Persiapan mudik bersama anak. Foto: liveolive

Gulalives.co, JAKARTA – Ladies, musim mudik Lebaran bukan hanya identik dengan tradisi pulang ke kampung halaman guna bersilaturahmi dan saling memaafkan antar sanak famili. Di sisi lain, tak jarang muncul kasus penyakit musiman.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr M Adib Khumaidi SpOT, menuturkan, angka kunjungan rumah sakit cenderung meningkat setelah perayaan Idul Fitri. “Umumnya memang karena kondisi fisik seseorang secara keseluruhan cenderung menurun, baik itu karena akibat perjalanan mudik yang melelahkan maupun karena perubahan pola makan yang tiba-tiba diforsir dalam satu hari,” kata Adib, di Jakarta, baru-baru ini dilansir Antara.

Adib menyimpulkan setidaknya ada empat penyakit musim mudik lebaran dan setelah perayaan Idul Fitri beserta tips-tips yang ia sarankan untuk menangkal penyakit-penyakit tersebut.

1. Infeksi Saluran Pernapasan

Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.
Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

Risiko penularan penyakit saluran pernapasan makin meningkat ketika berada di ruang udara yang kotor akibat polusi dan debu. Selain itu bagi pemudik yang menggunakan mobil walaupun kendaraannya rapat tertutup dari paparan udara kotor di luar, tak menjamin keamanan dari penyakit ini. Terlebih jika ada penumpang yang sudah menderitanya maka risiko infeksi makin tinggi karena virus dan bakteri berputar di dalam mobil dalam waktu yang lama.

Kemudian kerap juga terjadi kasus adanya kuman legionella di saluran penyejuk udara (AC) mobil, yang dapat menimbulkan gejala flu seperti sakit kepala, demam tinggi dan nyeri dada.

2. Infeksi Saluran Pencernaan

Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.
Puasa memperparah sakit maag adalah mitos. Justru puasa dapat menyembuhkan sakit lambung.

Penyakit musiman saat mudik lainnya adalah infeksi saluran pencernaan. Hal ini muncul karena terlalu lama terjebak kemacetan perjalanan mudik, sehingga asal membeli makanan ringan yang tidak diketahui kebersihannya ditambah dengan pola makan yang tidak teratur.

3. Infeksi Jamur

(Foto: Ipfh)
(Foto: Ipfh)

Risiko infeksi jamur biasanya datang dari kondisi toilet dan sanitasi yang tidak terjamin kebersihannya, yang ditemui selama perjalanan mudik. Abid menyebut, hal ini bisa jadi menimbulkan risiko keputihan pada perempuan.

4. Dehidrasi

Efek dehidrasi. (Foto: Skin)
Efek dehidrasi. (Foto: Skin)

Berada di ruangan ber-AC selama 1-2 jam dapat mengurangi cairan tubuh hingga 100 cc. Hal ini bisa diidentifikasi lewat penampakan kulit yang mengering, keriput, dan jika dicubit tak cepat hilang bekasnya. Dehidrasi dapat meningkatkan suhu tubuh secara esktrem, dan jika melebih 40 derajat celcius bisa menyebabkan pingsan atau serangan sengatan panas (heatstroke).

5. Cara Mencegah

Dehidrasi merupakan pertanda tubuh membutuhkan asupan cairan.
Dehidrasi merupakan pertanda tubuh membutuhkan asupan cairan.

Oleh karena itu, guna mencegah terjadinya empat penyakit tersebut, Abid menganjurkan untuk selalu menyediakan air mineral dalam jumlah banyak di dalam kendaraan. “Sehingga tidak perlu berhenti berkali-kali dan kebingungan mencari warung membeli air di tengah perjalanan mudik,” ujar dia, sembari menambahkan, sebaiknya botol minuman diletakkan di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau, agar selalu ingat minum.

Tips pencegahan lain yang juga disarankan Adib adalah konsumsi suplemen peningkat daya tahan tubuh sebelum dan selama perjalanan. Selain itu, sebelum mudik juga sebaiknya mempersiapkan kendaraan, termasuk membersihkan saluran udara dalam mobil.

Ada baiknya menyediakan tisu basah dan cairan pembersih tangan di dalam mobil. Selain itu, hindari membeli makanan sembarangan. Lebih baik berhenti di restoran atau rest area yang terjamin kebersihannya. Adapun, guna mencegah infeksi jamur, saat memilih toilet sebaiknya pilih toilet jongkok. Ataupun jika memilih toilet duduk, selalu bersihkan bagian dudukan kloset dengan tisu antiseptik. “Jangan lupa juga mencuci tangan sebelum dan sesudah ke toilet,” ujar Adib. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY