Gambar via: www.morewallpapers.com

GULALIVES.co, Jakarta- Memelihara kucing merupakan kegemaran masyarakat Indonesia sejak lama. Jenis kucing yang dipelihara pun beragam, mulai dari kucing lokal hingga kucing ras berbulu tebal seperti angora maupun Persia. Kucing ras Persia menduduki peringkat pertama sebagai kucing favorit masyarakat Indonesia karena mukanya yang lucu, badannya yang bulat serta bulunya yang tebal. Namun, untuk memelihara kucing ras ini, tidak boleh sembarangan lho. Salah-salah merawat bisa-bisa bulu kucing rontok, mudah sakit bahkan hilang nyawa. Bagi Anda yang hendak memelihara atau telah memiliki kucing Persia sebagai hewan peliharaan, inilah cara perawatannya yang baik dan benar!

  1. Mengurus bulu kucing Persia

Gambar via: observer.com
Gambar via: observer.com

Bulu kucing Persia dikenal panjang dan tebal sehingga sering kusut. Maka dari itu bulu kucing Persia harus disisir setiap hari. Idealnya, bulu kucing Persia harus disisir dengan sisir logam dua kali sehari untuk mencegah kusut dan memastikan bulu mereka tetap bersih dan berkilau. Sebagai perawatan tambahan, usap bulu kucing Persia dengan tisyu basah bayi setiap hari. Hal ini berguna membuat bulu kucing berbau harum dan juga tidak akan menyebabkan alergi pada kucing karena formula tisyu bayi yang lembut. Perawatan bulu harus dilakukan secara rutin dan telaten mengingat kucing Persia memiliki kemampuan terbatas dalam merawat bulu mereka sendiri. Jika bulu kucing Persia terlanjur kusut, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional.

  1. Makanan

Gambar via: www.petheaven.co.za
Gambar via: www.petheaven.co.za

Berikan kucing Persia makanan khusus rasnya. Di pasaran telah banyak beredar makanan khusus kucing Persia bahkan sampai makanan kecilnya. Pililhan makanan kucing Persia yang mengandung semua nutrisi yang diperlukan agar kucing selalu dalam kondisi prima, penuh energi, dan bulunya tumbuh indah. Biasakan untuk memberi takaran seberapa banyak kucing makan dalam sehari. Overfeeding atau terlalu memberikan banyak makanan pada kucing akan berakibat fatal. Kucing bisa terserang diare atau mengalami muntah. Hal ini dikarenakan kondisi perut kucing Persia yang dikenal sensitif. Jika memberikan makanan tidak sesuai, berat badan kucing bisa turun secara drastic atau berakibat bulu rontok.

  1. Mandikan kucing Persia secara teratur

Gambar via: www.omlet.co.uk
Gambar via: www.omlet.co.uk

Walaupun kucing terkenal tidak suka dengan air, namun kucing Persia harus dimandikan secara teratur. Kucing Persia terkenal aktif dan suka bermain di tempat-tempat kotor. Kotoran yang mengandung kuman menempel di bulunya yang tebal dan panjang sehingga pemilik kucing harus menetapkan jadwal kapan kucing Persia mandi. Minimal kucing Persia dimandikan sebulan satu kali, namun jika Anda tidak betah melihat bulunya kotor mandikan kucing Persia sebanyak dua kali satu bulan juga tidak apa-apa. Namun perhatikan juga, jika terlalu sering dimandikan bisa-bisa bulunya akan rontok.

  1. Membersihkan saluran air mata kucing

Gambar via: imgstocks.com
Gambar via: imgstocks.com

Kucing Persia sering mengalami masalah di saluran air mata, khususnya kucing Persia jenis peaknose. Sering kali mereka mengalami kelebihan cairan di saluran air mata dan menyebabkan kotoran menumpuk di pelupuk mata. Maka dari itu, Anda wajib membersihkan saluran matanya setiap hari. Anda bisa membersihkan saluran matanya dengan tisyu basah atau bisa juga menggunakan air hangat dengan kapas. Usapkan secara perlahan di daerah sekitar mata, jangan sampai terkena matanya karena nanti justru menimbulkan masalah baru pada mata kucing.

  1. Tempat buang air

Gambar via: www.petsworld.in
Gambar via: www.petsworld.in

Untuk tempat buang air kucing, siapkan bak pasir untuk kucing buang air besar maupun kecil. Kucing merupakan hewan bersih yang tidak membuang air sembarangan. Mereka harus buang air di dalam kotak pasir. Setelah selesai buang air mereka akan menutupi jejaknya dengan pasir sehingga baunya tidak menyebar kemana-mana. Ada jenis pasir yang dapat Anda beli di pasaran sesuai kehalusannya. Namun disarankan memilih pasir yang halus karena lebih mudah menutupi jejak bekas buang air kucing. Anda juga bisa belikan kucing dengan pasir yang beraroma buah atau bunga untuk menyamarkan baunya. Bersihkan kotak pasir setidaknya seminggu satu kali dengan membuang kotorannya dan mengganti pasir dua minggu sekali.

  1. Perawatan telinga dan hidung

Gambar via: www.pets4homes.co.uk
Gambar via: www.pets4homes.co.uk

Selain mata, yang harus mendapatkan perhatian adalah bagian telinga dan hidung. Kotoran di dalam telinga membuat kucing merasa gatal. Mereka lalu menggaruk dengan kencang hingga gatalnya hilang. Tak sedikit kucing mengalami luka akibat garukan yang terlalu kencang. Ntuk membersihkan telinga, Anda bisa membeli obat tetes telinga di dokter hewan lalu membersihkan dengan cotton bud. Khusunya kucing Persia peaknose, hidung mereka sering tersumbat dan membuat mereka bernafas melalui mulut. Bersihkan hidung secara rutin dengan menggunakan tisyu basah atau kapas dengan air hangat.

  1. Umur kucing Persia

Gambar via: www.cat-breeds-encyclopedia.com
Gambar via: www.cat-breeds-encyclopedia.com

Umumnya kucing Persia bisa hidup antara 10 hingga 15 tahun, bahkan ada pula yang menginjak umur 20 tahun. Panjangnya rentan umur kucing Persia tergantung dengan bagaimana Anda merawatnya. Memang butuh perjuangan yang besar dalam merawat kucing Persia, dengan rentan umur yang panjang berarti Anda harus berkomitmen secara serius untuk merawat dan memelihara si manis ini.

Jika Anda telah siap dan berkomitmen menempuh cara-cara perawatan kucing Persia ini, maka Anda bisa memelihara kucing Persia. Ingat, hewan juga makhluk ciptaan Tuhan yang harus Anda rawat dan tanggung jawab saat sudah memutuskan memeliharanya. (AH)

loading...

LEAVE A REPLY