Gulalives.co, SEMARANG – Ladies, kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana, apalagi kota-kota besar. Bertambahnya kendaraan di jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dan kualitas jalan itu sendiri. Jadi tidak hanya jumlah atau lebar jalan yang kurang, tetapi juga kondisi jalan itu sendiri juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu-lintas. Jalan yang berlubang, membuat kendaraan harus melalui dengan perlahan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang hanya karena lubang di jalan.

brexit4Rasa takut yang sedang melanda para pemudik dengan mobil pribadi adalah mogok karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Sebab, dalam kondisi macet, terutama stop and go, konsumsi bensin pada kendaraan lebih banyak ketimbang jalanan lancar.

General Manager Technical Service PT TAM Dadi Hendriadi, mengungkapkan, sebaiknya memang selalu mengisi BBM ketika ada kesempatan melewati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) meski cadangan bensin masih banyak. Usahakan selalu isi penuh, agar bisa lebih aman selama di perjalanan.

“Namun kalau khawatir BBM tetap tidak cukup, maka saat macet matikan mesin. Tetapi, yang perlu diperhatian kalau stop and go, dan menyala atau matikan mesin, adalah kondisi aki,” ujar Dadi kepada Otomania, Jumat (9/7/2016).

brexit1Menurut Dadi, jika seperti itu, maka sebaiknya dilakukan secara berkala. Contoh, setelah 10 kali menyala dan mematikan mesin, selanjutnya biarkan mobil menyala paling tidak setengah jam. Fungsinya untuk mengisi aki, agar tidak cepat soak.

“Tetapi itu kalau kondisi aki bagus, kalau sudah jelek, itu yang khawatir, bisa-bisa ketika mau menyalakan mesin malah tidak kuat. Jadi sebelum berangkat usahakan cek kondisi aki,” kata Dadi.

Pemborosan BBM ketika macet, kata Dadi, karena digunakan untuk memutarkan mesin tanpa mobil berjalan. “Kalau macet sama sekali konsumsi BBM akan nol kpl. Jadi bukan kalau macet BBM yang dikeluarkan banyak, tetapi yang terbakar tidak dipakai untuk bergerak,” ucap Dadi.

brexit2Ibarat kita mendorong mobil yang mogok, mendorong, kemudian berhenti, kemudian mendorong lagi, berhenti lagi, mendorong lagi. Tentunya akan lebih banyak mengeluarkan tenaga dan keringat, kita akan sangat kehausan.

Beda dengan mendorong mobil yang mogok hingga si mobil bergerak. kita terus mendorong hingga kemudian beberapa saat mesin mobil hidup. Tenaga kita tidak banyak terkuras. Kurang lebih sama analoginya dengan mobil atau motor kita saat melalui jalan yang macet.

Mobil atau motor memerlukan banyak energi untuk mulai bergerak dari kondisi diam. Jauh lebih banyak energi yang diperlukan daripada untuk menambah kecepatan saat sudah bergerak. Dalam hal ini energi didapat dari bahan bakar atau BBM. Jadi semakin banyak Stop and Go, konsumsi bensin akan lebih boros, ketimbang melalui jalan yang lancar.

mudik
http://jadiberita.com

Selanjutnya, cara mengemudi juga mempengaruhi. Jika cara mengemudi Anda dengan santai (datar) tidak kebut – kebutan maka BBM kamu akan awet. Namun, jika Anda terlalu sering mengerem dan menarik gas kembali dengan cepat, hal ini membuat kendaraan kamu boros BBM. Sering membuat suara knalpot nyaring juga dapat membuat boros BBM.

Terakhir, kualitas BBM yang dipakai juga mempengaruhi boros tidaknya kendaraan Anda, jika terlalu sering menggunakan BBM berkualitas rendah, premium misalnya maka akan cepat habis. Sebaliknya, jika Anda menggunakan petralite atau pertamax yang kualitasnya semakin bagus dan harganya selisih sedikit, BBM Anda akan awet atau tidak cepat habis. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY