Yang harus dilakukan wanita haid saat umroh. Foto: umrahsatu

Gulalives.co, JAKARTA – Siklus haid bagi perempuan usia produktif menjadi hal yang tak terhindarkan. Namun hal ini bisa menjadi sedikit masalah saat perempuan mengalami haid atau menstruasi ketika menjalankan ibadah, misalnya umroh.

Perempuan biasanya memiliki siklus haid normal antara 21 sampai dengan 35 hari, lama haid antara 4-7 hari setiap bulannya. Terkadang haid bagi perempuan teratur sesuai dengan tanggalnya, atau bisa maju dari tanggal sebelumnya atau mundur dari tanggal sebelumnya.

Agar umroh berjalan lancar, perempuan disarankan mengambil jadwal umroh dengan tanggal keberangkatan yang disesuaikan dengan siklus haid. Namun apabila seorang perempuan mengalami haid ketika melaksanakan umroh, apa yang harus dilakukan?

Yang harus dilakukan wanita haid saat umroh. Foto: umrahdena
Yang harus dilakukan wanita haid saat umroh. Foto: umrahdena

Berikut sejumlah poin yang harus diperhatkan bagi perempuan yang mendapat haid ketika umroh:

1. Dilarang sholat dan thowaf saat haid

Ketika melaksanakan umroh, sholat dan thowaf di seputar Ka’bah dilarang bagi wanita yang sedang haid, karena sholat dan thowaf mensyaratkan untuk bersuci dari haid. Sehingga bagi perempuan biasanya sebelum berangkat umroh berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengatur haid saat melakukan ibadah umroh. Haid ini bisa ditunda ataupun dimajukan.

Allah SWT berfirman, “Allah menginginkan bagi kalian kemudahan, dan tidak menginginkan kesusahan.”

Menunda atau memajukan haid dapat dilakukan sebagai persiapan awal sebelum melaksanakan ibadah umroh dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter mengenai siklus menstruasi. Konsultasi dengan dokter diperlukan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang tidak diinginkan jika mengonsumsi obat yang dapat menunda atau memajukan haid.

Ketika berkonsultasi dengan dokter,  Anda terlebih dahulu harus mengetahui siklus menstruasi. waktu terbaik untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter 1 bulan sebelum Anda melaksanakan ibadah umroh.

Anda juga perlu mengetahui siklus haid 3 bulan terakhir sehingga pola haid dapat diperkirakan. Obat penunda haid biasanya diminum tujuh hari sebelum perkiraan haid dan penghentian untuk minum obat penunda haid ialah 3 hari sebelum waktu haid.

2. Lakukan olahraga ringan

Yang harus dilakukan wanita haid saat umroh. Foto: beautifulhara
Yang harus dilakukan wanita haid saat umroh. Foto: beautifulhara

Anda dapat melakukan olahraga  seperti senam ringan baik di kendaraan atau ketika sampai di Mekkah.  Hal ini berguna untuk melancarkan peredaran darah.

Anda juga tidak harus mengonsumsi obat penunda haid karena bagi beberapa wanita yang setelah mengonsumsi obat penunda haid memiliki beberapa efek samping seperti nyeri di payudara, mual, sakit kepala serta membuat haid menjadi tidak teratur. Hal ini tentu akan mengganggu ketika Anda melaksanakan ibadah umroh.

Perempuan yang sedang haid dapat melakukan semua ibadah umroh kecuali thawaf dan sholat. Sehingga perempuan yang sedang haid tetap bisa ikut beribadah bersama dengan grup atau rombongan. Karena pada dasarnya darah haid seorang perempuan ialah sesuatu yang sudah Allah tetapkan pada perempuan dan perempuan yang sedang mengalami haid tetap mendapat pahala sebagaimana ketika sehat.
umroh ketika haid

3. Umroh bagi wanita haid

Ibadah-ibadah yang dapat dilakukan bagi perempuan yang sedang haid, di antaranya membaca Al-Quran dengan tidak menyentuh mushaf Al-Quran, memperbanyak dzikir, memperbanyak istighfar, jangan lupa berdoa. Sebab doa adalah inti dari ibadah.

4. Boleh melakukan Sa’i

Perempuan yang sedang mengalami haid dibolehkan untuk melakukan sa’i (lari kecil) antara bukit shofa dan marwa, dikarenakan di dalam sa’i tidak disyaratkan untuk bersuci dalam menjalankannya, Sabda Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a. ketika Aisyah mengalami haid dalam perjalanan haji bersama Rasulullah SAW: “Lakukanlah apa saja yang dilakukan oleh orang yang sedang menunaikan manasik haji, hanya saja engkau dilarang melakukan thowaf di seputar ka’bah.”

Perempuan juga harus mengetahui jika darah haid keluar ketika  sedang melaksanakan ibadah umroh, maka hendaknya ia menunggu dan melihat siklus haid di bulan-bulan sebelumnya. Jika lama haid biasanya 7 hari, maka darah yang keluar setelah 7 hari tersebut dianggap darah istihadhoh, dan hendaknya ia mandi dan sholat serta dapat menunaikan thowaf di seputar ka’bah karena thowaf adalah salah satu rukun umroh. (VW)

loading...

LEAVE A REPLY