Gambar via: www.kevinmd.com

GULALIVES.co, Jakarta- Siapa bilang memilih sepatu lari itu mudah? Memilih sepatu lari sendiri juga membutuhkan perhatian khusus tak kalah dengan memilih sepatu gunung. Salah-salah memilih, kaki Anda bisa jadi taruhannya! Banyak kasus kaki terkilir atau urat kaki ketarik karena sepatu lari yang dipilih tidak dapat memenuhi kebutuhan Anda saat berlari. Ingin tahu bagaimana tips memilih sepatu lari? Inilah tipsnya!

  1. Kenali jenis telapak kaki Anda

Beda jenis telapak kaki, beda pula jenis sepatu lari yang Anda gunakan. Terdapat tiga jenis telapak kaki yakni, telapak kaki melengkung (supinator foot), kaki datar (pronator foot) dan kaki normal. Telapak kaki melengkung berarti bagian tengah telapak kaki melengkung ke dalam, sedangkan yang datar adalah telapak kaki dengan sedikit lengkungan di dalam. Cara mengetahui termasuk jenis telapak kaki mana kah Anda, coba saja cetak kaki Anda. Kaki yang datar akan menimbulkan cetakan kaki yang penuh, sedangkan telapak kaki melengkung di bagian samping telapak kakinya tipis. Jika Anda termasuk ke dalam telapak kaki datar, carilah sepatu lari dengan label “motion control “ atau “stability” karena kaki datar membutuhkan alas kaki yang memakai orthotics atau alas kaki buatan yang mampu menahan gerakan ketika berlari. Namun jika Anda memiliki telapak kaki melengkung pilihlah sepatu yang berlabel empuk atau fleksibel. Sedangkan telapak kaki normal dapat menggunakan jenis sepatu lari yang mana saja.

  1. Ukuran kaki

Tahu kah Anda, ukuran kaki itu dapat berubah? Ya, ini lah yang menyebabkan setiap kali Anda membeli sepatu dengan ukuran biasanya, kaki masih saja belum masuk ke dalam sepatu atau sebaliknya, sepatu justru kelonggaran. Ingatlah, beda merk beda pula ukuran sepatunya. Contohnya ketika Anda membeli sepatu olahraga merek Nike, Anda menggunakan ukuran 7, namun saat Anda mencoba sepatu Reebok ukuran Anda justru 7,5. Khususnya sepatu lari, gunakan sepatu dengan ukuran yang lebih besar setengah inci antara depan jempol kaki dan ujung sepatu area sekitar jempol. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda lakukan pemeriksaa

  1. Mencari sepatu yang nyaman

Nyaman dikatakan saat kaki Anda memiliki ruang yang cukup di antara ujung kaki dengan ujung sepatu. Jari-jari Anda harus bisa bergerak bebas dari satu sisi ke sisi lain di bagian depan sepatu. Setidaknya ada ruang sebesar satu ibu jari tangan di antara jari kaki terpanjang dengan sepatu. Coba saja minta pelayan toko atau teman untuk mengukur seberapa besar ruangan ini ketika Anda menggunakan sepatu lari. Sedangkan di bagian tumit, Anda harus merasa sepatu tidak terlalu ketat saat tali sepatu diikat. Jangan lupa untuk ingat saat membeli sepatu lari yang memiliki ruang gerak dari pada kaki bukan yang ketat. Bisa-bisa sepatu yang terlalu ketak membuat kaki Anda melepuh.

  1. Jangan membeli sepatu di pagi hari

Cara satu ini memang belum akrab di telinga masyarakat. Bahkan tak sedikit menganggapnya sebagai mitos belaka. Namun memang disarankan bagi Anda untuk tidak membeli sepatu saat pagi hari. Hal ini dikarenakan kaki bengkak di pagi hari. Bayangkan karena kaki yang bengkak di pagi hari, di siangnya Anda menggunakan sepatu lari yang telah dibeli maka akan merasa kelonggaran. Maka dari itu,jika Anda ingin membeli sepatu lari, sebaiknya beli setelah pukul empat sore dimana bengkak di kaki sudah lebih menurun.

  1. Perhatikan berat sepatu

Berat sepatu berpengaruh pada kecepatan saat berbelok atau saat melakukan maneuver. Maka dari itu Anda harus memilih sepatu dengan berat yang tepat. Semakin ringan berat sepatu maka semakin cepat pula lari. Memutuskan berat sepatu sendiri bergantung pada jarak yang ingin Anda tempuh. Sepatu yang ringan cocok untuk lari jarak dekat setidaknya kurang dari 5 kilometer. Jika Anda suka mengikuti lari jarak menengah dan jauh seperti marathon maka Anda tidak perlu membeli sepatu yang ringan namun Anda butuh membeli sepatu dengan material peredam agar tidak mengalami cedera saat berlari jarak jauh.

  1. Siapkan dana yang besar

Ada harga ada rupa. Jika Anda menginginkan sepatu lari yang berkualitas dan tahan lama, maka Anda harus siap mengeluarkan dana yang cukup besar. Sepatu lari yang berkualitas bahkan bisa menjapai jutaan rupiah. Untuk mensiasatinya, cek lah diskon-diskon di toko-toko sepatu olahraga yang biasanya tidak segan untuk memberikan diskon pada sepatu-sepatu olahraga khususnya sepatu lari.

  1. Jangan lupa mengganti sepatu lari

Sebaik apapun sepatu lari Anda jangan lupa untuk mengganti sepatu lari. Sepatu lari yang bagus dirancang untuk bertahan hanya 650 sampai 800 kilometer. Jika Anda merupakan seorang pelari yang menggunakan sepatu lari setiap hari, maka sebaiknya Anda mengganti sepatu lari setidaknya setiap enam bulan sekali. Hal ini dikarenakan sol sepatu yang mulai haus dan resiko cedera pun semakin membesar. Jangan lupa untuk mencatat kapan terakhir kali Anda membeli sepatu lari untuk mengetahui sudah berapa lama Anda membeli sepatu.

Anda memang dituntut teliti dalam memilih sepatu lari yang hendak Anda gunakan. Salah-salah memilih bisa-bisa kaki jadi taruhannya. Selalu utamakan kegunakan sepatu dibanding tampilannya. Tampilan bagus belum tentu memenuhi kebutuhan lari Anda.(AH)

 

loading...

LEAVE A REPLY