Gulalives.co, BREBES — Peristiwa Brexit rupanya tak hanya terjadi di Eropa saja. Di Indonesia, saat momen Lebaran, peristiwa Brexit terjadi dalam kondisi yang berbeda. Peristiwa horor yang kemudian disebut Brexit di Jateng adalah kemacetan arus mudik di pintu keluar Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, memakan korban. Data Pemerintah Kabupaten Brebes, 12 orang meninggal diduga tidak kuat menghadapi macet.

“Total keseluruhan yang meninggal ada 18. Lima orang akibat kecelakaan lalu lintas, satu orang akibat lain hal, dan 12 orang akibat macet,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi Parwoko belum lama ini.

brexit1Sri menyampaikan, petugas kesulitan mengevakuasi jenazah. Ambulans atau sepeda motor tidak bisa menjangkau lokasi korban meninggal karena kemacetan lalu lintas angat parah.”Masalah yang paling sulit adalah evakusi jenazah,” ujar dia.

Sementara, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Achmad Yurianto menjelaskan ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab adanya korban yang meninggal. Kelelahan dan kekurangan cairan jadi faktor lain yang berdampak fatal saat mengarungi kemacetan.

“Kelelahan dan kekurangan cairan dapat berdampak fatal. Apalagi pada kelompok rentan anak-anak, orang tua, pemudik dng penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung dapat meningkatkan risiko,” kata Achmad.

brexit2Tak hanya itu kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian pendingin udara yang menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2,” ungkap Achmad.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis ada 12 korban tewas akibat terdampak kemacetan. Salah satunya adalah bayi berusia 1,4 tahun bernama Azizah asal Kutoarjo yang meninggal dengan penyebab apnoea causa CO2 toxic atau terpapar CO2 karena terjebak dalam mobil di tengah kemacetan lebih dari enam jam.

brexit5Sementara, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi mengingatkan kepada masyarakat yang menjalani perjalanan jauh saat Idul Fitri, baik mudik atau saat kembali nanti untuk selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan khususnya dalam perjalanan.”Untuk itu bagi pemudik harus benar-benar disiapkan kesehatannya,” kata Oscar.

Saat ini Kemenkes telah menyiagakan 3.583 sarana kesehatan. Terdiri dari 870 Posko Kesehatan, 2.000 Puskesmas, 371 RS, dan 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).”Bila lelah, mengantuk, atau merasa kurang prima, para sopir atau pemudik bisa manfaatkan fasilitas ini. Setelah segar, perjalanan dapat dilanjutkan,” imbau Oscar.

brexit3Oscar menyampaikan keprihatinnya atas adanya korban anggota masyarakat baik karena kecelakaan lalu lintas, sakit saat dalam perjalanan, atau sebab lainnya. Agar kejadian serupa tidak terulang, Oscar meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan.

“Masyarakat silahkan hubungi untuk mendapatkan pertolongan. Kalaupun ambulan belum tiba, operator akan memandu tindakan emergensi apa yang dapat dilakukan keluarga, kerabat atau pemudik yang sakit. Dengan demikian kejadian yang tidak diharapkan dapat diminimalisir,” tambah Oscar.

brexit7Berikut data 18 korban meninggal di Kabupaten Brebes.

  1. Taklim, 46, pengendara sepeda motor meninggal karena menabrak sepeda motor lainnya, 29 Juni.
  2. Seseorang berusia 24 tahun asal Banyumas meninggal setelah sepeda motor yang ia kendarai menabrak truk yang sedang berhenti di depan rumah makan Amanda di Kecamatan Paguyangan, 30 Juni.
  3. Okta Tri Utami, 36, meninggal setelah mobil Toyota Innova yang ia tumpangi menabrak pohon di jalan alternatif Songgom-Larangan, 30 Juni. Kecelakaan ini juga melukai M. Irmansyah, 39, Erni Rosita, 19, dan Rio, 2.
  4. Taryona, 39, meninggal karena tertabrak kereta api di wilayah Mundu, Tanjung, Brebes, 1 Juli.
  5. Komar, 40, pengemudi becak, meninggal ditabrak kendaraan pemudik, 1 Juli. Pelaku melarikan diri.
  6. Khariri, 40, meninggal karena tersetrum di Karangdempel, Losari, 2 Juli.
  7. Azizah, 1,4, meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjung, 3 Juli. Ia diduga meninggal karena keracunan karbon dioksida. Mobil yang ia tumpangi terjebak macet lebih dari enam jam menjelang pintu keluar Tol Brebes Timur.
  8. Yuni Yati, 50, warga Magelang, dalam kondisi sakit keras terjebak macet di Tol Brebes, 3 Juli. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Asih, namun meninggal.
  9. Turinah, 53, warga Kebumen, meninggal di Rumah Makan Minang Karangbale, 3 Juli.
  10. Sundari, 58, warga Kendal, meninggal karena sakit di Bus Pahala Kencana yang terjebak macet, 4 Juli.
  11. Susyani, 36, warga Bogor, pingsan saat turun dari Bus Rosalia Indah. Korban mengeluh pusing karena bus yang ia tumpangi kena macet di Tol Brebes. Ia sempat dibawa ke Puskesmas Larangan, namun meninggal, 4 Juli.
  12. Sariyem, 45, warga Banyumas, diturunkan dari mobil travel di Klinik dr Desy Wanacala. Saat itu, Sariyem pingsan karena kelelahan. Setelah diperiksa, ia meninggal, 4 Juli.
  13. Suharyati ,50, turun dari Bus Sumber Alam karena tidak kuat menghadapi macet. Saat turun, ia pingsan dan muntah-muntah. Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia meninggal, 4 Juli.
  14. Poniatun, 46, warga Kebumen, turun dari Bus Zaki Trans di Rumah Makan Mustika Indah, Kecamatan Tonjong. Tak lama kemudian, ia meninggal, 4 Juli.
  15. Rizaldi Wibowo, 17, warga Kendal, meninggal di dalam bus, 5 Juli.
  16. Suhartiningsih, 49, warga Jakarta, meninggal di dalam mobil pribadi, 5 Juli.
  17. Sumiatun, 67, warga Serpong, Tangerang, meninggal di dalam bus, 5 Juli.
  18. Sri, 40, warga Wonogiri, meninggal dalam perjalanan menggunakan mobil pribadi. Penyebab korban meninggal diduga sakit jantung dan kelelahan, 4 Juli. (DP)

 

loading...

LEAVE A REPLY