Masukkan beras kedalam bungkus ketupat sesuai takaran yang dianjurkan. gambar via: www.infojajan.com

Gulalives.co, SEMARANG – Ketupat merupakan sajian wajib bangsa Indonesia ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. Bahkan sajian ketupat masih bertahan di meja makan sampai lebaran hari ketujuh atau kesepuluh. Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam atau rendang.

Biasanya, sanak keluarga atau tetangga sengaja berkumpul untuk menikmati ketupat secara bersama-sama ketika lebaran. Hal ini biasa dilakukan pada saat perayaan Idul Fitri. Bahkan untuk masyarakat di pantura Jawa Tengah biasa menikmati ketupat pada hari ketujuh lebaran.

Melihat kebersamaan ini, tentu terdapat banyak hal baik yang bisa kita ambil sebagai makna hari raya. Tanpa adanya ketupat, perayaan lebaran jadi terasa kurang lengkap. Maka dari itu, perayaan lebaran dengan ketupat dimaknai dengan arti yang lebih. Pemaknaan ketupat ini sangat identik dengan budaya yang lahir dari perkembangan masyarakat sendiri.

Menikmati ketupat tanpa memahami apa sebenarnya makna dibaliknya sepertinya kurang terasa. Ada beberapa fakta unik yang perlu anda ketahui tentang makna ketupat lebaran. Berikut gulalives bagikan untuk anda.

1. Simbol Kesucian dari Kesalahan

ketupat disiram air dingin agar awet. gambar via: www.masakanpraktisrumahan.com
ketupat disiram air dingin agar awet. gambar via: www.masakanpraktisrumahan.com

Menurut rektor Universitas Negeri Semarang Prof.Dr Fatturohman dalam pernyataannya melalui media sosial Ketupat atau kupat dalam istilah jawa memiliki arti ngaku lepat atau berarti mengakui kesalahan.  Ketupat memiliki simbol yang mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia yang telah diperbuatnya, dilihat dari rumitnya anyaman ketupat tersebut. Kemudian disucikan melalui proses memasak dan dimakan bersama.

2. Kesempurnaan Setelah Berpuasa

masukkan kedalam kulkas. gambar via: meismya.com
masukkan kedalam kulkas. gambar via: meismya.com

Dari sisi bahasa, ketupat atau kupatan berasal dari kata Kaffatan (Bahasa Arab) yang berarti sempurna.  Maka secara istilah, menurut beberapa ahli budaya dapat dinyatakan bahwa kupatan adalah simbolisasi dari berakhirnya bulan puasa dan menandai terhadap kesempurnaan atau kaffatan di dalam kehidupan individu dan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan selesainya menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh serta sudah ditunaikannya membayar zakat fitrah. Kesempurnaan ditunjukkan dengan perayaan makan ketupat bersama-sama.

3. Menjaga Keseimbangan

Makanan Lebaran.
Ketupat nasi. Sumber: leeweebrothers.com

Bentuk persegi ketupat juga diartikan masyarakat Jawa sebagai perwujudan kiblat papat limo pancer. Kiblat papat limo pancer berarti empat arah lima tujuan. Ada yang memaknai kiblat papat limo pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat (kiblat).

Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer (tujuan yakni Allah swt. Selain itu, ada juga yang memaknainya sebagai “Laku Papat” ini. Keempat tindakan itu adalah Lebaran, Luberan, Leburan, Laburan, yang merupakan keseimbangan dari perayaan, sedekah, permohonan maaf dan kembali suci.

4. Kebersamaan

Makanan Lebaran.
Ketupat. Sumber: id.wikipedia.org

Dalam tradisi masyarakat Bengkulu ketupat biasa disebut sebagai ketupek. Ketupek merupakan gabungan kata Ketu dan Lipek. Keduanya memiliki makna yakniKetu berarti kebersamaan dan Lipek berarti melipat. Hal ini berarti dalam proses pembuatan ketupek atau ketupat dilakukan secara bersama-sama. Kebersamaan juga dilakukan pada saat makan ketupat. Secara tradisi, dianjurkan untuk menikmati ketupat secara bersama-sama dengan sanak famili dan tetangga.

5. Mempererat Tali Silaturahim

youtube.com
youtube.com

Dalam susunan ketupat terdiri dari daun kelapa muda yang dianyam secara berurutan satu dengan yang lain serta tidak terputus. Hal tersebut menggambarkan pentingnya jalinan tali silaturahmi dalam kehidupan, baik jalinan silaturahmi dengan keluarga, sanak saudara, orang-orang terdekat, dan tetangga serta orang yang berbeda status sosial. Maka, sudah menjadi tradisi memakan ketupat dilakukan secara bersama-sama. Biasanya setelah sholat ied keluarga berkumpul untuk kemudian menikmati ketupat. (YK/DP)

loading...

LEAVE A REPLY