi tubuh dengan keadaan di gunung. Anda bisa melakukannya sebelum pendakian dengan tinggal di basecamp atau jalan di daerah pendakian agar tubuh menyesuaikan dengan iklim pegunungan.

  1. Memilih pakaian yang tepat

Banyak pendaki pemula yang salah kostum saat mendaki gunung. Bahkan tak sedikit pula yang nekat menggunakan celana jeans saat mendaki. Pilihlah pakaian yang mudah kering dan tipis untuk dijadikan dalaman. Jaket yang dibawa adalah jaket khusus mendaki dengan bahan anti air dan ringan. Kalau bisa pakailah jaket dengan warna mencolok agar Anda bisa ditemukan jika tersesat. Jangan menggunakan celana jeans karena bahannya kasar dan berat, gunakanlah celana cargo yang banyak kantung dan bahannya ringan namun tidak mudah robek. Untuk sepatu, pilihlah trekking shoes dengan sol sepatu kuat yang telah dibuat sesuai dengan medan gunung.

  1. Berdoa sebelum berangkat

Gunung tidak bisa ditebak. Bahkan tidak sedikit pendaki mengalami kecelakaan yang berujung bertaruh nyawa. Maka dari itu janganlah lupa untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu melindungi Anda di setiap langkah mulai dari pendakian hingga akhir pulang.

Mendaki gunung bukan hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda terhadap keindahan alam yang telah dilukis oleh Tuhan. Namun untuk melakukannya Anda butuh persiapan yang sangat matang karena ya, taruhannya adalah nyawa. Selalu utamakan keselamatan Anda dan menuruti perintah atau instruksi dari ketua rombongan. Jika Anda mematuhi semuanya, niscaya Anda akan selamat dan tentunya menyaksikan pemandangan spektakuler di puncak gunung.(AH)

loading...

LEAVE A REPLY