Cara Ternak Kenari, sumber : alamendah.org

Gulalives.co, Depok– Burung merupakan salah satu hewan yang selalu dijadikan hewan peliharaan. Banyak orang yang menyukai burung, sebagai hiburan untuk mereka. Biasanya burung dijadikan peliharaan karena memiliki suara atau kicauan yang indah. Salah satu burung yang menjadi favorit sebagai peliharaan adalah burung kenari.

Burung kenari sangat terkenal dengan burung yang dapat berkicau panjang atau cukup lama. Sehingga burung ini menjadi burung yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta kicau mania (sebutan pecinta burung). Selain memiliki suara yang indah, burung kenari memiliki daya tarik lain seperti bentuknya, dan juga warna dari burung tersebut.

Kenari merupakan salah satu burung yang menguntungkan, sebab harga dari satu ekor burung kenari tidak mudah berubah dan stabil. Jika burung kenari memiliki kualitas suara dan bentuk yang sempurna, maka harganya pun akan tinggi di pasaran.

Saat ini para pecinta burung banyak yang berlomba-lomba untuk beternak. Apa lagi mereka beternak bukan sekedar untuk mendapatkan uang. Tetapi juga mereka beternak untuk melampiaskan hobi mereka.

Memang dalam menjalankan sebuah usaha bukanlah hal mudah. Terutama bagi para pemula, dimana biasanya para pemula mudah menyerah jika mereka mengalami kegagalan dalam ternak pertama kalinya. Nah kami akan memberikan tips dalam beternak burung yang bisa bernyanyi secara lama ini. Tips ini merupakan tips yang cocok bagi para pemula maupun para peternak yang sudah melakukan ternak kenari.

#1. Pemilihan Telur Kenari yang Berkualitas

Jika Anda ingin mencoba beternak dari awal dengan tahap telur, mungkin menjadi salah satu tahap yang harus Anda perhatikan. Burung kenari biasanya bertelur hanya tiga hingga empat telur. Sehingga Anda harus dapat memilih mana telur yang memiliki potensi menghasilkan bibit yang baik dan mana telur yang kopong.

Ada baiknya Anda harus melakukan pengecekan terlebih dahulu setelah telur di kerami. Daripada Anda harus menunggu hingga 14 hari namun tanpa hasil yang baik. Dengan melihat kondisi telur maka Anda akan mengetahui, apakah telur yang sedang di erami oleh induk betina berisi atau tidak. Caranya cukup mudah.

Cara melihat telur kenari memiliki isi atau tidak dengan cara menyenter telur kenari. Jika ketika telur di senter memiliki guratan seperti benang berwarna merah dan telihat gumpalan daging, maka Anda telur tersebut memiliki isi yang baik. Namun, jika telur tidak ada isinya, maka telur ketika Anda senter akan terlihat berwarna bening, putih, dan terang. Sebab di dalamnya tidak terdapat embrio atau piyik.

#2. Memilih Indukan Kenari Untuk di Ternak

Tentunya ketika Anda ingin beternak, Anda harus mengenali terlebih dahulu indukan yang berkualitas. Dan Anda harus memperhatikan jenis kelamin dari indukan tersebut. Indukan yang berkualitas sudah tentu akan menghasilkan anakan yang berkualitas pula. Sehingga faktor pemilihan indukan sangat penting.

Apa lagi anakan kenari akan memiliki harga yang tinggi jika memiliki indukan yang berkualitas. Hal pertama yang wajib Anda ketahui untuk mengenali apakah indukan kenari tersebut bagus untuk di ternak atau tidak dengan mengetahui indukan kenari siap untuk di kawinkan atau tidak. Selain itu, jenis kenari pun harus Anda ketahui. Terdapat kenari lokal, dan kenari impor. Ini harus Anda perhatikan.

Tentunya indukan yang berkualitas adalah indukan yang siap kawin. Jika Anda ingin memilih indukan kenari untuk di ternak, maka pilihlah indukan yang sudah siap kawin. Ciri-cirinya adalah

-Kenari Jantan

Kenari jantan yang siap kawin adalah kenari yang sudah mampu bernyanyi dan selalu bergerak aktif ketika berada di dalam kandang. Anda juga harus mengecek keadaan fisik indukan jantan sebelum di kawinkan. Biasanya indukan jantan memiiki tonjolan di bawah perut. Tonjolan tersebut berwarna merah. Untuk mengetahui indukan jantan siap di kawinkan, cobalah Anda dekatkan indukan jantan tersebut dengan kenari betina. Jika indukan jantan bernyanyi maka indukan kenari jantan sudah siap di kawinkan. Nyanyian dari kenari merupakan cara kenari jantan merayu kenari betina.

-Kenari Betina

Kenari betina yang siap kawin sangat mudah dilihat, kenari betina akan bereaksi ketika mendengar suara kenari jantan. Anda juga dapat melihat dan memegang kelamin dari kenari betina. Biasanya kenari betina memiliki benjolan di bagian kelamin, jika ia sudah siap di kawinkan. Alat kelaminnya pun akan terbuka lebih lebar dari biasanya.

#3. Cara Merawat Anakan Kenari yang Baru Menetas

Usai di kawinkan maka indukan betina akan bertelur. Untuk itu ketika indukan bertelur maka Anda dalam 14 hari ke depan harus siap menerima kehadiran bayi-bayi kenari yang lucu. Nah, bayi kenari yang baru menetas sudah tentu memiliki cara perawatan yang berbeda dengan kenari dewasa. Hal ini harus Anda perhatikan.

Biasanya burung kenari yang baru menetas tidak diberikan sayuran dan buah-buahan. Sebab, sistem pencernaan mereka belum siap menerima makanan tersebut. Biasanya bayi kenari diberikan makanan telur puyuh rebus serta makanan-makanan yang mengandung nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan burung-burung kenari itu.

Untuk indukan jangan sampai diberikan sayuran hingga anak berumur satu minggu. Setelah satu minggu baru Anda dapat memberikan pakan sayuran untuk indukan. Dan juga Anda bisa memberikan pakan biji-bijian. Tidak lupa anakan dan indukan tetap diberikan vitamin yang cukup agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

LEAVE A REPLY