gambar ronaldo benci israel
Ronaldo attualissimo.it

Gulalives.co, PARIS – Tim nasional Portugal memastikan diri sebagai kampiun Piala Eropa 2016 setelah menekuk Perancis 1-0 di partai final yang digelar di Stade de France, Minggu (10/7) waktu setempat. Uniknya, Selecao das Quinas keluar sebagai juara yang jarang memenangi laga di waktu normal.

Bintang utama Portugal, Cristiano Ronaldo pun membawa tangis bahagia, kontras dengan 14 tahun silam dimana saat itu dirinya gagal membawa Portugal juara.

Di laga ini, Eder menjadi pahlawan kemenangan Portugal di final, bukanlah Cristiano Ronaldo. Sebab, megabintang Real Madrid itu mengalami cedera di tengah pertandingan dan harus digantikan oleh Ricardo Quaresma di menit ke-25. Absennya Ronaldo ternyata menjadi berkah tersendiri Portugal. Permainan mereka tidak teruju pada seorang Ronaldo semata.

Alur permainan Tim Samba Eropa itu dibagi rata. Joao Mario, Luis Nani, Quaresma, maupun Renato Sanches justru leluasa bahu-membahu di lapangan. Dan, Eder menjadi pemecah kebuntuan mendapatkan assist dari Joao Moutinho.

Sementara, Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, merasa bangga timnya jadi juara Piala Eropa 2016 dan menyebut negaranya memang pantas menggondol gelar juara.

Ronaldo hanya berperan minim dalam laga pamungkas melawan Perancis lantaran cedera lutut usai bertubrukan dengan gelandang Les Blues, Dimitri Payet. Akan tetapi, sang penyerang pada akhirnya bisa puas karena timnya berhasil menambah koleksi trofi dalam kariernya.

Ronaldo memuji kinerja timnya yang sukses menyabet trofi Piala Eropa 2016. Hal itu sekaligus membuktikan segala kritikan terhadap Portugal adalah salah.

“Portugal berhak mendapatkan kemenangan ini setelah melakukan banyak pengorbanan di tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada yang percaya kepada kemampuan kami. Saya sudah memenangkan semua hal dengan klub (Real Madrid). Saya kekurangan gelar bersama tim nasional,” kata Ronaldo seperti yang dikutip dari Goal (11/7).

Eder yang menggantikan Renato Sanchez pada menit ke-79, mencetak gol kemenangan pada menit ke-109, membawa Portugal menang 1-0 dari Perancis di hadapan lebih dari 75 ribu penonton Stade de France, Minggu (10/7) malam waktu setempat.

Gol tersebut mengantarkan Portugal juara untuk kali pertama sepanjang sejarah dan juga menghapus rekor buruk tak pernah melawan Perancis sejak 1975 silam. Ronaldo mengatakan dia tahu Eder akan mengantarkan gol kemenangan. “Saya sudah berada di dunia sepak bola dalam waktu yang lama. Saya memiliki banyak firasat. Saya merasa dia adalah salah satu orang yang akan mencetak gol,” katanya menambah.

Pesan dari Motivator

Para pemain Portugal mendatangi ruang ganti di jeda turun minum final Piala Eropa 2016 dengan langkah gontai. Api semangat mereka meredup setelah kehilangan Cristiano Ronaldo di menit ke-25.

Kapten sekaligus penyerang andalan Seleccao itu cedera lutut karena berbenturan dengan Dimitri Payet. Ronaldo coba untuk melawan rasa sakitnya dan sempat kembali bermain beberapa menit. Tapi pada akhirnya ngilu itu menang. Ronaldo kemudian ditandu keluar lapangan dengan berurai air mata.

Tapi ia menolak patah arang. Meski telah melepaskan ban kaptennya kepada Nani, Ronaldo justru menjadi sosok yang paling memantik semangat rekan-rekannya di ruang ganti. Ia berapi-api mengucapkan pidato yang menular pada seluruh pemain tim Portugal. Hal ini diakui langsung oleh Cedric Soares, sang pemain belakang Portugal. 

“Momen itu (kehilangan Ronaldo) sebenarnya sangat sukar,” kata Soares, seperti dikutip dari ESPN FC. “Baik untuk saya dan tim, semua orang merasakan kekagetan.”

“Di jeda turun minum, Cristiano menyiapkan pidato yang fantastis bagi kami. Ia memberikan kami kepercayaan diri dan mengatakan ‘dengarkan semuanya, saya yakin kita akan menang, jadi tetaplah bersama-sama dan berjuang untuk ini.'”

“Pidato itu sangat sukar dipercaya. Saya kira semua anggota tim punya sikap yang fantastis. Dan kami bisa menunjukkannya pada malam ini bahwa ketika Anda berjuang bersama, maka Anda akan lebih kuat.”

Ketika ditanyai apakah Ronaldo kehilangan semangat karena ditarik keluar, Soares menjawab: “Tidak, ia sangat fantastis. Sikapnya sangat luar biasa. Ia selalu membantu rekan-rekan setim kami, ia selalu memiliki kata-kata motivasi dan seluruh tim bereaksi pada kata-katanya itu. Jadi hal itu sangat baik.”

Di babak kedua, Ronaldo pun enggan diam. Ia berdiri di area bangku cadangan, meneriakkan instruksi, dan seolah menjadi asisten manajer.

Soares memuji aksinya itu dan mengatakan kata-kata Ronaldo membantu mereka sepanjang pertandingan. “Ya, ia memiliki ucapan yang fantastis kepada setiap pemain di setiap momen pertandingan… Saya sangat sangat senang menjadi bagian dari kelompok ini dan menjadi juara.”

Portugal yang datang ke final dengan status kuda hitam, berhasil merebut piala pertama dalam sejarah mereka berkat gol tunggal Eder di menit ke-109. Mereka juga berhasil memutus rekor buruk tak pernah melawan Perancis sejak 1975 silam.

Eder juga mengakui ada sosok Ronaldo di balik gol tersebut. Eder yang seorang pemain cadangan dan hanya bermain 13 menit dalam enam pertandingan sebelumnya, disebut Ronaldo akan mencetak gol kemenangan. Eder berkata bahwa kata-kata sang kapten sebelum ia masuk ke lapangan itu juga yang memotivasinya. “Ia memberikan saya kekuatan, energi, dan ini sangat vital,” kata Eder. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY